Senin, 04 Mei 2015

sajak palsu

SAJAK PALSU AGUS R SARJONO Selamat pagi Pak, Selamat pagi Bu Ucap anak sekolah dengan sapaan palsu Lalu merekapun belajar dari buku-buku palsu Di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu Karena tidak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan Ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya Pak guru dan Bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu yang baru Masa sekolah demi masa sekolah berlalu Merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu, sebagian menjadi guru, ilmuwan, atau seniman palsu Dengan gairah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu Dan bank-bank palsu dengan giat menwarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu Masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts