Kata Motivasi
Translate
Pages
Cari Blog Ini
Jumlah Pengunjung
Tampilkan postingan dengan label bahasa inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa inggris. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 Maret 2018
ilmu hati
Published :
22.11
Author :
adam_aprilian
Tajalli Allah Pada Diri Insan
Ketika bayi di Alam Rahim [di dalam air ketuban] belum ada nyawa, baru ada hidup yaitu adanya RUH, RASA pendengaran dan Nafsu Muthmainah, dari Alam Rahim bayi pindah ke Alam Dunia, dan SIFAT FITRAH RUH berubah sifat menjadi ROH, ketika kontak dengan Alam Dunia itulah adanya NYAWA, nyawa adalah DARAH ada di bawah kulit di atas permukaan daging, adanya NAFAS adalah adanya HIDUP, adanya HIDUP adalah karena adanya DZAT dan SIFAT.
1. RUH SULTHONIYAH ( HAK ALLAH )
Tempatnya di hati, jika Ruh ini keluar dari jasad, manusia akan mengalami kematian [Nafas]
2. RUH RUHANIYAH ( HAK RASULULLAH )
Tempatnya di dada [Jantung] dan pada 360 sendi = 360 hari, badaniyah bukan raga, Satu badan satu atap [Menyeluruh]
3. RUH MAKODIYAH
Ruh ini yang suka meninggalkan jasad, termasuk mimpi, mimpi yang benar adalah kita bisa mengingatnya dan menceritakannya dengan jelas, walaupun kejadian mimpinya sudah lama.
4. RUH DINNIYAH / JASADIYAH
Berdirinya Islam, Fitrah diri/Fitrah Agama, Ruh Samawi
5. RUHUL QUDUS RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM
1. RUH SULTHONIYAH > INJIL > PENCIUMAN
2. RUH MAKODIYAH > TAURAT > PENDENGARAN
3. RUH DINNIYAH > AL – QUR’AN > PENGLIHATAN
4. RUH RUHANIYAH > ZABUR > PERKATAAN
Hakikat NYAWA adalah RASA JASMANI, olahan dari
API – ANGIN – AIR – BUMI pada waktu itu mata terbuka belum bisa melihat, telinga belum bisa mendengar, hidung belum bisa mencium, mulut belum bisa berkata, hanya ada suaranya saja, setelah diberi asi atau makanan apa saja yang berasal dari saripati Api, Angin, Air dan Bumi, maka dari saripati yang empat (SAEPI 4) ini, menjadi NUR DARAH yang empat macam :
1. NUR DARAH MERAH dari Saripati API, adanya pada DAGING, membesarkan dagingnya bayi, hawanya keluar melalui TELINGA hingga bisa mendengar.
[RUHUS SAMMA’ = RASA PENDENGARAN]
2. NUR DARAH KUNING dari Saripati ANGIN, adanya pada SUMSUM, membesarkan sumsum bayi, hawanya keluar melalui HIDUNG hingga bisa mencium dan merasa.
[RUHUN NAFASI = RASA PENCIUMAN]
3. NUR DARAH PUTIH dari Saripati AIR, adanya pada TULANG, membesarkan tulang bayi, hawanya keluar melalui MATA hingga bisa melihat.
[RUHUL BASHAR = RASA PENGLIHATAN]
4. NUR DARAH HITAM dari Saripati BUMI, adanya pada KULIT, membesarkan kulitnya bayi, hawanya keluar melalui LIDAH [Mulut] hingga bisa berbicara.
[RUHUL KALAMI = RASA PERKATAAN]
5. NUR DARAH BENING
Setelah bayi membesar kulitnya, membesar dagingnya, membesar tulangnya, membesar [banyak] sumsumnya, maka keluarlah hawanya, yaitu nafsu yang empat yaitu:
1. NAFSU AMARAH berdomisili pada TELINGA
2. NAFSU SUFIAH berdomisili pada MATA
3. NAFSU LAWAMMAH berdomisili pada LIDAH
4. NAFSU MUTHMAINAH berdomisili pada HATI
Datangnya nafsu yaitu keinginan pada waktu di beri ASI, rasa menjadi kontak dengan gulungan Api – Angin – Bumi – Air, sebab itulah adanya air susu asal dari yang empat, buktinya adalah makanan yang di makan oleh Ibu, sebab jika Ibunya tidak makan apa-apa, tidak akan ada air susu, ketika mulut bertemu dengan air susu, tentu ada rasa, rasa enak dan manis, terasa yang enak, sampai ingin lagi tidak mau telat, kalau telat suka ngambek dan menjerit, semua terjadi karena adanya pertemuan / kontak, bukti kontaknya Ibu dan Bapak keluarlah seorang bayi dari Alam Rahim dengan hidupnya, bertemulah hawa Baathin dan Dhohir, ketika kontak dengan Alam Dunia adanya nyawa.
Sifat nyawa yaitu nafas, hakikatnya nyawa, rasa adalah buktinya, ketika rasa kontak dengan makanan maka akan menjadi nafsu dan banyak kemauan sudah pasti, dan bibit dari pada kemauan adalah karena tadi sudah merasakan air susu itu enak di rasakannya.
Ada enak sudah pasti ada tidak enak. Murakabah enak dan tidak enak sudah tentu, kepada telinga, mata, kepada penciuman begitu juga, sudah pasti ada enak dan tidak enak, bukti di pendengaran juga begitu, ada yang enak di dengar, ada yang tidak enak di dengar sehingga menimbulkan amarah.
Jika pendengaran kontak dengan suara yang jelek, kejadiannya menjadi rasa tidak enak, begitu juga jika kontak dengan suara yang baik akan menimbulkan enak, seterusnya begitu. Di mata pun bukti, ada enak di lihat dan tidak enak di lihat, malah ada penglihatan yang suka menimbulkan amarah. Matapun tergantung kontaknya dengan sifat, sifat yang baik dan yang buruk, jika baik maka akan menjadi enak, di penciuman pun begitu ada enak dan tidak enak, sama dengan pendengaran. Semuanya itu adalah bukti dari adanya segala KEINGINAN. SIFAT RASA BAIK dan SIFAT RASA BURUK.
” Tidak ada Tuhan selain Aku. Akulah hakikat DZAT yang Maha Suci, yang meliputi SIFAT-Ku, yang menyertai [ASMA] Nama-Ku, dan yang menandai [AF’AL] perbuatan-perbuatan-Ku .”
“ Sesungguhnya AKU ini adalah ALLAH, TIDAK ADA TUHAN (yang hak) selain AKU, maka SEMBAHLAH AKU dan DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGAT AKU ” [At -Thaahaa : 14]
AKU = DZAT/Nurullah, SIFAT Laisa kamishlihi syaiun, Dzat yang tidak dapat diserupai oleh sesuatu apapun, tidak ada umpamanya.
BILLA HAEFFIN, artinya tak berwarna dan tak berupa, tidak merah tidak hitam, tidak gelap tidak pula terang.
BILLA MAKANIN, artinya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur, tidak di utara maupun di selatan, tidak di atas maupun di bawah.
DZAT yang berdiri sendiri tanpa adanya ketergantungan kepada mahluk lain ciptaan-Nya, berbeda dengan manusia yang membutuhkan Allah, untuk bisa selamat di kehidupan Dunia dan Akhirat, adanya Alam semesta, Dunia, Arasy, Malaikat, Idajil/Azazil, Iblis, Setan, Jinn dan Manusia, dan semua ciptaan-Nya yang ada, adalah karena akibat dari adanya Dzat Yang Maha Suci.
1. ALAM AHADIYAT. Sebelum Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan Alam-alam, termasuk Alam Semesta, Arasy, Bumi dan Langit beserta isinya, yang ada hanyalah Dzat di Kesunyian Sejati Martabat Yang Maha Suci, Alam Tunggal Sejati, Ghaibul Ghaib.
Ahadiyat tadi di 2. ALAM WAHDAT/Alam DZAT.
SIFAT adalah Laisa kamishlihi syaiun, bukti adanya JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau samudra hidup, pohon nyawa, wadah amal, kubur sejati, hidupnya segala rupa, seluruh isi tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit, asalnya yaitu dari cahaya yang satu, yaitu JAUHAR AWWAL RASULULLAH atau RUH ILMU RASULULLAH utusan Maha Agung.
DZAT/NURULLAH yang menjadikan Alam Dunia dan isinya, TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH, DZAT dan SIFAT.
Sifat = Jauhar Awwal Rasulullah = Hakikat Muhammad [Ruh Ilmu Rasulullah] atau disebut SEJATINYA SYAHADAT, yaitu syahadatnya DZAT dan SIFAT, Ahadiat dan Wahdat, sudah tidak pisah, seperti gula dan manisnya.
Ibarat ;
DZAT adalah MANIS, SIFAT adalah GULA
DZAT adalah WANGI, SIFAT adalah BUNGA
DZAT dan SIFAT adalah PASTI.
TIDAK AKAN ADA SIFAT, JIKA TIDAK ADA DZAT,
begitupun sebaliknya.
JAUHAR AWWAL RASULULLAH yaitu cahayanya Allah.
Keadaan di 3. ALAM WAHIDIYAT, yaitu Nur Ilmu Rasulullah sinarnya yang empat rupa dari Jauhar Awwal Rasulullah. Dzat Sifat-Nya Allah sifatnya sangat halus, mengeluarkan cahaya empat rupa ;
MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM disebut NUR ILMU RASULULLAH [Nur Muhammad] yaitu Hakikat Adam bibit untuk Alam Dhohir atau Asmanya Allah,
yang empat menjadi lafadz ;
ALIF – LAM – LAM – HA, tadinya adalah Asma Allah.
Di alam ketiga yaitu Alam Wahidiyat, DZAT yang pertama disebut, dua SIFAT, barulah ASMA nomer tiga, kenyataannya sesudah adanya NUR ILMU RASULULLAH atau Hakikat Adam, yang tiga bergulung jadi satu ;
Allah – Muhammad – Adam = “ Wa nahnu aqrobbu ilaihi min hablil wariid “ = Sifat -sifat diri
4. ALAM ILMU di telusuri dari kenyataan DZAT, SIFAT, dan ASMA Allah, yang keempatnya AF’AL Maha Suci, yaitu Alam Ilmu, API – ANGIN – AIR – BUMI disebut ARWAH yang menjadikan RUH dan DARAH, bibit Adam Manusia, jadi, Api, Angin, Air, Bumi adalah dari sinarnya Nur Ilmu Rasulullah, Af’alnya Allah Yang Maha Agung, buktinya kekuasaan Allah adalah adanya Alam Dunia dari Nur Ilmu Rasulullah cahaya yang empat.
Cahaya MERAH sinarnya menjadi API
Cahaya KUNING sinarnya menjadi ANGIN
Cahaya PUTIH sinarnya menjadi AIR
Cahaya HITAM sinarnya menjadi BUMI
Dari cahaya empat rupa itu, dihidupkan oleh sinarnya Matahari, sifatnya yaitu terang, jika di dunia tidak ada terang, manusia dan tumbuhan akan mati, akan tetapi Matahari tadi tidak akan terang, jika tidak terkena sinar Dzat Sifat-Nya, tidak ada bedanya lahir dan baathin, di dhohirnya menjadi nyata, API, ANGIN, AIR, BUMI menjadi Asma Allah yaitu ALIF – LAM – LAM – HA. Matahari bisa terang, yaitu yang menjadi Tasjidnya, yang menghidupkan semua, di dunia juga pasti ada Asmanya Yang Maha Agung, satu cukup untuk semua, sifatnya meliputi.
5. ALAM AJSAM, adalah nyatanya jasad manusia berasal dari bumi, air, api, angin, syariatnya terasa, semuanya dari proses nabati dan hewani, tanaman yang ditanam menjadi besar karena adanya unsur bumi, api, air, angin, tidak ada unsur yang kurang satupun. Kejadian di diri manusia, yaitu kulit, daging, tulang, sumsum menjadi nafsu empat rupa :
1. Nafsu Amarah dari DAGING hawanya keluar melalui TELINGA
2. Nafsu Lawammah dari SUMSUM hawanya keluar menuju MATA
3. Nafsu Sufiah dari KULIT hawanya keluar menuju MULUT
4. Nafsu Muthmainah dari TULANG hawanya keluar menuju HIDUNG.
6. ALAM MITSAL diwajibkan oleh Maha Suci, manusia harus ikhtiar, harus mencari ilmu, untuk mengetahui asal, asal jasad waktu di Qadim, yaitu yang empat tadi. Nur ilmu Rasulullah, MERAH, KUNING, PUTIH, HITAM, asalnya jasad manusia, jika manusia sudah kenal kepada empat perkara, dengan yakin dan di dasari ilmu yang haq, itulah alam Mitsal, yaitu ma’rifat kepada alam tadi.
7. INSAN KAMIL adalah sudah ma’rifat kepada Dzat Sifat Yang Agung, yaitu Jauhar Awwal Rasulullah, sejatinya syahadat, sejatinya Iman, bibit nyawa semuanya. Insan Kamil artinya manusia sempurna [mukmin sejati] sudah sampai kepada asal, yaitu samudra hidup, kesempurnaan nyawa, pasti bisa pulang kepada asalnya yang dahulu, asal dari Allah kembali kepada Allah, Allah sudah janji, kepada siapapun manusia yang tahu, yang ma’rifat kepada Dzat Maha Suci, sewaktu di dunia, terus sampai ke Akhirat, tidak akan pisah dengan Dzat Yang Maha Agung, jika buta waktu di dunia, maka di Akhirat akan lebih buta lagi, tidak akan bertemu dengan terang, gelap sudah pasti karena tidak bisa melihat Dzat Yang Maha Agung, sewaktu gelap sudah pasti Neraka, karena di dunia tidak mencari ilmu dan ibadah, sibuk mengantar NAFSU DHOHIR.
Ibarat ;
DZAT adalah WANGI, SIFAT adalah BUNGA
DZAT adalah MANIS, SIFAT adalah GULA
TIDAK PISAH dan TIDAK JAUH
Syahadatnya Dzat dan Sifat, Ahadiyat dan Wahdat.
Ilustrasi :
DI LUAR NAMA :
DZATTULLAH yaitu disebut Alam, inilah yang memangku/menopang Alam Dunia
SIFATULLAH adalah Nur Ruh Ilmu Rasulullah seluas langit, tidak ada yang keluar dari DZAT SUCI, semuanya terliputi oleh satu cahaya.
ASMATULLAH adalah Api, Air, Angin, Bumi, Asma yang Agung. Satu, cukup untuk semua, Api, Air, Angin, Bumi menjadi huruf ALIF – LAM – LAM – HA.
AF’ALULLAH yaitu hawa yang menghidupkan bumi dan isinya
DI DIRI MANUSIA :
DZATULLAH nyatanya di diri, buktinya adalah sekujur badan, yang memangku keadaan, segala hal yang menyangkut keadaan pada wujud
SIFATULLAH nyatanya adalah rupa, rupa manusia tidak ada yang sama dengan manusia lainnya, hanya satu di alam dunia, tawilnya adalah ALLAH HANYA SATU.
ASMATULLAH yang bukti di badan adalah ;
KULIT, DAGING, TULANG, SUMSUM,
menjadi lafadz Asma Allah yaitu ;
ALIF – LAM – LAM – HA.
AF’ALULLAH yaitu geraknya wujud, semuanya diringkas kepada yang empat rupa, nyatanya Dzatullahi, yaitu perkataan, sebab perkataanlah yang menjadikan semuanya, yaitu keramaian Alam dhohir, adanya kemauan manusia, sehingga menjadi bukti dengan adanya gedung, rumah, mobil dll karena adanya bibit dari Dzat.
Dari Ibn Abbas r.a., dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.
sabdanya :
“FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA APA YANG DI CIPTAKAN ALLAH, TETAPI JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH..”
[HR Abu Syeikh]
Abu Dzar r.a., dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. sabdanya :
“FIKIRKANLAH MENGENAI SEGALA MAKHLUK ALLAH, DAN JANGANLAH KAMU MEMIKIRKAN TENTANG DZAT ALLAH, KARENA YANG DEMIKIAN MENYEBABKAN KAMU BINASA [DALAM KESESATAN]”
[HR Abu Syeikh]
” FIKIRKANLAH OLEHMU SIFAT ALLAH DAN JANGAN KAMU MEMIKIRKAN AKAN DZAT-NYA.
ALLAH MELIPUTI SEGALA SESUATU ”
[Al-Fushilat : 54]
”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia [yang berhak disembah], yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu juga menyatakan yang demikian. Tak ada Tuhan melainkan Dia [yang berhak disembah] Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali-Imran:18]
“Wa kawa ‘Idul Imani, wajibul wajib”
Semua umat Allah wajib marifat, harus tahu kepada iman sejati, iman yang satu yaitu kepada DZAT MAHA SUCI.
SIFAT Laisa kamishlihi syaiun adalah JAUHAR AWWAL RASULULLAH, TANDA KENYATAAN ADANYA DZAT.
JAUHAR AWWAL RASULULLAH isinya adalah RUH ILMU RASULULLAH, yang Awwal Akhir di ciptakan oleh Allah.
Ainal yakin dengan Ilmu, supaya bisa pulang, pulang kembali kepada Dzat, hakikatnya manusia berasal dari Dzat, akan tetapi manusia tidak perlu tahu kepada Dzat, tetapi carilah utusan Dzat, yang disebut Jauhar Awwal Rasulullah, inilah jalan pulang yang sempurna.
“Illa anna awalla’nafsah fardhu ‘ain”
Pertama hal ibadah adalah tahu kepada sejatinya hidup, sifat hidup harus di dapat, diri yang mana yang harus di cari? Apakah jasmani yang terlihat? Yang harus dicari adalah badan Ruhani atau Jiwa. Sejatinya syahadat adalah bibit segala rupa yaitu Jauhar Awwal [Ruh Ilmu Rasulullah] Samudra Ilmu dan Kehidupan.
“Ru’yatullahi Ta’ala fi dunya bi’ainil qolbi”
Melihat Hakikat Allah Ta’ala di Dunia oleh mata Baathin. Bila Qolbu manusia sudah dianugrahi Sifat Nur Ilmu Rasulullah, Qolbunya bisa dipakai untuk tempat melihat kepada Allah Ta’ala melalui mata Baathin karena sudah diberitahu oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah, sehingga bisa merasakan ni’mat dari Dunia sampai di Akhirat, sudah tidak merasakan berpisah dengan Sifat Nur Ilmu Rasulullah, lantaran wujud itu. Siang dan malam Qolbu ditempati oleh Sifat Nur Ilmu Rasulullah untuk melihat Allah Ta’ala, melalui jalan Syariat, Tharekat, Hakikat dan Ma’rifat, Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqih, Ushul Fiqih dan Ilmu Tasawuf.
“Ru’yatullohi Ta’ala bil akhiroti bi’ainil arsi”
Melihat Allah di Akhirat, tentu sama mata, tidak salah lagi, sebab sudah bersatu seperti gula dan manisnya.
Wajib hukumnya mencari tahu diri, diri yang sejati, diri manusia, sebenar-benarnya diri.
Cahaya empat rupa adalah ;
NARUN [Merah]
HAWAUN [Kuning]
MA’UN [Putih]
TUROBUN [Hitam]
yaitu badan ruhani [jiwa], inilah yang harus ketemu, jasmani harus hilang, tapi jangan hilang tanpa sebab, hilangnya harus terganti oleh cahaya empat rupa [Sifat Nur Ilmu Rasulullah] hilangnya badan jasmani, harus terganti oleh badan ruhani.
Jas artinya adalah baju, mani adalah badan ruhani, baju adalah bungkus, bungkusnya ruhani, manusia tidak akan mendapatkan hasil, jika hanya mengetahui badan nyata saja, harus di buka dulu bajunya, supaya bisa ketemu dengan isinya, badan jasmani adalah hijabnya kepada Yang Maha Suci, jika tidak hilang wujudnya dulu, maka isinya tidak akan ketemu, diibaratkan kucing, maksud kucing hendak ngintip tikus keluar dari liangnya, tapi kucingnya diam di depan liang tikus, akhirnya tikus malah mati karena tidak bisa keluar, tentu saja tidak akan hasil, kucing diibaratkan jasad, tikus ibarat yang Latif, tidak akan ketemu jika rasa jasad tidak hilang.
Jika kucing menginginkan agar tikusnya keluar dari liang, tentu saja kucing harus pergi menjauhi liang tikus, barulah tikusnya keluar, sama seperti di diri manusia, jika ingin ma’rifat kepada Dzat Allah Ta’ala, harus merasa pasti, merasakan bahwa manusia tidak memiliki jasad. Rasa jasmani harus hilang, terganti oleh Rasa Rasulullah [SIFAT NUR ILMU] > Ladun Qolbin Salim > Ladunni > Hati yang selamat. Rasa ni’mat yang sejati [Ni’mat Islam, Ni’mat Iman] karena saking ni’matnya melihat kepada Dzat Maha Agung, tentu merasa hilang dunia dan jasmani [Iman Akhirat, Rasa Akhirat]
“Waman aroffa nafsahu, faqod aroffa robbahu…man aroffa robbaha, faqod jahilan nafsah”
“Lahaula wala quwata, illa billahil aliyil ‘adim”…
Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya, barang siapa mengenal Tuhannya pastilah bodoh dirinya …
Shalat sejatinya adalah ketika waktu Nafi Isbat bergulung, menerapkan Muhammad af’al. Ta’udz dan Bismillah untuk berlindung kepada Yang Maha Agung, disinilah adanya kebersamaan, yang empat bersatu, hilangnya dunia dan wujud, bertemu dengan wujud Agama, barulah dikatakan Islam jika sudah ketemu kepada sejatinya Agama/Ruh Samawi [Fitrah Agama] yaitu hidup manusia, tentu wajib hukumnya, untuk tahu kepada sejatinya Agama, agar ibadah menjadi sah, tahu bibit rukun Islam, rukunnya yang empat di badan:
1. Penglihatan
2. Pendengaran
3. Penciuman
4. Perkataan.
yang ke lima adalah Rasa Rasulullah [penguasa RASA]
jadi hakikatnya shalat adalah wujud rupa diri.
“Ash-shalatul Mi’rajul Mu’minin“,
“Shalat itu adalah mi’rajnya orang-orang mukmin“.
IHKROM – MI’RAJ – MUNAJAT – TUBADIL
Artinya adalah shalat sejati, syariatnya ada di Mekkah, ketika orang pergi Haji, hakikatnya ada di pulau Jawa.
IHKROM
Bersiap-siap, menyiapkan tekad sebelum pergi, ibarat burung niat ingin terbang, sayapnya sudah dibentangkan tapi tidak dikepakkan.
MI’RAJ
Jika sudah dengan terbang dan melayang, sudah meninggalkan Alam Dunia, lupa kepada Alam Dhohir.
MUNAJAT
Sudah mau sampai ke Alam Baathin.
TUBADIL
Sudah sampai kepada yang yang dituju, yaitu Baitullah suci, Baitullah sejati, bukan di Utara, bukan di Selatan, tidak di Timur dan di Barat [Billa haefin, Billa makanin] inilah yang di maksud hakikat Ka’bah atau Kubah [rongga dada manusia] Itiqod [tidak terkena rusak] kiblat nyawa yang sempurna yaitu Dzat Yang Maha Agung, sifatnya cahaya padang halus, terang benderang atau Jauhar Awwal Rasulullah, samudra ilmu dan hidup, kiblat waktu wafat. Bertemunya ASHHADU = Allah dan WA ASHHADU = Diri Manusia [Ghoib]
Sebab itu kiblat wafat wajib harus di ketemukan, jika tidak ketemu dikhawatirkan jadi gentayangan, nyawa tidak sampai kepada asalnya dahulu, pantas adanya Neraka yaitu siksaan diri, sebab tidak menemukan jalan pulang yang sempurna, mumpung di dunia harus bersungguh-sungguh mencari jalannya wafat, agar nyawa bisa pulang, BAB IBADAH sudah ada patokan yaitu Al-Qur’an dan Hadist, sudah mencukupi, tinggal bersungguh-sungguh menghafal dan prakteknya, kalau jalan mati, itu lain aturan, itu adalah penghujung, ujungnya harus wafat, yang ibadah dan yang tidak, semua manusia akan mengalami kematian, syariatnya sama, ada sekaratnya…
Sayyidina Ali r.a. pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bernama Zi’lib Al-Yamani, “Apakah Anda pernah melihat Tuhan?”
Beliau menjawab, “Bagaimana saya menyembah yang tidak pernah saya lihat?”
“Bagaimana Anda melihat-Nya?” tanyanya kembali.
Sayyidina Ali r.a. menjawab, “Dia tak bisa dilihat oleh mata dengan pandangan manusia yang kasat, tetapi bisa dilihat oleh hati dengan HAKIKAT KEIMANAN “.
Jika manusia yang ma’rifat, mutajilah sudah pasti, sebab menjirimkan Allah terlihat oleh mata kepala, yang berarti ada dua diri, Allah adalah NAFI ISBAT, ada Isbat hilang Nafi, ada Nafi hilang Isbat, Isbat adanya pasti, wujud jasmani, Nafi adanya Jiwa, untuk Nafi Isbat-nya harus tidak ada.
SIFAT NUR ILMU RASULULLAH adalah JAUHAR LATIF. Cahaya halus yang menghidupkan wujud manusia, matahari dalam wujud jagad shagir, yang tidak terlihat oleh mata kepala, dan hanya bisa di lihat dengan MATA BAATHIN.
AL – ILMU NURULLAH > Ilmu Sifat untuk mengabdikan diri kepada Allah dan Rasulullah, Ilmu Sifat tidak akan samar, wangi bunga rose tidak akan tertukar dengan wangi bunga melati. ‘Ain > Iliyin tempat tertinggi yang bisa di capai oleh orang berilmu. Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat, yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui proses kegiatan pengamalan, mulai dari mandi, shalat, wirid, baca Qur’an dll. Melalui jalan Syariat, Tharekat, Hakikat dan Mari’fat. Tuhan hanya bisa dikenal jika Dia sendiri berkehendak untuk dikenali. Sifat Nur Ilmu adalah kendaraan bagi baathin untuk sampai ke sisi-Nya, melalui Sifat Rasa Rasulullah. Tidak ada manusia yang bisa langsung ma’rifat kepada Allah Ta’ala, kecuali Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam melihat langsung dan berdialog dengan Allah Ta’ala.
Sifat Nur Ilmu ini akan menerangi qolbu, baathin, hati dan ruh, Sirr nya berperan menyingkap tabir hakikat dan mengenal akan Allah Ta’ala. Hakikat akan diketahui apabila seseorang giat mendalami pengetahuan tentang hakikat melalui proses pengamalan, khalwat atau tirakat, muqarobah, mandi, sholat, wirid melalui bimbingan
Guru Mursyid > Allah, Ilmu Ma’sum > Ilmu Syafa’at yang bisa memisahkan unsur Sifat Malaikat [NURR] dan unsur Sifat Jinn [API] di dalam darah (Sifat darah ), seorang guru wajib menguasai 12 pan Ilmu, jika ilmunya tidak ma’sum, maka dikhawatirkan bangsa mahluk halus akan ikut-ikutan nyusup/masuk ke dalam pengamalan, sehingga seseorang itu tidak merasa bahwa di dalam dirinya sudah di tempati oleh Jinn, merasa berilmu padahal Jinn yang mengendalikan.
Sifat Nur Ilmu adalah cahaya yang menerangi hati dan mengeluarkannya dari kegelapan serta membawanya untuk menyaksikan sesuatu dalam keadaannya yang asli. Apabila cahaya atau latifah di diri sudah membuka tirai dan cahaya terang telah bersinar, maka mata baathin dapat memandang kebenaran dan keaslian yang selama ini disembunyikan oleh alam nyata. Semakin terang cahaya Illahi yang diterima oleh hati akan menambah jelas kebenaran yang dapat dilihatnya. Pengetahuan yang diperoleh melalui pandangan mata baathin yang bersumber dari Cahaya Awwal/Jauhar Awwal Rasulullah/Ruh Ilmu Rasulullah inilah yang dinamakan Ilmu Ladunni/Ilmu Sifat/Ilmu Syafa’at/Ilmu Shalat.
contoh formulir
Published :
22.04
Author :
adam_aprilian
FORMULIR PESERTA
PENDIDIKAN LATIHAN DASAR (DIKLATSAR) BANSER
GERAKAN PEMUDA ANSOR
ANGKATAN 1 WILAYAH BARAT 1
I. Identitas Diri
1. Nama Lengkap : _____________________________________________________
2. NIK : _____________________________________________________
3. Tempat/Tanggal Lahir : _____________________________________________________
4. Alamat Rumah : __________________________________ RT _____ RW ______
: DESA _______________________________________________
: KEC ________________________________________________
5. Alamat Kantor : _____________________________________________________
6. Nomor HP, WA, PIN BB, Akun FB
HP : ___________________________ WA : ____________________________
Akun FB : __________________________ PIN BB : _________________________
7. Pekerjaan : ____________________________________________________
8. Alamat Pekerjaan : _____________________________________________________
9. Penghasilan : < 1.000.000 1.000.000 s.d 2.000.000 > 2.000.000
II. Pendidikan
1. PendidikanTerakhir : _____________________________________________________
2. Pendidikan Informal yang Pernah Diikuti :
a. ____________________________________________________________________
b. ____________________________________________________________________
c. ____________________________________________________________________
d. ____________________________________________________________________
III. Motivasi menjadi Anggota Banser
1. ________________________________________________________________________
2. ________________________________________________________________________
3. ________________________________________________________________________
……………….., …………….. 2017
Pemohon,
_________________________
*) Catatan
1. Melampirkan FC KTP Yang masih berlaku
2. Photo Berwarna Ukuran 3 x 4 (2 lembar)
Kamis, 04 Februari 2016
Published :
16.56
Author :
adam_aprilian
Tenses Bahasa Inggris – Past Tense, Past Continuous Tense, Past Perfect, & Past Perfect Continuous TensePosted in Grammar by Admin
Tenses bahasa Inggris kedua yang akan dibahas adalah bagian past tense. Di dalam penjelasan ini, anda akan menemukan penjelasan dari past tense, past continuous tense, past perfect, dan past perfect continuous tense. Silakan Anda lihat penjelasannya melalui artikel berikut ini.
Past Tense
Contoh :
I drank a lot of water yesterday morning.
She cleaned the floor last night.
In this house, I spent the night with her last month.
My family went to Bogor on the last new year.
Past tense merupakan tenses yang berbicara mengenai peristiwa di masa lampau. Ini erat kaitannya dengan apa yang Anda lakukan kemarin, tadi pagi, kemarin siang, minggu lalu, bulan lalu, dan tahun lalu. Sebagai contoh, Anda makan malam bersama dengan keluarga kemarin malam, dia mencuci baju tadi pagi, atau mereka mengepel lantai kemarin siang. Tiga contoh kalimat tersebut sama-sama mempunyai keterangan waktu lampau yaitu kemarin malam, tadi pagi, dan kemarin siang.
Pola kalimat : Subject + Past form (verb 2)
Penggunaan past tense
Di penjelasan ini, ada dua bagian penggunaan past tense yang bisa Anda temukan. Silakan lihat contoh lebih jauh pada kalimat-kalimat di bawah ini.
Peristiwa yang terjadi di masa lampau dan saat ini sudah selesai
Menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau dan dalam waktu yang spesifik, tetapi saat ini sudah tidak terjadi lagi.
Danny swam with me yesterday afternoon.
They played football without me last week.
The robber killed my friend last night.
I did my homework together with him last morning.
Rangkaian peristiwa yang terjadi di masa lampau
Saat Anda mempunyai rangkaian peristiwa yang ada di masa lampau, maka Anda bisa mengungkapkannya menggunakan simple past tense.
He came to us, turned on the light, and drank an alcohol.
She took my hand, asked me to open the door, and showed me a great bookcase.
Keterangan waktu yang bisa Anda gunakan pada simple past tense adalah :
Yesterday
Yesterday morning
The day before yesterday
Last night
Last week
Last year
Last moment
Just now
Past Continuous Tense
Contoh :
I was sleeping last morning.
They were running when I called.
She was cleaning the floor while I was wiping the windows.
Past continuous tense merupakan sebuah bentuk tenses untuk menyatakan peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau. Bentuk tenses ini, dapat disela oleh peristiwa lain, dan juga dapat digabungkan dengan peristiwa lainnya di waktu yang bersamaan. Misalnya, Anda sedang mencuci kemarin siang, saya sedang menyapu lantai ketika kamu mengetuk pintu tadi pagi, atau kita sedang membersihkan rumah ketika ada gempa tadi malam.
Contoh-contoh kalimat yang saya berikan menunjukkan bahwa terdapat peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau. Selain itu, peristiwa yang ada juga dapat berbarengan dengan peristiwa lainnya.
Pola kalimat : Subject + WAS/WERE + Continuous form (v-ing)
Advertisement
Penggunaan past continuous tense
Di penjelasan ini, ada lima penggunaan past continuous tense yang bisa Anda dapatkan. Silakan simak dan praktikkan pembuatan kalimatnya dengan baik.
Peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau dan tidak diketahui durasinya
Penggunaan pertama terkait dengan peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau, namun tidak diketahui secara pasti berapa lama peristiwa tersebut terjadi. Misalnya, “saya sedang mencuci baju kemarin siang”, kalimat tersebut menyatakan sebuah peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau atau kemarin siang. Kendati demikian, Anda tidak mengetahui berapa lama saya mencuci baju, Anda hanya mengatahui bahwa saya sedang mencuci baju kemarin siang.
She was getting dinner
They were watching a movie last night.
I was cooking yesterday morning.
She was wearing a wedding dress.
Peristiwa yang sedang terjadi namun disela oleh peristiwa lainnya
Penggunaan kedua dalam past continuous tense mencakup sebuah peristiwa yang sedang terjadi di masa lampau, kemudian peristiwa tersebut disela atau diinterupsi dengan peristiwa lainnya. Contohnya, “Anda sedang mencuci ketika telepon berbunyi tadi pagi”, “kemarin siang, saya sedang berlari ketika dia memanggil”.
Dari kedua contoh tersebut, tampak aktivitas “Anda sedang mencuci baju” diinterupsi oleh “telepon yang berbunyi. Begitu juga dengan contoh yang kedua, peristiwa “saya sedang berlari kemarin siang” diinterupsi oleh peristiwa “dia memanggil”.
She was sleeping when I called.
They were doing homework when the teacher came to the class.
I was making a note when the waiter gave me a bill.
My teacher was teaching in my class when his phone rang.
Peristiwa yang terjadi secara bersamaan
Selain diinterupsi oleh peristiwa lain, hal yang bisa terjadi dalam past continous tense adalah adanya peristiwa yang terjadi secara bersamaan dengan peristiwa lainnya. Ketika Anda menggunakan when pada penjelasan sebelumnya, maka kali ini gunakanlah while sebagai bentuk konektor pada peristiwa selanjutnya.
I was reading a book while my father was reading a newspaper.
My family was sitting together and talking.
She was staying at home while I was looking for firewood.
I was ordering a food while my brother was approaching her.
Permintaan sopan
Anda dapat menggunakan past continuous tense ketika ingin menyatakan sebuah permintaan secara sopan.
I was wondering if she could help us to open these doors.
We were thinking you could help me to answer those questions.
Past Perfect Tense
Contoh :
I have finished my housework before you came home.
She has studied for two hours before left home.
If I have been taught this material even for a little, I would have had a higher score. (Conditional type 3)
Tenses selanjutnya adalah past perfect tense. Digunakan untuk menyatakan peristiwa di masa lampau sebelum peristiwa lainnya terjadi. Misalnya, kemarin siang sebelum jam 12 siang, Anda telah makan sebanyak dua piring.
Itu berarti, Anda sudah melakukan suatu hal yaitu sebelum jam 12 siang kemarin, Anda telah makan dua piring. Selain itu, past perfect tense juga dapat digunakan dalam Conditional atau pengandaian bentuk ketiga.
Pola kalimat : Subject + Had + Past participle (verb 3)
Peristiwa yang telah selesai sebelum peristiwa lainnya di masa lampau
Pada dasarnya, statement tersebut sama seperti yang dijelaskan pada kalimat-kalimat di atas. Kalau dalam bahasa Indonesia misalnya, kemarin siang saya sudah mengerjakan tugas sebanyak dua halaman sebelum kamu datang. Jadi, “sebelum kamu datang kemarin siang” berarti “saya telah menyelesaikan tugas”.
Contoh lainnya, Anda telah bekerja selama dua jam sebelum bos datang kemarin pagi. Kalimat tersebut bermakna, sebelum kedatangan bos, seseorang telah bekerja dua jam. Jadi ada peristiwa yang terjadi sebelum kedatangan bos, yaitu pekerjaan yang telah selesai selama dua jam.
I have done my job before you called me to go.
In order to wait you, she has spent more than two hours before you came.
My sister had never visited me before I went to London.
She has stolen the car before the police came.
Third Conditional (Pengandaian bentuk ketiga)
Apa itu conditional atau pengandaian? Anda bisa melihat penjelasan tentang conditional tipe 1, 2, dan tipe ketiga dengan mengklik link ini.
If I learnt well, I would have passed those final exams.
If she obeyed me, she would not have had all of these problems.
If we got up earlier, we would not have been late.
Reported speech
Reported speech merupakan perkataan yang disampaikan oleh orang lain. Misalnya, dia berkata bahwa saya akan berwirausaha, dia berkata kepada saya bahwa tidak ada lagi orang baik di dunia ini. Kedua contoh kalimat tersebut merupakan contoh reported speech dalam bahasa Indonesia.
Andina told me that she has seen all of these horror movies.
Andika said that he has been taught by that teacher for over 2 years.
She asked if I had eaten.
Past Perfect Continuous Tense
Past perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah dan sedang berlangsung kemudian diinterupsi oleh peristiwa lainnya. Jika dalam bahasa Indonesia, contohnya adalah, Anda sudah dan sedang menunggu pacar Anda ketika ayah Anda datang secara tiba-tiba kemarin siang.
Artinya, ketika Anda sudah lama menunggu pacar Anda dan bahkan sedang menunggunya, tiba-tiba ayah Anda datang. Ada aktivitas yang sudah dan sedang terjadi di masa lampau sebelum diinterupsi oleh peristiwa berikutnya.
Pola kalimat : Subject + Had + Been + Present participle (verb-ing)
The boys had been doing their homework for an hour when my friends arrived there.
He had been dating with my sister for a half year when my father came to Indonesia.
I had been talking with Janet for over an hour before my mother phoned me.
gerund
Published :
16.52
Author :
adam_aprilian
Pengertian gerund
Gerund adalah kata kerja berbentuk -ing yang dipakai sebagai kata benda, gerund berbentuk sama seperti bentuk dalam present participle/V-ing, Perbedaan antara present participle adalah bahwa gerund merupakan kata benda sedangkan present participle adalah kata sifat.
Beberapa fungsi dari gerund, yaitu;
1. Gerund sebagai Subject
Contoh;
- Smoking is not good for health (merokok itu tidak baik untuk kesehatan)
- Speaking too long makes them bored (berbicara terlalu lama membuat mereka bosan)
- Reading is my hobby (membaca itu adalah hobi ku)
Keterangan;
Smoking, speaking dan reading adalah Gerund sebagai Subject-nya
2. Gerund sebagai Object
A. Object of verb (object kata kerja)
Contoh; -
- l like singing very much (Aku suka menyanyi sangat banyak)
- The boy lates playing footbal (Anak laki-laki itu lambat bermain foot
- I don't mind visiting you (Saya tidak keberatan mengunjungi Anda)
Beberapa kata kerja (verb) yang harus diikuti oleh gerund, yaitu;
Admint, appreciate, avoid, anticipate, continue, deny, delay, detest, enjoy, excuse, finish, forgive, keep, mind, heglect, practise, prevent,risk, understand, quit.
Artinya;
Mengakui, menghargai, menghindari, mengantisipasi, lanjutkan, menyangkal, menunda, benci, menikmati, maaf, selesaikan, mengampuni, tetap, pikiran, heglect, praktek, mencegah, risiko, mengerti, berhenti.
Contoh dalam kalimat kata kerja (verb) yang harus diikuti oleh gerund;
-I appreciated her helping me (saya menghargai dia membantu ku)
-She avoided talking to me (dia menghindari bicara padaku)
-He considered moving to pandeglang (dia mempertimbangkan pindah ke pandeglang),
-dst.
B. Object of preposition (object kata depan)
Contoh;
-They go on talking about the beautiful teacher (mereka melanjutkan pembicaraan tentang guru cantik itu)
-She is good at speaking English (dia bagus dalam berbicara bahasa inggris)
-Before explaining the lesson, the teacher always say''Hello'' (sebelum menjelaskan pelajaran, guru itu selalu mengucapkan salam )
Ada bentuk gerund juga dipakai sesudah phrase, yaitu;
1. can't stand = tidak tahan
2. can't bear = tidak tahan
3. can't avoid = tidak tahan
4. can't help = tidak tahan/ tidak sampai hati
5. it's no use = tidak ada gunannya
6. take to = membiasakan
7. insist on = mendesak, memaksa
8. it's worth = patut, pantas
9. to be use to = terbiasa
10. object to = menolak, keberatan
11. to be accustomed to = terbiasa
12. to be looking forward to = menanti, menunggu
13. to get use to = terbiasa
Contohnya;
-l can't stand waiting for him too long (saya tidak tahan menunggu nya terlalu lama)
-She is accustomed to working hard (dia membiasakan untuk bekerja keras)
-it's no use crying for her (tidak ada gunannya menangis untuknya)
-dst
3. Gerund sebagai Complement/ pelengkap
Contohnya;
-My favorit sport is volly ball (olah raga paporit ku adalah bola volly)
-Her hobby is singing (hobi nya dalah menyanyi)
-His habit is day dreaming (kebiasaannya adalah menghayal)
4. Gerund sebagai noun modifier (menerangkan)
Contohnya;
-The children are swimming in the swimming pool (anak-anak itu sedang berenang di kolam renang)
-The reading book is on the table (buku bacaan itu diatas meja)
-My honey is waiting for me in waiting room (pacarku sedang menunggu ku di ruang tunggu)
NOTE:
A. kata kerja/ verb : need, want, require, apabila diikuti gerund mempunyai makna passive.
Contoh;
-The house needs painting (rumah itu butuh di cat/ diwarnai)
-The flowers need watering (bunga-bunga itu butuh disirami)
-The grass requires cutting (ruput itu butuh di potng),
dst, sob....
B. kata kerja ''Go'' apabila diikuti gerund mengandung ekpresi yang kebanyakan adalah Recreational activities (aktivitas-aktivitas rekreasi)
Go + GERUND
Contohnya yaitu;
-Go hiking
-go hunting (pergi berburu)
-go swimming (pergi berenang)
-go fishing (pergi memancing)
-go shopping (pergi belanja),
dst.
That's all my sharing about 'Definisi atau pengertian, fungsi dan contoh gerund, may useful and happy blogging , , :)
Referencies :
-Understanding and Using English Grammar-Betty Schrampfer Azar
-Fundamentals of English Grammar-A Faidlal Rahman Ali, SE. Par
-Englis Grammar In Use-Raymond Murphy, ect
Sumber Dari: http://www.pendidikanbahasainggris.com/2013/06/definisi-atau-pengertian-fungsi-dan.html#ixzz3zFZDCEnH
expressing sadness
Published :
16.48
Author :
adam_aprilian
Expressing Sadness
Oh, I just don’t know what to do
Please leave me alone
Come on! It can not be as bad as all that..
I can see why you’re so sad…but…
expressing love
Published :
16.46
Author :
adam_aprilian
(Expressing Love)
"I Love You" merupakan ungkapan perasaan cinta paling populer yang sering digunakan orang. Tapi sebenarnya ungkapan cinta tidak hanya itu saja. Ada banyak ungkapan cinta memakai Bahasa Inggris yang bisa kita gunakan.
I fall in love with you.
Let me love you.
I have a crush on you.
Let me be with you.
I think I love you.
Berikut ini adalah contoh dialog mengungkapkan cinta menggunakan Bahasa Inggris. Materi ini ditujukan bagi rekan-rekan pelajar kelas XI SMA/MA yang mencari tugas membuat dialog mengungkapkan rasa cinta (expressing love).
Sinta : Hi, honey. What's up?
Brad : I'm sad. I have to tell you bad news.
Sinta : What is it, honey? Don't make me anxious!
Brad : I have to leave you, honey.
Sinta : Why? Don't leave me. You know I love you.
Brad : Yea, I know it. I love you too. I have to go abroad for 2 years.
Sinta : What? You're going to leave me for so long?
Brad : I get scholarship for studying at Oxford University. Next month, I'm going to go.
Sinta : Oh, although I feel afraid. But, I'm happy to hear that. We can still contact using YM and Skype, right?
Brad : Thanks honey. You're my everything.
Sinta : I love you so much.
Selasa, 27 Oktober 2015
advice expressing
Published :
18.38
Author :
adam_aprilian
Giving Advice is to give (someone) a recommendation about what should be done .
Warning is admonition notice, or pointing out on existing or potential danger, specially to one who would otherwise would not be aware of it.
Here are some ways which we can give give advice or make recommendations:
For example, imagine that your friend is worried that she is getting fat. She asks you for some advice. You can respond using the following phrases:
You should take some exercise.
You ought to eat more fruit and vegetables.
Why don't you go jogging?
How about eating less sugary food?
For stronger advice you can use 'have to' or 'must':
You must see a doctor
You have to take her to see that movie. She'll love it!
Using suggest and recommend
There are two ways which we can use 'recommend' and 'suggest':
I suggest taking a holiday.
I suggest (that) you take a holiday.
I recommend going to bed earlier.
I recommend (that) you go to bed earlier.
Using imperatives to give advice
We can use imperative verbs + '-ing' to give advice. Let's look at some more examples using your fat friend!:
Start going to the gym.
Stop drinking so much coke.
Consider switching to brown bread and rice.
Try cycling to work.
Expressions Of Asking for Advice
•What should…………………………….. ?
•What do you think should………… ?
•What do you advise?
•Could you give me some advice for ….?
•What you would advice?
•What would you do if……….?
•Do you think I should …..?
Expressions of Giving Advice
•You should/ought to……….
•I think you should/ought to………
•You ought to………………
•I advise you to
•If I were you, I would……..
•I would recommend that you ……
•You’d better tell …………..
•You must to……………….
warning expressing
Published :
18.33
Author :
adam_aprilian
Expressing Warning/ Ungkapan Peringatan digunakan untuk menyatakan sebuah peringatan terhadap seseorang atau orang lain. Materi ini biasanya ada diberikan di kelas XI SMA.
Contoh dari Ungkapan Peringatan antara lain:
Informative Notice/ Pemberitahuan
Out of Order (untuk mesin yang tidak berfungsi normal)
No Vacancies (tidak ada lowongan di sebuah kantor)
Sold Out (tiket terjual habis)
Do this/ mohon dilaksanakan
Please queue other side, Keep right
Larangan
No smoking, No littering, Keep the grass
Hati-hati
Watch your head Beware of fierce dog
Nasehat
Be careful, dear. Take care, please
Contoh dialog:
udin : I have to go now guys
seni : Take care, please. See you.
Rabu, 12 Agustus 2015
advertisement adalah
Published :
21.49
Author :
adam_aprilian
Pengertian Advertisement Text In English iklan bahasa inggris
23.28 Posted by uswatun khasanah No Comments
Pengertian Advertisement In English iklan bahasa inggris. After we discuss about invitation text . Now I want discuss about advertisement text . Do you know about Advertisement ?
Explanation About Advertisement text
Text advertisement is a text that has the objective to announce a something that appeals to many people and that adds a well-known product in all public.( Text advertisement adalah sebuah teks yang memiliki tujuan untuk mengumumkan sebuah sesuatu agar menarik bagi banyak orang dan agar suatu produk tambah terkenal di semua kalangan umum.)
Purpose of Advertisement text (" Tujuan Advertisement ")
The purpose of advertisement text. is to announce about a case or a product to the public, or in other words to introduce a product to the public in order to buy and attracted to the product being advertised ("Tujuan advertisement text. adalah untuk mengumumkan tentang suatu hal atau produk kepada masyarakat atau dalam kata lain untuk mengenalkan sebuah produk ke masyarakat agar dapat membeli dan tertarik kepada produk yang di iklankan")
Advertisement text component
Title
is part of the advertisement text that is a major component or the main topic, Great Announcement Sample Sale Up to 50% on the banner at the supermarket or hypermarket.(''adalah bagian dari advertisement text yang merupakan komponen utama atau topik utama, Contoh Pengumuman Great sale Up to 50% pada baner yang ada di supermarket atau hypermarket ''. )
explanation
Contains an explanation of what the content of the advertisements and usually accompanied by elephantiasis interesting words to attract visitors to be able to follow what is appropriate at the announcement of advertisement text.("Penjelasan berisikan tentang apa isi dari iklan tersebut dan biasanya disertai kata kata menarik untut menarik minat pengunjung agar dapat mengikuti apa yang ada sesuai pada pengumuman advertisement text.")
For The Example you Can see At Here Untuk Contoh Lihat disini
I say thanks for reading my article about Pengertian Advertisement Text In English iklan bahasa inggris and i say thanks for visit my site.
Catatan: ( JIKA ANDA INGIN MENCETAK ARTIKEL INI GUNAKAN SNIPPINGTOOL di Komputer anda Terimakasih )
Share this
SATISFACTION AND DISSATISFACTION
Published :
21.19
Author :
adam_aprilian
EXPRESSING SATISFACTION & DISSATISFACTION
PUBLISHED OCTOBER 26, 2012 BY RAISYAPALIS
Expressing satisfaction is an expression for a feeling of happiness or pleasure because you have achieved something or got what you wanted.
Dissatisfaction expression is a feeling we express when we do not get as enough as we hope and feel disappointed with some conditions, we must be dissatisfied.
Example of informal expressing satisfaction and dissatisfaction
Satisfaction :
•Super!
•Great!
•Terrific!
•Fantastic!
•Smashing!
•Perfect
Dissatisfaction :
•Horrible!
•Very sad!
•Annoying!
•Disappointing!
•Frustrating!
•How bad!
Example Expressing Satisfaction
-It is with great pleasure that…!
-It gives me great satisfaction..
-I’m very pleased with it
-A most delightful example of..
-What a beautiful story!
-Great, love it.
-I’m content with.
Example Expressing Dissatisfaction
-It is disappointing that.!
-It is unacceptable
-This is the limit I won’t take any more of…
-Well, this is most unsatisfactory.
-The concert is so boring.
-What an awful meeting
-It’s not as good as I thought.
Formula of formal satisfaction expression
1. … to be + very pleased with …
2. … to be + content with …
3. … to be + satisfied with …
4. … to be + very delighted …
Example :
1.I am very pleased with his attitude
2.She is satisfied with the result
3.I am very delighted with the taste of this soup
Formula of formal dissatisfaction expression
•1. … to be + displeased with …
•2. … to be + discontented with …
•3. … to be + dissatisfied with …
•4. … to be + disappointed with …
•5. … To be + not satisfied with…
Example :
1. I am displeased with his attitude
2. I am discontented with the room service
3. I am disappointed with the concert
Expressing Satisfaction Dialogue
•Robert : How do you feel about this food?
•Terry : Wow….. I am very satisfied. It’s very delicious. Great!
•Robert : Yes, I think so. Would you have anymore?
•Terry : Yes, of course.
•Robert : I will take some for my younger sister. She’ll be very happy.
•Terry : Yeah and I will take for my mom at home.
•Robert : OK. Let’s go home. I never feel satisfied before.
•Terry : So am I.
Expressing Dissatisfaction Dialogue
•Paul : Have you read today’s newspaper?
•James : Not yet. Is it interesting?
•Paul : Yes, the apology from the company. Take a look. The paper is over there.
•James : (Picking up the newspaper and starting to read it) Is that all?
•Paul : Yes.
•James : This is not enough. I’m not satisfied yet. The size of the ads should have been half of the page. Besides, the company only apologized but they didn’t mention what they would do.
asking and giving opinion
Published :
20.46
Author :
adam_aprilian
ASKING & GIVING OPINION
meminta dan memberikan pendapat
Opinion includes the words of opinion and argument/ reasons.
Opinion dialogue is a dialog consists of two persons or more who have opinion each others. It can use the expressions, such as in my opinion, in my view, I think etc.
Argument dialogue is a dialog that states the arguments or reasons. It can use the words such as first, second etc for arranging arguments.
Asking opinion :
Formal :
Have you got any comments on …..
Do you have any idea?
Do you have any opinion on ……
Would you give me your opinion on……….?
What is your reaction to ……
What is your opinion about……….?
What are you feeling about………….?
What are your views on……….?
Please give me your frank opinion?
Informal:
What do you think of…….?
What do you think about………?
What is your opinion?
Why do they behave like that?
Do you think it’s going?
How do you like?
How was the trip?
How do you think of Rina’s idea ?
How do you feel about this dicition?
Giving opinion
Formal :
I personally believe …..
I personally consider ….
I personally think /feel ….
I hold the opinion ….
My own view of the matter is ……
Well, personally …….
If I had my view, I would …..
Informal
I think I like it.
I don’t think I care for it.
I think it’s good/nice/terrific……..
I think that awful/ not nice/ terrible…………
I don’t think much of it.
I think that……..
In my opinion, I would rather……….
In my case …..
What I’m more concerned with ….
What I have in my mind is………
The way I see is that…………
No everyone will agree with me, but ….
To my mind …..
From my point of view ….
Dialog Example
Mr. Zoe : What do you think of my new house?
Shane : It is beautiful. I think. Oh you have many novels in your new house.
Mr. Zoe : Yeah, some. I like Andrea Hirata’s novels.
Shane : How do you feel about Andrea Hirata’s novels ?
Mr. Zoe : I feel they are great novels.
Shane : Yes, you are right. I think it is going to rain.
Mr. Zoe : I don’t think so. Look outside at the sky! It’s so clear. No clouds there.
Shane : But I watched the weather forecast yesterday. It said that today is going
to rain. OK Mr. Zoe see you.
Senin, 08 Juni 2015
noun
Published :
20.59
Author :
adam_aprilian
Noun Phrases
NOUN PHRASES
Suatu frasa (=phrase) adalah sekelompok kata yang di dalamnya terdapat satu kata pokok (=headword) dengan kata-kata yang lain menerangkan kata pokok tersebut.
Frasa Benda (Noun Pharases) :
Suatu frasa benda adalah suatu frasa di mana kata pokoknya adalah kata benda dengan kata-kata lain yang menerangkan kata benda tersebut.
Kata atau kata-kata yang menerangkan ini bisa terletak di depan atau di belakang kata benda itu.
Pembentukan Frasa Benda :
Frasa benda bisa di bentuk dengan susunan kata-kata seperti berikut :
1. a) Idefinite Article + Noun
yang di maksud dengan Idefinite article adalah kata (sandang) a dan an.
Contoh : a truck an examination an investment
Rangkaian kata a truck adalah suatu frasa kata benda, a menerangkan kata benda truck ; truck adalah kata kepala (headword) dalam frasa tersebut, a adalah kata yang menerangkan kata kepala.
Penjelasan :
# a atau an artinya satu (sebuah, sebutir, sebatang, seekor, dsb) dan diletakkan di depan kata benda yang di terangkan.
# a digunakan apabila kata yang mengikutinya berawal dengan bunyi mati, misalnya : a man, a star dll. An digunakan apabila kata berikunya berawalan dengan bunyi hidup, misalnya : an astrich, an exam, dll.
# a atau an hanya diikuti oleh kat benda yang bisa dihitung (countable nouns) dan jumlahnya satu atau kata benda tunggal (singular).
b) Definite Article + Noun
yang dimaksud dengan Definite article adalah kata sandang The.
Contoh : the ship the soup the cars the model
Rangkaian kata kata dia atas adalah frasa benda. The menarangkan kata benda ship, soup, cars model. Kata-kata ship, soup, cars,model adalah kata-kata kepala ; the menerangkan kata kepala.
Penjelasan :
# the sering diartikan : tersebut, itu, tadi.
# the bisa diikuti oleh benda yang jumlahnya satu atau tunggal, misalnya the sea, the process, dll; atau diikuti oleh benda yang jumlahnya lebih dari satu atau jamak, misalnya the people, the poets,dll; dan bisa pula diikuti oleh benda yang tak bisa dihitung, misalnya the water, the nitrogen.
c) Demonstrative Adjective + Noun
yang dimaksud dengan demonstrative adjective adalah kata this, these, that, dan those.
Contoh : This song That poem those disasters
That stranger These tragedies this liquid
Penjelasan :
# This dan that digunakan bila bendanya tunggal atau bila bendanya tak bisa dihitung ; these dan those bila bendanya jamak.
d) Possesive Adjective + Noun
yang dimaksud dengan possessive adjective adalah kata-kata yang menyatakan pemilik sesuatu, misalnya my, yours, his, her, its, our, their, jean’s, Mr.Jones’, dab.
Contoh : Her computers your ideas brittany’s question
Penjelasan :
# Orang atau sesuatu yang menjadi pemilik sesuatu dinyatakan dengan ‘s , misalnya Han’s house, the sun’s energy, dll.
# Bila pemiliknya sudah berakhir dengan –s , tambahkan saja tanda (‘) tanpa –s, misalnya Hans’ racket, students’, dsb.
2. Numerals (kata bilangan)
Yang dimaksud dengan numerals adalah one, two, three, ten, dst.
Contoh : two tympanis (=dua buah timpani)
Four members (=empat orang anggota)
Three guest (=ketiga tamu)
3. Quantitative adjective + Noun
Adalah kata yang menyatakan banyaknya suatu benda, misalnya some, any, much, many, a lot of, few, a little, dsb.
Contoh : some marvels much wine many wife
Penjelasan :
# Some dan any berarti ‘beberapa’ atau ‘sedikit’. Some dan any digunakan untuk menerangkan semua benda (singular, plural, countable, uncountable).
# much dan many berarti banyak. Much untuk menerangkan uncountable nouns ; many untuk countable nouns.
# a lot of untuk menerangkan benda jamak dan uncountable nouns.
# few and a little berarti sedikit (lebih sedikit daripada some atau any). Few untuk menerangkan plural nouns ; a little untuk menerangkan uncountable nouns.
4. Qualitative adjective + Noun
Adalah kata yang menunjukan sifat atau keadaan suatu benda, misalnya : white, large, important, harmless, dsb.
Contoh : kind treatments clear sky underpaid works
Pembentukan Noun phrase dengan of
Of digunakan untuk menggabung dua nouns atau noun phrases, dimana noun yang di depan merupakan bagian dari atau milik noun di belakang of dan keseluruhannya membentuk noun phrases baru ; frase benda ini masih bisa dihubungkan dengan of dengan frasa lain hingga tak terbatas.
Contoh : the roof of the house (=atap rumah)
N. phrases N. phrases
tesis
Published :
20.52
Author :
adam_aprilian
Rumus 16 tenses beserta contoh
Posted by YogieTKJ On Rabu, 29 Agustus 2012 12 komentar
Sobat enterkey seperti kita ketahui bahwa Tenses adalah bentuk waktu yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.Karena dengan Tenses kita bisa menggunakan kalimat yang sesuai dengan keadaan. Misalnya, keadaan yang biasa kita lakukan, sedang berlangsung,akan kita lakukan ,lampau dan lain-lain.
Pemakaian kata kerja yang dipergunakan untuk suatu perbuatan yang dilakukan dengan kebiasaan, berbeda dengan pemakaian kata kerja yang dipergunakan dalam kegiatan yang sedang berlangsung dan kata kerja di pergunakan untuk perbuatan lampau, itu juga berbeda. Tapi, kita harus ingat Cuma yang beda hanya bentuknya saja.
Tenses yang dipergunakan dalam bahasa Inggris itu jumlahnya ada 16 waktu, yang lebih dikenal dengan sebutan “16 tenses “. Maka lebih jelasnya perhatikan bentuk-bentuk waktu berikut:
1 PRESENT TENSE
2 PRESENT CONTINOUS TENSE
3 PAST TENSE
4 PAST CONTINOUS TENSE
5 SIMPLE FUTURE TENSE
6 PAST FUTURE TENSE
7 PRESENT PERFECT TENSE
8 PAST PERFECT TENSE
9 FUTURE CONTINOUS TENSE
10 PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSE
11 PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
12 FUTURE PERFECT TENSE
13 FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE
14 FUTURE PAST CONTINOUS TENSE
15 FUTURE PAST PERFECT TENSE
16 FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
Berikut ini adalah contoh-contoh tenses sebagai berikut:
PRESENT TENSES
*Rumus:
1) Positif (+) = S+V1(es/s)+O
2) Negatif (-) = S+Do/does+Not+V1+O
3) Introgatif(?) =Do/does+S+V1+O
*Example:
1. (+) He writes a letter every month
(-) He doesn’t writes a letter every month
(?) Dors he writes a letter every month?
2. (+) She teaches English every week
(- ) She doesn’t teaches English every week
(?) Does she teaches English every week?
3.(+) They studys matematic every day
(- ) They don’t studys matematic every day
(?) Do they studys matematic every day?
4.(+) She works in the office every Monday to Saturday
(- ) She doesn’t works in the office every Monday to Saturday
(?) Does she works in the office every Monday to Saturday?
5.(+) They go to Jakarta every years
(- ) They don’t go to Jakarta every years
(? ) Do they go to Jakarta every years?
B.FUNGSI PRESENT TENSES
1. Dilakukan untuk melakukan perbuatan kebiasaan:
Ex:(+) He is works every day
(-) He is not works every day
(?) Is he works every day?
2. Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum:
Ex:(+) A week has seven day
(-) A week has not seven day
(?) Has a week seven day?
C. Time Signal
1. Usually
Ex: I usually get up at 5 o’clock
2. Always
Ex: I always drink milk
3. Often
Ex: I often goes to my grand mother house
4. Generally
Ex: A rectangular has four corner
5. Seldom
Ex: She seldom goes to school by car
PRESENT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif : S+V.ing+O
2. Negatif : S+do/does+not+V1+O
3. Introgatif : Do/does +S+V1+O
*Example:
1. (+) I am teaching English at the first grade of SMK 2 MEI
(-) I am not teaching English at the first grade of SMK 2 MEI
(?) Am I teaching Englidh at the first grade of SMK 2 MEI?
2. (+) you are writing present continous now
(-) you are not writing present continous now
(?) are you writing present continous now?
3. (+) we are learning tenses now
(-) we are not learning tenses now
(?) are we learning tenses now?
4. (+) I am going to school now
(-) I am not going to school now
(?) Am I going to school now?
5. (+) Daus and Anis are running now
(-) Daus and Anis are not running now
(?) are Daus and Anis running now?
B. FUNGSI PRESENT CONTINOUS TENSE
a. Digunakan untuk menyatakan perbuatan yang sedang terjadi
Ex: (+) I am going to Jakarta Now
(-) I am not going to Jakarta now
(?) Am I going to Jakarta now?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang bersifat sementara
Ex: (+) Chindy is writing now but he will explain soon
(-) Chindy is not writing now but he will explain soon
(?) Is Chindy writing now but he will explain soon?
C.TIME SIGNAL
1. Today
Ex : Iam today teaching English
2. Right now
Ex : Rini is working right now
3. When
Ex : Rina is coming hear when I go to park
4. Now
Ex : Roy is going to Bandung now
5. Still
Ex : He is still angry to me
PAST TENSES
*Rumus:
1. Positif (+) : S+V2+O
Negatif (-) : S+Did not+V2+O
Introgatif (?): Did+S+V2+O
*Example:
1. (+) Sarah invite me last week
(-) Sarah did not invite last week
(?) Did Sarah invite last week?
2. (+) I went to Jakarta yesterday
(-) I went not to Jakarta yesterday
(?) went I to Jakarta yesterday?
3. (+) You watch tv last week
(-) You did not watch tv last week
(?) Did you watch tv last week?
4. (+) I wrote letter to her last week
(-) I wrote not letter her last week
(?) Wrotw I letter her last week?
5. (+) It rain since at five o’clock
(-) It did not rain since at five o’clock
(?) Did it rain since at five o’clock?
B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang dimulai dan kejadian ituberakhir , pada masa yang lampau. Dan sampai sekarang ini , sudah tidak ada hubungannya lagi. Kejadian yang lampau itu, baik dilakukan secara berkali-kali atau sekali.
Ex: (+) I went yesterday
(-) I did not went yesterday
(?) Did I went yesterday?
C. TIME SIGNAL
1. Last Year
Ex: I went to Yogjakarta last year
2. Yesterday
Ex: Dini went to my home yesterday
3. Last Week
Ex: I fineshed my worked lasr week
4. Ago
Ex: She taught English three days ago
5. Last Saturday
Ex: I went to here last Saturday
PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+was/were+vVing+O
2. Negatif (-): S+was/were+not+v.ing+o
3. introgatif (?): was/were+S+v.ing+o
*Examp;e:
1. (+)The third year student were sitting behind the teacher’s now yesterday
(-) The third year student were not sitting behind the teacher’s now yesrterday
(?) Were the third year student sitting behind the teacher’s now yesterday?
2. (+) He was playing football yesterday
(-) He was not playing football yesterday
(?) was he playing football yesterday?
3. (+) They were working in the office yesterday
(-) They were not working in the office yesterday
(?) Were they working in the office yesterday?
4. (+) Tuti was reading a novel when I come yesterday
(-) Tuti was not reading a novel when I come yesterday
(?) was Tuti reading a novel when I come yesterday?
5. (+) They were studying Biologi at ten O’clock last Friday
(-) They were not studying Biologi at ten o’clock last Friday
(?) were they studying Biologi at temn o’clock last Friday?
B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang sedang berlangsungdalam waktu yang bersamaan di masa yang lampau.
Ex: (+) I was going to garden when it began to rain
(-) I was not going to garden when it began to rain
(?) Was I going to garden when it gegan to rain?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada masa yang lampau.
Ex: (+) at three o’clock last week, She was reading
(-) at three o’clock last week,She was not reading
(?) at three o’clock last week,was she reading?
c. Bentuk ini, juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang bersamaan waktu dan berlangsung lama pada masa yang lampau.
Ex: (+) I was reading a book, while Ani writing a letter
(-) I was not reading a book,while Ani writing a letter
(?) Was I reading a book,while Ani writing a letter?
C. TIME SIGNAL
1. Last Week
Ex: at seven o’clock last week
2. Yesterday
Ex: all day yesterday
SIMPLE FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall+/will+V1+O
2. Negatif(-): S+shall/will+not+V1+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+V1+O
*Example:
1. (+) He will go to Pasir Panjang tomorrow morning
(-) He will not go to Pasir Panjang tomorrow morning
(?) Will he go to pasir Panjang tomorrow morning?
2. (+) I shall study hard next mounth
(-) I shall not study hard next mounth
(?) Shall I study hard next mounth?
3. (+) I am go to Singkawang tomorrow
(-) I am not go to Singkawang tomorrow
(?) Am I ga to Sngkawang tomorrow?
4. (+) She will write this lesson next week
(-) She will not write this lesson next week
(?) will She write this lesson next week?
5. (+) I shall go to Medan tomorrow
(-) I shall not go to Medan tomorrow
(?) Shall I go to Medan tomorrow?
B. FUNGSI SIMPLE FUTURE TENSES
a. digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan.
Ex: (+) I shall go to Surakarta tomorrow
(-) I shall not go to Surakarta tomorrow
(?) Shall I go to Surakarta tomorrow?
b. Juga bisa digunakan untuk menyatakan syatu janji.
Ex: (+) I shall give you book tomorrow
(-) I shall not give you book tomorrow
(?) Shall I give you book tomorrow?
c. Digunakan untuk menyatakan suatu janji,tapi dengan syarat:
Ex: (+) Your mother will give you a new car if you past your exams
(-) Your mother will not give you a new car if you past your exams
(?) Will your mother give you a new car if you past your exams?
d. Digunakan untuk menyantks\an meminta tolong kepada seseorang.
Ex: (+) you will help me lift this table
(-) You will not help me lift this table
(?) Will you help me lift this table?
C. TIME SIGNAL
1. Tomorrow
Ex: I shall work tomorrow
2. next week
Ex: I shall teach next week
3. Next Mounth
Ex: He will study in here next mounth
PAST FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+V1+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+V1+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+V1+O
*Example:
1. (+) I should go to Mojosari next day
(-) I should not go to Mojosari next day
(?) Should I go to Mojosari next day?
2. (+) He would by a car the day before
(-) He would not by a car the day before
(?) Would He by a car the day before?
3. (+) He would come if you invited him
(-) He would not come if you invited him
(?) Would he come if you invited him?
4. (+) You would give me this pen last Saturday
(-) You would not give me this pen last Saturday
(?) Would you give me this pen last Saturday?
5. (+) She would have breakfast before at seven
(-) She would not have breakfast before at seven
(?) Would she have breakfast before at seven?
B. FUNGSI PAST FUTURE TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan pada masa lampau.
Ex: (+) I should go to England last year
(-) I should not go to England last year
(?) Should I go to England last year?
C. TIME SIGNAL
1. Last year
Ex: He would go to Semarang last year
2. Last week
Ex: They would trip a Paris last week
3. Before
Ex: I should by a car the day before
4. Next day
Ex: She should go to Riau next day
5. Invited
Ex: They would come if you invited him
PRESENT PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Posituf (+) : S+have/has+V3+O
2. Negatif (-) : S+have/has+not+V3+O
3. Introgatif (?): Have/has+S+V3+O
*Example:
1. (+) We have learned English for two years
(-) We have not learned English for two years
(?) Have we learned English for two years?
2. (+) She has taught English since 1988
(-) She has not taught English since 1988
(?) Has she taught English since 1988?
3. (+) He has been to Jakarta before
(-) He has not been to Jakarta before
(?) Has he been to Jakarta before?
4. (+) He has a written a letter for thirty minutes
(-) He has not a written a letter for thirty minutes
(?) Has he a written a letter for thirty minutes?
5. (+) I have just spoken to him
(-) I have not just spoken to him
(?) Have I just spoken to him?
B. FUNGSI PRESENT PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian di masa yang lampau tanpa menyebutkan waktu yang khusus (tertentu).
Ex: (+) I have gone to school
(-) I have not gone to school
(?) Have I gone to school?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan di masa lampau dan kegiatan masih berlangsung sampai saat ini.
Ex: (+) I have learned in the 2 Mei school since 2000
(-) I have not learned in the 2 Mei school since 2000
(?) Have I learned in the 2 Mei school since 2000?
c. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang baru saja telah terjadi.
Ex: (+) I have just read my book
(-) I have not just read my book
(?) Have I just read my book?
C. TIME SIGNAL
1. Already
Ex: have had breakfast already
2. Three Times
Ex: I have been drink medicine three times a day
3. Finally
Ex: finally, He has started to finally
PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+had+V3+O
2. Negatif (-): S+had not+V3+o
3. Intrigattif (?):Had+S+V3+O
*Example:
1. (+) The train had left before I arrived
(-) The train had not left before I arrived
(?) Had the train left before I arrived?
2. (+) I had copied the lesson before she come home
(-) I had not copied the lesson before she come home
(?) Had I copied the lesson before she come home?
3. (+) I had come home before I week three
(-) I had not come home before I week three
(?) Had I come home before I week three?
4. (+) I had written this lesson before he called me
(-) I had not written a lesson before he called me
(?) Had I written a lesson before he called me?
5. (+) When my brother arrived, I had painted my car
(-) When my brother arrived, I had not painted my car
(?) When my brother arrived, had I painted my car?
B. FUNGSI PAST PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan kejadian yang selesai sebelum kejadian lain terjadi dimasa lampau.
Ex: (+) I had come home before I when three
(-) I had not come home before I when three
(?) Had I come home before I when three?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang terjadi sebelum waktu tertentu dimasa yang lampau.
Ex: (+) By the end of the mounth, she had lived here
(-) By the end of the mounth, she had not lived here
(?) Had by the end of the mounth, she lived here?
C. TIME SIGNAL
1. On
Ex: On sunday morning, I painted my car
2. When
Ex: When my brother arrived, I had painted my car
3. Before
Ex: The train had left before I arrived
4. After
Ex: She told me her name after I had asked her twice
FUTURE CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall/will+be+Ving+O
2. Negatif (-): S+shall/will+not+be+Ving+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+be+ving+O
*Example:
1. (+) I shall be waiting for you in this station at four
(-) I shall not be waiting for you in this station at four
(?) Shall I be waiting for you in this station at four?
2. (+) I shall be studying at this time tomorrow
(-) I shall not be studying at this time tomorrow
(?) Shall I be studying at this time tomorrow?
3. (+) I shall be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
(-) I shall not be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
(?) Shall I be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening?
4. (+) He will be working at this time tomorrow
(-) He will not be working at this time tomorrow
(?) Will he be working at this time tomorrow?
5. (+) She will going to be school together at seven o’clcok tomorrow
(-) She will not going to be school together at seven o’clock tomorrow
(?) Will she going to be school together at seven o’clock tomorrow?
B.FUNGSI FUTURE CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu rencana, yang dilaksanakan mendatang.
Ex: (+) I will be going to Pantai Prambanan tomorrow
(-) I will not going to Pantai Prambanan tomorrow
(?) Will I going to Pantai Prambanan tomorrow?
b. Untuk menyatakan suatu perbuatan akan dilakukan dengan waktu tertentu, pada masa mendatang.
Ex: (+) I shall be writing a letter at seven o’clock tomorrow
(-) I shall not be writing a letter at seven o’clock tomorrow
(?) Shall I be writing a letter at seven o’clock tomorrow?
C. TIME SIGNAL
1. At nine a o’clock tomorrow
Ex: I shall be working at nine a o’clock tomorrow morning
2. At this time next year
Ex: at this time next year, Peter will be traveling in Japan
PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+have/has+been+Ving+O
2. Negatif (-): S+have/has+not+been+Ving+O
3. Itrogatif (?): Have/has+S+been+Ving+O
*Example:
1. (+) I have been going to Pantai Samudra for my holiday since 2002
(-) I have not going to Painting Samudra for my holiday since 2002
(?) Have I going to Pantai Samudra for my holiday since 2002?
2. (+) Mr.Burhanudin Simanjuntak has been teaching at SMK 2 MEI since 2003
(-) Mr.Burhanudin Simanjuntak has not been teaching at SMK 2 MEI since 2003
(?) Has Mr.Burhanudin Simanjuntak been teaching at SMK 2 MEI since 2003?
3. (+) She has been painting every day for a long time
(-) She has not painting every day for a long time
(?) Has she painting every day or along time?
4. (+) It has been raining since at six o’clock
(-) It has not been raining since at six o’clock
(?) Has it been raining since at six o’clock?
5. (+) The girl has been crying since he was a child
(-) The girl has not been crying since he was a child
(?) Has the girl been crying since has was a child?
B. FUNGSI PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk mnyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan pada masa yang lampau, dan perbuatan itu masih berlangsung hingga saat ini.
Ex: (+) I have been going to my grandmother home for my holiday since 1990
(-) I have not been going to my grandmother home for my holiday since 1990
(?) Have I been going to my grandmother home for my holiday since 1990?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang telah terjadi dimasa lampau dan akan berlangsung sampiai sekarang.
Ex: (+) I have been studying here since 2000
(-) I have not been studying here since 2000
(?) Have I been studying here since 2000?
C. TIME SIGNAL
1. Since
Ex: We have been waiting for you since ne o’clock
2. For
Ex: She has been studying English for over five tears
3. This mounth
Ex: I have been studying at his place this mounth
PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+had+been+vVng+O
2. Negatif (-) :S+had+not+been+Ving+O
3. Introgatif (?): Had+s+been+ving+o
*Example:
1. (+) Dodi had been looking for the girl for a year before he applied her
(-) Dodi had not been looking for the girl for a year before heapplied her
(?) Had Dodi been looking for the girl for a year before he applied her?
2. (+) I had been playing a football when they came
(-) I had not been playing a football when they came
(?) Had I been playing a football when they came?
3. (+) She had been cooking a vegetable when he came
(-) She had not been cooking a vegetable when he came
(?) had she been cooking a vegetable when he came?
4. (+) When I came, his father had been leaving for six hours
(-) When I came, his father had not been leaving for six hours
(?) When I came, had his father been leaving for six hours?
5. (+) I had been waiting for you since at seven o’clock
(-) I had not been waiting for you since at seven o’clock
(?) Had I been waiting for you since at seven o’clock?
B. FUNGSI PASTPERFECT CONTINOUS TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang berlangsung lama
sebelum kejadian yang lain di masa yang lampau juga.
Ex: (+) I had been looking for the Ichigo for two week before we meet
(-) I had not been looking for the Ichigo for two week before we meet
(?) Had I been looking for the Ichigo for two week before we meet?
C. TIME SIGNAL
1. When
Ex: I finished my dinner, Peter had been
FUTURE PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+will/shall+have+V3+O
2. negatif (-) : S+will/shall+not+have+V3+O
3. Introgatif (?): Will/shall+S+have+V3+O
*Example:
1. (+) She will have written his lesson by time he go out
(-) She will not have written his lesson by time he go out
(?) Will she have written his lesson by time he go out?
2. (+) The game will finished by the time he get three
(-) The game will not finished by the time he get three
(?) Will the game finished by the time he get three?
3. (+) I shall have written a letter by eight o’clock tomorrow
(-) I shall not have written a letter by eight o’clock tomorrow
(?) Shall I have written a letter by eight o’clock tomorrow?
4. (+) We shall have played a basketball when he came
(-) We shall not have played a basketball when he came
(?) Shall we have played a basketball when he came?
5. (+) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will have left my house
(-) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will not have left my house
(?) When my uncle comes tomorrow, will my grandmother have left my house?
B. FUNGSI FUTURE PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu perbutan yang akan selesai, Sebelum waktu yang lain dimasa mendatang.
Ex: (+) By next week he will have read this book
(-) By next week he will not have read this book
(?) Will by next week he have read trhis book?
b. Juga digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa akn selesai sebelum perbuatan lain, dimasa yang akan datang.
Ex: (+) When I comes, my uncle will have left my house
(-) When I comes,my uncle will not have left my house
(?) Will when I comes,my uncle have left my house?
C.TIME SIGNAL
1. By the end of
Ex: John will have done his work by the end of this week
2. By next
Ex: By next week he will have read this book
FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall/will+have+been+Ving+O
2. Negatif (-): S+shall+will+not+have+been+Ving+O
3. Introgatif (?):Shall/will+S+have+been+Ving+O
*Example:
1. (+) I shall have been writing a letter at this time tomorrow
(-) I shall not have been writing a letter at this time tomorrow
(?) Shall I have been writing a letter at this time tomorrow?
2. (+) By next fast day I shall have been teaching here six mounths
(-) By next fast day I shall not have been teaching here six mounths
(?) By next fast day shall I have been teaching here six mounths?
3. (+) Next moon Hevy will have been studying here for two years
(-) Next moon Hevy will not have been studying here for two years
(?) Next moon will Hevy have been studying here for two years?
4. (+) Next week Bu Yusni will have been teaching at SMK 2 MEI school for one years
(-) Next week Bu Yusni will not have been teaching at SMK 2 MEI school for one year
(?) Next week will Bu Yusni have been teaching at SMK 2 MEI school for one year?
5. (+) He will have been working in the office at this time tomorrow
(-) He will not have been working in the office at this time tomorrow
(?) Will he have been working in the office at this time tomorrow?
B. FUNGSI FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah dikerakan pada masa yang lampau,dan masih berlangsung pada waktu tertentu dimasa yang akan datang.
Ex: By the end of this year we shall have been studying Jerman for five year
C. TIME SIGNAL
1. By the end of this year
Ex: by the end of this year we shall have been studying Jerman for four year
2. By the end of this month
Ex: By the end of this month, I shall have been working in this office for five years
FUTURE PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+be+Ving+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+be+V.ing+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+be+V.ing+O
*Example:
1. (+) I should be finishing this home work at this time following week
(-) I should not be finishing this home work at this time following week
(?) Should I be finishing this home work at this time following week?
2. (+) We should be going to beach the following week
(-) We should not be going to beach the following week
(?) Should we be going to beach the following week?
3. (+) He would be flag ceremony at this time the following day
(-) He would not be flag ceremony at this time the following day
(?) Would he be flag ceremony at this time the following day?
4. (+) She would be finishing this job at this time following moon
(-) She would not be finishing this job at this time following moon
(?) Would she be finishing this job at this time following moon?
5. (+) They would be having examination at this time the following year
(-) They would not be having examination at this time the following year
(?) Would they be having examination at this time the following year?
B. FUNGSI FUTURE PAST CONTINOUS TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang akan sedang dilakukan pada masa yang lampau.
Ex: I should be taking an examination at this time the following day
C. TIME SIGNAL
Last week
Ex: At six o’clock last week, I should be buying in this supermarket
FUTURE PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+have+V2+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+have+V2+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+not+have+V2+O
*Example:
1. (+) I should have paif if I had come here
(-) I should not have paif if I had come here
(?) Should I have paif if I had come here?
2. (+) He would have sucses if he had worked here
(-) He would not have sucses if he had worked here
(?) Would he have sucses if he had worked here?
3. (+) She would have graduated if she had studied hard
(-) She would not have graduated if she had studied hard
(?) Would she have graduated if she had studied hard?
4. (+) I hoped that you would have married before you worked here
(-) I hoped not that you would have married before you worked here
(?) Would I hoped that you have married before you worked here?
5. (+) I hoped that you would have paif before you come here
(-) I hoped not that you would have paif before you come here
(?) Would I hoped that you have paif before you come hare?
B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena syarat yang tidak terpenuhi, namun hanya sebagai bayangan saja.
Ex: (+) He would have graduated if he had studied hard
(-) He would not have graduated if he had studied hard
(?) Would he have graduated if he had studied hard?
C. TIME SIGNAL
1. If he had studied hard
Ex: They would have graduated if they had studied hard
FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+have+been+V.ing+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+have+been+V.ing+O
3. Inttrogatif (?): Should/would+S+have+been+V.ing+O
*Example:
1. (+) By last Febuary I should have been working this restaurant for one year
(-) By last Febuary I should not have been working this restaurant for one year
(?) should by last Febuary I have been working this restaurant for one year?
2. (+) By last July we should have been studying this school for three years
(-) By last July we should not have been studying this school for three year
(?) Should by last July we have been studying this school for three years?
3. (+) By last fast day he would have been living this apartement for five years
(-) By last fast day he would not have been living this apartement for five years
(?) Would by last fast day he have been living this apartement for five years?
4. (+) She would have been teaching English for one years by last Friday
(-) She would not have been teaching English for one years by last Friday
(?) Would she have been teaching English for one years by last Friday?
5. (+) The magazine would have been red by Anis
(-) The magazine would not have been red by Anis
(?) Would the magazine have been red by Anis?
B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah sedang berlangsung pada waktu yang lampau.
Ex: (+) By last lebaran I should have been working in that office for five years
(-) By last lebaran I should not have been working in that office for five years
(?) Should by last lebaran I have been working in that office for five years?
C. TIME SIGNAL
1. By the end of this week
Ex: By the ed of this week, I should have come here
2. By the end of this mounth
Ex: By the end of this mounth, He would have graduated studied
Senin, 04 Mei 2015
kurikulum di mata pengajar muda
Published :
20.20
Author :
adam_aprilian
KURIKULUM DI MATA PENGAJAR MUDA
(Catatan hasil Pelatihan Calon Pengajar Muda - Indonesia Mengajar 28 September 2010)
Oleh: Zulfikri Anas, Pusat Kurikulum, Kemendiknas
e-mail :fikrieanas@yahoo.com, Blog: http://fikrieanas.wordpress.com/
Pengantar
Selamat kepada Anda yang berani menjadi guru. Resiko terbesar menjadi guru adalah kita harus mempertanggungjawabkan pekerjaan kita hari ini pada masa depan anak didik, sementara sebagai manusia, mereka diciptakan bukan secara kebetulan. Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa setiap manusia diberi peran dan tugas yang jelas sejak sang calon janin mulai diproses menjadi manusia dalam rahim Ibu, pesan-pesan yang dibawa melaluichromosom disampaikan dengan tepat dan dengan teknologi tercanggih di dunia. Pada sisi lain, pandangan agamis juga meyakini bahwa sebelum roh diterima dalam rahim, terjadilan sebuah perjanjian dan “kesepakatan” bahwa setiap manusia diberi tugas-tugas khas yang unik, ibarat planet yang memiliki orbit masing-masing. Ketika planet-planet tersebut konsisten pada orbitnya, terbangunlah sebuah harmoni dalam kehidupan.Harmoni dalam keberagaman.
Terkait dengan ini, prinsip dasar mengajar adalah memberikan pencerahan pada anak didik dari sinar yang kita miliki sampai mereka memiliki cahaya sendiri yang mampu menerangi hidupnya ke depan. Ini berarti, guru harus menyalakan cahayanya terlebih dulu sebelum menghidupkan cahaya orang lain. Ini berarati, semangat belajar (learn how to learn) akan tumbuh pada diri anak didik jika guru menunjukkan hal itu terlebih dulu. Pendekatan multiple intelligence menuntut bahwa sang guru memilikinya terlebih dulu, baru dapat diterapkan pada anak didik (children see, children do). Anak akan disiplin, santun, cerdas, kreatif, inovatif sepanjang gurunya memiliki itu semua. Pekerjaan menjadi pengajar memiliki resiko besar membawa “kesesatan” jika yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan perilaku sesuai dengan yang akan dibangun pada diri anak. Di sini dibutuhkan semangat, tekad, profesionalisme, dan kejeniusan.
Selamat……..para pengajar muda, semoga tetaplah menjadi guru bagi masyarakat apapun profesi Anda nanti. Memberi “tahu” kepada orang yang belum “tahu” wajib hukumnya. Ini perintah Agama!.Untuk merealisasikan itu semua, Tuhan telah memberikan kemampuan pada manusia.Tuhan tidak akan memberikan persoalan melebihi batas kemampuan seseorang. Ini berarti, ketika kita berhadapan dengan sebuah persoalan, sesungguhnya kemampuan untuk menyelesaikannya sudah ada dalam diri kita. Artinya lagi, sebuah pekerjaan “besar” tidak pernah diberikan kepada orang yang berkamampuan “kecil”! Jadi, “bersyukurlah” kepada-Nya ketika dianugerahi persoalan besar, dan bangkitkanlah kekuatan itu dari dalam diri seraya meminta kepada-Nya, “kuatkan diriku ya Tuhan”, jangan meminta “ringankan” bebanku, seperti pesan motivatif dari seorang Helen Keller.
-----oo0oo-----
Kurikulum=Mileu (Iklim Pembelajaran)
Diskusi tentang kurikulum seringkali menjadi topik yang membosankan dan terkadang mengundang pikiran sinis, skeptis, dan menganggap spele.Hal ini berawal ketika orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan tentang kurikulum menangkapnya dengan persepsi yang berbeda-beda.Di samping itu, dsikusi sering melebar, abstrak, tidak membumi dan sepertinya sulit diterapkan di negeri ini karena selalu menggunakan referensi asing. Menerapkan konsep dari referensi asing (negara lain) tidak menjadi masalah apabila kita dapat menterjemahkannya ke dalam situasi nyata di sekitar kita.
Menyadari hal ini sejak awal, dan mengingat audiensnya adalah para calon guru muda yang berlatarbelakang non kependidikan, saya memikirkan strategi apa yang cocok dan berupaya memberikan pemahaman bahwa kurikulum bukanlah hal yang “menakutkan”, bukan abstrak, dan juga bukan “pengekang” kreatifitas. Sebaliknya, kurikulum adalah sesuatu yang “bersahabat” dengan anak didik, ia bersifat konkrit, dan memberikan peluang bagi setiap peserta didik untuk mengeksplorasi potensi masing-masing. Dengan adanya kurikulum, pendidikan menjadi lebih terarah, terprogram, dan accountable.Dan menurut para hali, kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Para praktisi sering menyebutnya sebagai “instrumen” yang membantu mempercepat proses pencapaian tujuan belajar. Sebagai “alat” (instrument), efek yang ditimbulkan oleh kurikulum bergantung pada profesionalisme yang menggunakan “alat” tersebut.Kurikulum dapat menumbuhkan, dan sebaliknya dapat “membunuh” kreatifitas.
Berdasarkan pengalaman saya melatih guru-guru di daerah-daerah, pada umumnya guru memandang dan memperlakukan kurikulum “hanya” sebagai kelengkapan adimistratif. Mereka pada umumnya merasa lebih nyaman ketika meng-copy format-format yang dicontohkan yang diperoleh melalui berbagai kegiatan sosiaisasi, pelatihan, dan model-model yang disebarkan ke semua sekolah, seringkali tanpa memahami esensi dari format-format tersebut.Lebih lanjut, mereka merasa pekerjaanya sudah” benar” ketika format-format yang gunakan sudah samadengan yang dicontohkan. Lalu, proses belajar-mengajar semata-mata hanya menjalankan instruksi yang ada pada format-format itu.Jika terjadi permasalahan atau ketidaksesuaian antara format dengan kondisi atau keperluan siswa, seringkali keperluan siswa yang “dikalahkan”. Seharusnya, format-format lah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karena kekeliruan dalam menggunakan format, dapat diedit dan diubah, tetapi kekeliruan dalam melakukan “tereatment” kepada anak didik akan berakibat fatal, dan sulit “diedit”.
Mengacu kepada aturan-aturan yang berlaku tentang KTSP, masing-masing sekolah diharuskan mengembangkan sendiri kurikulumnya dengan mempertimbangkan keberagaman kondisi daerah, tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik, keberagaman potensi, minat, dan bakat mereka. Agar pengembangan kurikulum sekolah tersebut tidak menjadi “liar” atau bebas tanpa batas, penyusunan KTSP harusmengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Artinya, selain Standar Isi, yang memuat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), satuan pendidikan mengembangkan sendiri semua perlengkapan teknis seperti silabus, RPP (lesson plan), dan rapor. Tentang format silabus, RPP, dan rapor, tidak ada ketentuan yang mengharuskan adanya keseragaman, setiap sekolah dapat merancang model silabus, RPP, dan rapor-nya masing-masing. Yang diatur secara nasional hanya komponen-komponen minimal yang harus ada, pengembangnnya diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Pengertian Tentang Kurikulum
Ada banyak pengertian tentang kurikulum. Sejarah awalnya istilah kurikulum berasal dari bahasa latin “curere” yang bermakna “lintasan pacu”. Text-book pertama yang membahas ini ditulis oleh John Franklin Bobbit pada tahun 1918. Inilah pertama kali istilah kurikulum di populerkan sebagai word for race-course, suatu “lintasan” yang ditempuh dalam proses belajar. Sesuai dengan akar kata tersebut, Bobbit memaknai kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman yang dilalui agar seorang anak menjadi dewasa, atau untuk menjadi sukses sebagai masyarakat yang dewasa (for success in adult society).Sejak itu, istilah ini menjadi populer di kalangan pendidikan yang kemudian disebut dengan “curriculum”.Todd (1965) dari Curriculum Development and Instructional Planning.Nederland mendefinisikan kurikulum sebagai “pengalaman pendidikan (belajar) yang terencana atau yang direncanakan oleh sekolah (satuan pendidikan) yang dapat diselenggarakan kapanpun (any time) dan dimanapun (any where) serta dalam keberagaman konteks sekolah sebagai bagian dari masyarakat”.
Ada beberapa katan kunci di sini, yaitu (1) pengalaman pendidikan/belajar yang direncanakan (planned educational experiences), (2) tidak terbatas oleh ruang dan waktu (any where, any time), (3) kontekstual dan fleksibel (multiple context of the school), (4) menjadi bagian dari masyarakat setempat (caring communities).
Berikut beberapa definisi kurikulum, Curriculum is:
• such “permanent” subjects as grammar, reading, logic, rhetoric, mathematics, and the greatest books of the Western world that best embody essential knowledge.
• those subjects that are most useful for living in contemporary society.
• all planned learnings for which the school is responsible.
• all the experiences learners have under the guidance of the school.
• the totality of learning experiences provided to students so that they can attain general skills and knowledge at a variety of learning sites.
• what the student constructs from working with the computer and its various networks, such as the Internet.
• the questioning of authority and the searching for complex views of human situations.
• all the experiences that learners have in the course of living.
(From Marsh, C. J. & Willis, G. (2003).Curriculum: Alternative approaches, ongoing issues. (3rded.). Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall.)
CURRICULUM IS “A CULTURAL CONSTRUCT”. “WHEN THESE PEOPLE CONSTRUCT THEIR CURRICULUM DOCUMENT THEY TAKE INTO ACCOUNT THE SOCIETY IN WHICH WE LIVE, THE NATURE OF SCHOOLS, THE NATURE OF LEARNERS AND THE RESOURCES AVAILABLE” (Print (1993:14)
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005, “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.
Dari sejumlah pengertian tersebut dapat dismpulkan bahwa kurikulum BUKANLAH SEKEDAR KELENGKAPAN ADMINISTRATIF, melainkan sebuah pertanggungjawaban atau jaminan (garansi) dunia pendidikan terhadap masa depan seseorang (anak didik). Dengan demikian kurikulum adalah sesuatu yang “hidup” dan dinamis mengikuti trend perkembangan ilmu pengetahuan, kehidupan masyarakat, budaya dan kebutuhan akan kemampuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup ke depan sebagaimana layaknya peran manusia yang diutus sebagai penyelesai masalah (problem solver).
Jumat, 03 April 2015
bahrul hayat.P.hD
Published :
19.01
Author :
adam_aprilian
Jakarta, bimasislam—Setelah hampir 8 tahun mengabdi di Kementerian Agama, Bahrul Hayat, Ph.D, kini telah meletakkan jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, dan digantikan oleh Prof. Dr. Nusyam, M. Si. Dalam sabutan perpisahannya di hadapan seluruh KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) di lingkungan Kementerian Agama di Auditorium Prof. HM. Rasyidi Gedung Kemenag RI (17/4), Bahrul Hayat menyampaikan dirinya awalnya tidak pernah terbayangkan akan mengabdi di Kementerian ini. “Pada tahun 2004, saya ditelepon oleh Menag saat itu, Bapak M. Maftuh Basyuni, agar saya hijrah pengabdian di Kementerian Agama sebagai Sekjen”, tegasnya.
Bahrul menegaskan, kata “hijrah” yang disampaikan oleh pak Maftuh terngiang hingga saat ini. “Saya meyakini bahwa mengabdi di Kementerian Agama bukanlah pengabdian biasa, tetapi sangat berat, karena Kementerian ini bukan saja melaksanakan tugas-tugas kepemrintahan, namun menjalankan tugas-tugas profetik, seperti soal-soal kerukunan, peningkatan penghayatan ajaran agama, dan lain-lain”. Jadi, imbuhnya, “bertugas di Kementerian ini merupakan panggila jiwa yang amat berat karena saya yakin Kementerian ini lebih kompleks daripada di Kementerian/Lembaga lainnya”, ungkapnya.
Satu hal yang menjadi kebanggaan saya selama saya bertugas ini adalah berdirinya gedung Kementerian ini, di jalan MH. Thamrin ini, sebagai gedung yang memiliki simbol-simbol menarik. “Gedung yang dibangun ini sangat berbeda dengan gedung yang lain, yaitu seperti ada sebuah kotak besar yang diikat oleh tali-tali melingkar. Makna filosofis dari itu adalah bahwa Kementerian Agama memiliki fungsi sebagai pengikat dari semua keperbedaan masyaraat bangsa, khususnya keyakinan dan agama. Yang kedua, pada latai 20 gedung ini, kalau malam hari lampu dinyalakan dengan cukup terang sebagai simbol bahwa Kementerian Agama sebagai penerang yang lain. Kementerian Agama berada di depan dalam kepeloporan nilai-nilai kebaikan”, tandasnya dengan berapi-api.
Di akhir sambutannya, Bahrul berpesan bahwa pihaknya memohon maaf kepada semua pihak yang telah bekerja sama selama ini jika ada salah dan khilaf. Namun, jika ada kebaikan, mohon tidak usah mengenang saya, karena ini merupakan kerja Tim. Sedangkan jika ada kekurangan atau kelemahan, silahkan tujukan kepada kami”, pintanya.
Selamat bertugas di medan juang yang lain pak Bahrul, terima kasih atas dedikasimu kepada Kementerian ini, semoga Allah selalu bersama Bapak. (bieb/foto:bimasislam) - See more at: http://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/terima-kasih-untuk-pak-bahrul-hayat-mantan-sekjen-kemenag-2006-2014#sthash.VWSUt8sV.dpuf
Jumat, 27 Maret 2015
Jumat, 27 Februari 2015
degree comparison
Published :
00.00
Author :
adam_aprilian
degree Comparison atau bentuk perbandingan adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan tingkat perbandingan. Dalam bahasa Inggris menggunakan 3 bentuk perbandingan, yaitu :
1. Positive Degree
2. Comparative Degree
3. Superlative Degree
Contoh :
- Widia is as big as Ajeng. ---------------> Positive Degree
(Widia sama besarnya dengan Ajeng.)
- Rina is bigger than Widia. ---------------> Comparative Degree
(Rina lebih besar daripada Widia)
- Mira is the biggest. ---------------> Superlative Degree
(Mira paling besar.)
1. POSITIVE DEGREE
Positive Degree (Tingkatan Biasa) adalah kata sifat yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau orang dalam keadaan sama dengan yang lainnya. Susunan kalimat ini dibentuk dengan menempatkan kata sifat ( adjectives) diantara dua as.
to be + as + adjective + as
Contoh :
- He is as tall as his uncle.
(Dia sama tinggi dengan pamannya.)
- Najlia is as smart as Rania.
(Najlia sama pandainya dengan Rania.)
- You are as small as my sister.
(Kamu sama kecilnya dengan kakak perempuan saya.)
2. COMPARATIVE DEGREE
Comparative Degree (Tingkatan Lebih) digunakan untuk menyatakan bahwa keadaan suatu benda atau orang lebih dari yang lainnya. Aturan pembentukan kalimat ini adalah sebagai berikut :
to be + comparative + than
Keterangan :
- Tambahkan akhiran "er" pada kata sifat ( adjectives ) yang pendek (umumnya terdiri dari satu atau dua suku kata), gabungkan dengan kata "than".
- Untuk kata sifat ( adjectives ) yang lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata "more" sebelum kata sifat, kemudian diikuti dengan kata "than".
Contoh :
- My house is larger than Doni's house.
(Rumah saya lebih luas daripada rumah Doni.)
- Magazine is more interesting than newspaper.
(Majalah lebih menarik daripada koran.)
- Mr.Jack is richer than Mr. Black.
(Tuan Jack lebih kaya daripada Tuan Black.)
Keterangan :
1. Kata sifat yang berakhiran huruf -e diubah menjadi comparative dengan menambahkan -r.
Contoh :
- brave : berani ---> braver : lebih berani
- large : luas ---> larger : lebih luas
- wide : lebar ---> wider : lebih lebar
- safe : aman ---> safer : lebih aman
- fine : bagus ---> finer : lebih bagus
2. Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan -er
- hard : keras ---> harder : lebih keras
- high : tinggi ---> higher : lebih tinggi
- low : rendah ---> lower : lebih rendah
- slow : pelan ---> slower : lebih pelan
- young ; muda ---> younger : lebih muda
3. Kata sifat yang berakhiran huruf mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah menjadi comparative dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian menambahkan -er.
- big : besar ---> : bigger: lebih besar
- fat : gemuk ---> fatter : lebih gemuk
- hot : panas ---> hotter : lebih panas
- thin : kurus ---> thinner : lebih kurus
4. Kata sifat yang berakhiran huruf -y setelah huruf mati dapat diubah menjadi comparative dengan menggantikan huruf -y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -er.
- crazy : gila ---> crazier : lebih gila
- easy : mudah ---> easier : lebih mudah
- happy : gembira ---> happier : lebih gembira
- lazy : mlas ---> lazier : lebih malas
- tidy : rapi ---> tidier : lebih rapi
5.Kata sifat yang berakhiran huruf -r, -er, -le, -ow dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan -er.
- clever : pandai ---> cleverer : lebih pandai
- near : dekat ---> nearer : lebih dekat
- poor : miskin ---> poorer : lebih miskin
- narrow : sempit ---> narrower : lebih sempit
- shallow : dangkal ---> shallower : lebih dangkal
6. Kata sifat yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dapat diubah menjadi comparative dengan menambahkan more.
- beautiful : cantik ---> more beautiful : lebih cantik
- delicious : enak ---> more delicious : lebih enak
- difficult : sulit ---> more difficult : lebih sulit
- important : penting ---> more important : lebih penting
- useful : berguna ---> more useful : lebih berguna
7. Beberapa kata sifat diubah menjadi comparative dengan pola yang tidak beraturan.
- good : bagus ---> better : lebih bagus
- bad : buruk ---> worse : lebih buruk
- little : sedikit ---> less : lebih sedikit
- much : banyak ---> more : lebih banyak
- far : jauh ---> farther/further : lebih jauh
3. SUPERLATIVE DEGREE
Superlative Degree (Tingkatan Paling) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu benda atau orang adalah paling dibanding lainnya.
to be + the superlative
Keterangan :
- Tambahkan akhiran "est" pada kalimat adjective yang pendek (umumnya yang terdiri dari satu atau dua suku kata). Dahului dengan kata sandang "the".
- Untuk kata sifat (adjectives) yang lebih panjang (lebih dari dua suku kata) umumnya didahului dengan kata "most" sebelum kata sifat itu. Dahului dengan kata "the".
- Kata sifat yang berakhiran dengan huruf -e diubah menjadi superlative dengan menambahkan huruf "-est".
Keterangan :
1. Kata sifat yang berakhiran huruf -e diubah menjadi superlative dengan menambahkan -st.
Contoh :
- brave : berani ---> bravest : paling berani
- large : luas ---> largest : paling luas
- wide : lebar ---> widest : paling lebar
- safe : aman ---> safest : paling aman
- fine : bagus ---> finest : paling bagus
2. Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan huruf mati dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan -est
- hard : keras ---> hardest : paling keras
- high : tinggi ---> highest : paling tinggi
- low : rendah ---> lowest: paling rendah
- slow : pelan ---> slowest : paling pelan
- young ; muda ---> youngest : lpaling muda
3. Kata sifat yang berakhiran huruf mati setelah satu huruf hidup yang berbunyi dapat diubah menjadi superlative dengan menggandakan huruf mati tersebut dan kemudian menambahkan -est.
- big : besar ---> : biggest: paling besar
- fat : gemuk ---> fattest : paling gemuk
- hot : panas ---> hottest : paling panas
- thin : kurus ---> thinnest : paling kurus
4. Kata sifat yang berakhiran huruf -y setelah huruf mati dapat diubah menjadi superlative dengan menggantikan huruf -y dengan huruf -i kemudian ditambahkan -est.
- crazy : gila ---> craziest : paling gila
- easy : mudah ---> easiest : paling mudah
- happy : gembira ---> happiest : paling gembira
- lazy : mlas ---> laziest : paling malas
- tidy : rapi ---> tidiest : paling rapi
5.Kata sifat yang berakhiran huruf -r, -er, -le, -ow dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan -est.
- clever : pandai ---> cleverest : paling pandai
- near : dekat ---> nearest : paling dekat
- poor : miskin ---> poorest : paling miskin
- narrow : sempit ---> narrowest : paling sempit
- shallow : dangkal ---> shallowest : lpaling dangkal
6. Kata sifat yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih dapat diubah menjadi superlative dengan menambahkan most.
- beautiful : cantik ---> most beautiful : paling cantik
- delicious : enak ---> most delicious : paling enak
- difficult : sulit ---> most difficult : paling sulit
- important : penting ---> most important : paling penting
- useful : berguna ---> most useful : paling berguna
7. Beberapa kata sifat diubah menjadi superlative dengan pola yang tidak beraturan.
- good : bagus ---> beest : paling bagus
- bad : buruk ---> worst : paling buruk
- little : sedikit ---> least : paling sedikit
- much : banyak ---> most : paling banyak
- far : jauh ---> farthest/furthest : paling jauh
Semoga bermanfaat.
Read more: http://www.kursusmudahbahasainggris.com/2013/11/pengertian-bentuk-dan-contoh-degrees-of.html#ixzz3SviqTzKM
Kamis, 26 Februari 2015
Rabu, 25 Februari 2015
comparative-contrastive
Published :
18.49
Author :
adam_aprilian
Megawati’s and Yudoyono’s family backgrounds show similarities and differences. Megawati is accustomed to living in state palace, her father was the former Indonesian president. Megawati has always had everything done for her. She hardly knows how to struggle for earning a living. She once entered a university but she didn’t finish it for certain reasons. She is not talkative and seems to hardly concern to others. Yudoyono is accustomed to living in a strict discipline manner, his father was an army. He is a loyalist. He has always worked hard to achieve what he wanted. Unlike Megawati, Yudoyono could finish his university education even until doctorate degree, instead of his military educational background. Yudoyono was a sociable person. Both of these notified figure used to served as high rank government officials in this country. Megawati and Yudoyono have a great contribution to this nation.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Text 1 After her husband had gone to work, Mrs. Richard sent her children to school and went upstairs to her bedroom. She was too excited to...
-
STR E NGT H (KEKUATAN) A. Kelembagaan § Memiliki Legalitas Formal diantaranya Akta Notaris dan Ijin Op e rasional dari ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan ...
-
Tajalli Allah Pada Diri Insan Ketika bayi di Alam Rahim [di dalam air ketuban] belum ada nyawa, baru ada hidup yaitu adanya RUH, RAS...
-
SAKSIKANLAH ALLAH DALAM SEGALA SESUATU انما يستوحش العباد والزهاد من كل شيء لغيبتهم عن الله في كل شيء فلو شهدوه في كل شيء لم يستوحشوا من ش...
-
Pendekatan Berbasis Teks (A text-based Approach) Implementasi Pendekatan Berbasis Teks (A text-based Approach) Dalam Pengajaran Jenis-jenis...
-
Sepintas mengenai pengertian Discovery, Invention, Innovation, dan Inovasi pembelajaran Sebelum kita mengetahui pengertian dari inovasi pemb...
-
Types Of Text (Jenis Teks Bahasa Inggris) - Dalam bahasa Inggris terdapat beberapa types of textatau yang biasa disebut dengan Genre. klasif...
-
UNIT 1 ONCE UPON A TIME …… karya mgmp karanganyar (Spoken Narrative) A. Building Knowledge of Field 1. Listening Activity 1. Listen to your...