Kata Motivasi
Translate
Pages
Cari Blog Ini
Jumlah Pengunjung
Tampilkan postingan dengan label pasca sarjana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasca sarjana. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 Februari 2016
gerund
Published :
16.52
Author :
adam_aprilian
Pengertian gerund
Gerund adalah kata kerja berbentuk -ing yang dipakai sebagai kata benda, gerund berbentuk sama seperti bentuk dalam present participle/V-ing, Perbedaan antara present participle adalah bahwa gerund merupakan kata benda sedangkan present participle adalah kata sifat.
Beberapa fungsi dari gerund, yaitu;
1. Gerund sebagai Subject
Contoh;
- Smoking is not good for health (merokok itu tidak baik untuk kesehatan)
- Speaking too long makes them bored (berbicara terlalu lama membuat mereka bosan)
- Reading is my hobby (membaca itu adalah hobi ku)
Keterangan;
Smoking, speaking dan reading adalah Gerund sebagai Subject-nya
2. Gerund sebagai Object
A. Object of verb (object kata kerja)
Contoh; -
- l like singing very much (Aku suka menyanyi sangat banyak)
- The boy lates playing footbal (Anak laki-laki itu lambat bermain foot
- I don't mind visiting you (Saya tidak keberatan mengunjungi Anda)
Beberapa kata kerja (verb) yang harus diikuti oleh gerund, yaitu;
Admint, appreciate, avoid, anticipate, continue, deny, delay, detest, enjoy, excuse, finish, forgive, keep, mind, heglect, practise, prevent,risk, understand, quit.
Artinya;
Mengakui, menghargai, menghindari, mengantisipasi, lanjutkan, menyangkal, menunda, benci, menikmati, maaf, selesaikan, mengampuni, tetap, pikiran, heglect, praktek, mencegah, risiko, mengerti, berhenti.
Contoh dalam kalimat kata kerja (verb) yang harus diikuti oleh gerund;
-I appreciated her helping me (saya menghargai dia membantu ku)
-She avoided talking to me (dia menghindari bicara padaku)
-He considered moving to pandeglang (dia mempertimbangkan pindah ke pandeglang),
-dst.
B. Object of preposition (object kata depan)
Contoh;
-They go on talking about the beautiful teacher (mereka melanjutkan pembicaraan tentang guru cantik itu)
-She is good at speaking English (dia bagus dalam berbicara bahasa inggris)
-Before explaining the lesson, the teacher always say''Hello'' (sebelum menjelaskan pelajaran, guru itu selalu mengucapkan salam )
Ada bentuk gerund juga dipakai sesudah phrase, yaitu;
1. can't stand = tidak tahan
2. can't bear = tidak tahan
3. can't avoid = tidak tahan
4. can't help = tidak tahan/ tidak sampai hati
5. it's no use = tidak ada gunannya
6. take to = membiasakan
7. insist on = mendesak, memaksa
8. it's worth = patut, pantas
9. to be use to = terbiasa
10. object to = menolak, keberatan
11. to be accustomed to = terbiasa
12. to be looking forward to = menanti, menunggu
13. to get use to = terbiasa
Contohnya;
-l can't stand waiting for him too long (saya tidak tahan menunggu nya terlalu lama)
-She is accustomed to working hard (dia membiasakan untuk bekerja keras)
-it's no use crying for her (tidak ada gunannya menangis untuknya)
-dst
3. Gerund sebagai Complement/ pelengkap
Contohnya;
-My favorit sport is volly ball (olah raga paporit ku adalah bola volly)
-Her hobby is singing (hobi nya dalah menyanyi)
-His habit is day dreaming (kebiasaannya adalah menghayal)
4. Gerund sebagai noun modifier (menerangkan)
Contohnya;
-The children are swimming in the swimming pool (anak-anak itu sedang berenang di kolam renang)
-The reading book is on the table (buku bacaan itu diatas meja)
-My honey is waiting for me in waiting room (pacarku sedang menunggu ku di ruang tunggu)
NOTE:
A. kata kerja/ verb : need, want, require, apabila diikuti gerund mempunyai makna passive.
Contoh;
-The house needs painting (rumah itu butuh di cat/ diwarnai)
-The flowers need watering (bunga-bunga itu butuh disirami)
-The grass requires cutting (ruput itu butuh di potng),
dst, sob....
B. kata kerja ''Go'' apabila diikuti gerund mengandung ekpresi yang kebanyakan adalah Recreational activities (aktivitas-aktivitas rekreasi)
Go + GERUND
Contohnya yaitu;
-Go hiking
-go hunting (pergi berburu)
-go swimming (pergi berenang)
-go fishing (pergi memancing)
-go shopping (pergi belanja),
dst.
That's all my sharing about 'Definisi atau pengertian, fungsi dan contoh gerund, may useful and happy blogging , , :)
Referencies :
-Understanding and Using English Grammar-Betty Schrampfer Azar
-Fundamentals of English Grammar-A Faidlal Rahman Ali, SE. Par
-Englis Grammar In Use-Raymond Murphy, ect
Sumber Dari: http://www.pendidikanbahasainggris.com/2013/06/definisi-atau-pengertian-fungsi-dan.html#ixzz3zFZDCEnH
expressing sadness
Published :
16.48
Author :
adam_aprilian
Expressing Sadness
Oh, I just don’t know what to do
Please leave me alone
Come on! It can not be as bad as all that..
I can see why you’re so sad…but…
expressing love
Published :
16.46
Author :
adam_aprilian
(Expressing Love)
"I Love You" merupakan ungkapan perasaan cinta paling populer yang sering digunakan orang. Tapi sebenarnya ungkapan cinta tidak hanya itu saja. Ada banyak ungkapan cinta memakai Bahasa Inggris yang bisa kita gunakan.
I fall in love with you.
Let me love you.
I have a crush on you.
Let me be with you.
I think I love you.
Berikut ini adalah contoh dialog mengungkapkan cinta menggunakan Bahasa Inggris. Materi ini ditujukan bagi rekan-rekan pelajar kelas XI SMA/MA yang mencari tugas membuat dialog mengungkapkan rasa cinta (expressing love).
Sinta : Hi, honey. What's up?
Brad : I'm sad. I have to tell you bad news.
Sinta : What is it, honey? Don't make me anxious!
Brad : I have to leave you, honey.
Sinta : Why? Don't leave me. You know I love you.
Brad : Yea, I know it. I love you too. I have to go abroad for 2 years.
Sinta : What? You're going to leave me for so long?
Brad : I get scholarship for studying at Oxford University. Next month, I'm going to go.
Sinta : Oh, although I feel afraid. But, I'm happy to hear that. We can still contact using YM and Skype, right?
Brad : Thanks honey. You're my everything.
Sinta : I love you so much.
Sabtu, 28 November 2015
peran tik dalam pendidikan
Published :
20.48
Author :
adam_aprilian
PERAN TIK DALAM PENDIDIKAN
PERAN TIK DALAM PENDIDIKAN
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ICT) yang sangat pesat memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua segi kehidupan kini telah dimasuki oleh ICT dengan taraf yang berbeda-beda, tak terkecuali pada bidang pendidikan. ICT yang secara sederhana disimbolkan oleh perangkat komputer dan jaringan internet serta perangkat komunikasi telah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan prorduktivitas kerja para pelaku pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. ICT tidak saja digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar tetapi juga untuk menopang kegiatan manajemen pendidikan.
Di era global seperti sekarang ini penguasaan terhadap teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan antara lain karena semakin besarnya tuntutan global terhadap kebutuhan informasi dan komunikasi untuk berbagai keperluan. Disamping itu, perkembangan ilmu pegetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang demikian cepat, mutlak harus dicermati dan diikuti melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi modern.
Untuk itu sangat tepat penerapan TIK yang sudah diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini. Penerapan TIK/ICT memiliki keunggulan yang sangat besar yaitu tersedianya informasi secara luas, cepat, dan tepat, adanya kemudahan dalam proses pembuatan administrasi dan dukungan proses belajar mengajar. Penerapan TIK juga memiliki keunggulan khas yaitu tidak terbatasi oleh tempat dan waktu.
Sebagai contoh penerapan TIK dalam proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telefon, komputer, internet, e-mail, dan lainnya. Selanjutnya Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Dosen dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan mahasiswa. Demikian pula mahasiswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu:
(1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalu komputer dengan menggunakan teknologi interet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik peradigma pembelajaran tradisional.
Selain itu penerapan TIK yang lain yaitu berupa sistem infromasi. Setiap sekolah atau perguruan tinggi hampir semua memiliki sistem informasi. Tujuanya yaitu untuk menampilkan informasi yang terkait dalam sekolah atau perguruan tersebut. Sistem informasi tersebut dapat berupa informasi mengenai profil sekolah/perguruan tinggi, sistem informasi pembayaran mahasiswa, sistem informasi pengecekan nilai, sistem informasi kegiatan siswa/mahasiswa dan masih banyak lagi sistem informasi yang diterapkan di sekolah atapun perguruan tinggi.
Dengan adanya penjelsan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa TIK/ICT memiliki keunggulan dan peran yang sangat besar dalam menjawab tantangan diera globalisasi ini khususnya dalam bidang pendidikan, dimana teknologi dan informasi berkembang sangat cepat sehingga mau tidak mau harus ada upaya untuk dapat mengikutinya.
Conto Peranan TIK Dalam Manajemen Sumberdaya Manusia
Pemanfaatan Multi Media Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
contoh praktis. Hypermedia dan multimedia memudahkan pendekatan yang belum pernah terjadi pada pembelajaran tradisional. Internet mempromosikan suatu alternatif jenis belajar dengan melakukan (learning by doing) di manapara siswa diminta untuk melakukan proyek yang berhubungan dengan situasi hidup nyata. Teknologi menyampaikan informasi dengan penekanan pada penciptaan dan explorasi aktif terhadap pengetahuan dibandingkan transfer informasi searah, yang memungkinkan siswa tersebut untuk mengguna ... TIK untuk PendidikanAda berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan TIK khususnya dalam konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang sebagaimana disarikan dari artikel Newer Technologies for the Learning Society (C.Villanueva, 2000).Secara umum, pengintegrasian secara penuh TIK kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimedia interaktif atau hypermedia belumlah dimanfaatkan secara meluas. A ... manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan Pemanfaatan TIK untuk PendidikanAda berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan TIK khususnya dalam konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang sebagaimana disarikan dari artikel Newer Technologies for the Learning Society (C.Villanueva, 2000).Secara umum, pengintegrasian secara penuh TIK kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimed ... manusia. Sampai saat ini, menurut TofFler, perkembangan tersebut telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian, dimana era pertanian ini telah berlangsung selama ratusan ribu tahun yang lalu bahkan sampai sekarang. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri, era industri ini telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan info ...
Read More
________________________________________
Pemanfaatan Multi Media Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Prof. Dr. Mustaji, M.Pd.
Disajikan dalam seminar AKAL Interaktif di TB. Gramedia EXSPO Surabaya,
Tanggal 29 Januari 2011
Pengantar
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Sampai saat ini, menurut TofFler, perkembangan tersebut telah mencapai gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi pertanian, dimana era pertanian ini telah berlangsung selama ratusan ribu tahun yang lalu bahkan sampai sekarang. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi industri, era industri ini telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi elektronika dan informatika. Perubahan dari era industri ke era informasi (global) ini hanya berlangsung dalam hitungan waktu tidak lebih dari setengah abad (Dryden dan Voss, 1999).
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan
Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan
Ada berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan TIK khususnya dalam konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang sebagaimana disarikan dari artikel Newer Technologies for the Learning Society (C.Villanueva, 2000).
1. Secara umum, pengintegrasian secara penuh TIK kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimedia interaktif atau hypermedia belumlah dimanfaatkan secara meluas. Aktivitas Online melibatkan internet dan intranet lebih banyak digunakan untuk keperluan komunikasi daripada sarana pendidikan interaktif.
2. Model pembelajaran campuran yang baru mulai muncul. Pembelajaran tatap muka dan aktivitas belajar online, video, multimedia dan sarana telekomunikasi menunjang berbagai proses pembelajaran, kadangkala dalam bentuk kombinasi dan kadangkala dalam bentuk yang lebih terintegrasi.
3. Pendidikan jarak jauh sekarang disajikan dalam dua cara yaitu synchronous mode di mana peserta menggunakan TIK untuk berkomunikasi pada waktu yang bersamaan dan asynchronous mode di mana para peserta belajar atau berkomunikasi secara mandiri pada waktu yang berbeda kapan saja mereka online (anytime-anywhere learning). Dalam kenyataannya pertemuan tatap muka atau interakasi (synchronous) masih diperlukan untuk menunjang belajar mandiri dan asynchronous agar belajar dapat lebih efektif. TIK memfasilitasi interaksi tingkat tinggi antara siswa, guru, dan materi pembelajaran berbasis komputer. Komunikasi dapat dinamis dan bervariasi sesuai keinginan siswa dan guru, dan ia dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti e-mail, mailing list, chat, bulletin board, and konferensi komputer.
4. TIK sudah menjadi suatu daya penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi. Bagaimanapun, dalam posisi ini banyak pendidik yang melihat teknologi online sebagai suatu jalan untuk pengajaran, pelajaran, dan praktek penguasaan baru, hanya mempunyai sedikit informasi tentang potensi dan penggunaan otentik dari ICT dalam pendidikan. Pengalaman menunjukkan bahwa pengenalan tentang teknologi di sekolah mengalami tiga fasa, yakni suatu tahap penggantian di mana praktek tradisional masih terjadi tetapi teknologi baru digunakan; suatu tahap transisi di mana praktek baru mulai muncul dan praktek lama dipertanyakan; dan suatu tahap transformasi di mana teknologi memungkinkan praktek baru dan praktek lama menjadi usang. Jika pendidik meminta dengan tegas atas penggunapan TIK sebagai pengganti praktek yang ada, mereka tidak dapat berperan untuk memecahkan permasalahan di bidang pendidikan yang saat ini mereka temui.
5. Pengenalan TIK di sekolah telah membawa suatu sikap yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa. Karena TKI dan belajar berbasis web menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar dari tujuan, proyek, aktivitas, dan latihan dalam pembelajaran dibanding kelas tradisional, minat dan motivasi siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan siswa terangsang karena pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi mereka seperti halnya akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang pendidikan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya termotivasi untuk mengajar dengan lebih kreatif. Portal pembelajaran menghubungkan para guru kepada sejumlah racangan pelajaran, panduan guru, dan soal-soal latihan siswa yang ditempatkan di Internet oleh institusi pemerintah, LSM, dan institusi pendidikan.
6. Kelas online cenderung untuk menjadi lebih sukses jika TIK dikombinasikan dengan suatu ilmu pendidikan yang tepat. Gelanggang pendidikan dari pembelajaran online masih sangat muda. Saat banyak institusi yang menawarkan kursus online, pemahaman mendalam tentang isu pedagogis yang berhubungan dengan pendidikan online masih belum diselidiki secara mendalam. Banyak kursus online yang hanya halaman web dikombinasikan dengan e-mail dan ruangan chatting tanpa landasan pedagogis. Pengalaman-pengalaman sukses menunjukkan bahwa telah ada suatu penurunan dari aktivitas dipandu guru seperti halnya penurunan jumlah pembelajaran tatap muka dan bergerak ke arah aktivitas yang berbentuk proyek dan pembelajaran mandiri sebagai hasil pemanfaatan TIK.
7. Pembelajaran online memungkinkan siswa mempunyai kendali lebih besar terhadap kegiatan dan isi pembelajaran. Lingkungan online mennempatkan siswa di tengah-tengah pengalaman belajar. Pada pembelajaran tradisional, pengulangan digunakan berkali-kali dengan memperkenalkan informasi yang sangat serupa dalam format berbeda atau dengan menanyakan pertanyaan yang sama dengan cara yang berbeda. Padahal banyak siswa tidak suka latihan yang berulang-ulang. Internet mendorong siswa untuk menggali informasi dan contoh praktis. Hypermedia dan multimedia memudahkan pendekatan yang belum pernah terjadi pada pembelajaran tradisional. Internet mempromosikan suatu alternatif jenis belajar dengan melakukan (learning by doing) di manapara siswa diminta untuk melakukan proyek yang berhubungan dengan situasi hidup nyata. Teknologi menyampaikan informasi dengan penekanan pada penciptaan dan explorasi aktif terhadap pengetahuan dibandingkan transfer informasi searah, yang memungkinkan siswa tersebut untuk menggunakan secara penuh kemampuan kognitif mereka sendiri.
8. Corak interaktif sumber belajar memungkinkan siswa untuk terus meningkatkan keterlibatannya dengan pengembangan isi dan dengan demikian berperan dalam suatu situasi belajar yang lebih otentik. Sebagai contoh, para siswa dapat mengakses perpustakaan maya di seluruh dunia. Dengan demikian mereka mempunyai akses ke sejumlah besar informasi dan sumber belajar yang luas yang tidak dapat dicapai dalam seting pembelajaran yang tunggal. Sejauh yang terkait dengan guru, sejumlah besar sumber belajar yang diletakkan di Internet telah membantu guru dalam menghadapi tantangan mengajar sehari-hari. Para guru dapat saling betukar rencangan pembelajaran, teknik pedagogis, dan strategi yang berhubungan dengan isu-isu dan permasalahan umum.
9. Pembelajaran online menyediakan perkakas teknis yang membuat belajar lebih mudah. Sebagai contoh, bahasa yang digunakan untuk mencari informasi dan bahan belajar adalah segera dan intuitif. Bahasa tersebut tidaklah harus dipelajari oleh pemakai dan dapat diadopsi dengan usaha minimal. Tatabahasa Dan sintaksis dasar dapat digunakan sebagai instrumen untuk mencari dan memperoleh informasi. Pengintegrasian komunikasi dan authoring tools, bersama dengan alat penghubung click¬to-connect telah berhasil dengan mantap mempermudah proses mengecek email, mengakses data, dan pengaturan atas koneksi konferensi komputer. Teknologi simulasi tau visualisasi dapat membantu siswa untuk belajar sistem yang kompleks dengan cara yang lebih kongkrit. Komunikasi percakapan berbasis komputer (Computer Mediated Chatting = CMC) dan bulletin board dapat melengkapi pertemuan tatap muka.
10. Pendidikan dan pelatihan guru sekarang meliputi pembelajaran kolaboratif dan just-in¬time. TIK membuka suatu dunia yang utuh dari belajar sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran asynchronous, dan pelatihan atas permintaan. TIK cukup fleksibel untuk memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang semakin meningkat.
11. TIK membantu memecahkan isolasi profesional yang banyak diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan dengan para profesional lain, rekan kerja, penasihat, universitas dan pusat keahlian, dan dengan sumber belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka kembangkan di Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru lainnya.
12. Penggunaan jaringan komputer untuk mempromosikan aktivitas belajar berkelompok menjadi semakin lebih populer. Teknologi komputer dalam pendidikan bergerak dari belajar mandiri ke metode belajar jarak jauh berkelompok. Dengan menggunaan perangkat komunikasi berbasis komputer dan kelompok belajar berbasis web, siswa dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliknya dengan mengkombinasikan usaha mereka untuk mengembangkan suatu aktivitas atau proyek. Belajar koperatif melalui komputer mempunyai efek positif atas kinerja tugas kelompok, prestasi individu, dan sikap terhadap belajar kolaboratif.
13. Universitas sedang memasuki fase kemitraan dengan sektor swasta, terutama sekali industri teknologi informasi, dalam rangka membantu menjaga kelangsungan hidup operasi dan keuangan dari program pendidikan berbasis TIK. Semakin banyak sekolah menyadari bahwa berhubungan dengan sektor bisnis tidak akan mengancam sistem persekolahan. Yang lain melihat suatu keuntungan dalam capitalising atas produk dan jasa pendidikan mereka. Persekutuan belajar di penyampaian produk dapat menawarkan berbagai manfaat, seperti pengurangan biaya-biaya pengembangan latihan, berbagi biaya-biaya penelitian dan pengembangan yang bersama, atau berbagi database dan isi perpustakaan.
14. TIK meningkatkan fungsi perpustakaan dan mengubah peran pustakawan secara hakiki. Sekolah tidak perlu melanjutkan penderitaan atas kelangkaan pendukung perpustakaan dengan memanfaatkan sumber belajar yang kaya yang tersedia di Internet.
Upaya Pemberdayaan Internet untuk pendidikan
Saat InI dunia telah berada dalam era komunikasi instan atau dikenal pula sebagai era informasi. Era informasi ditandai oleh pesatnya perkembangan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya komputer dan internet. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer (local/wide areal network) termasuk komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer yang terhubung kepadanya bisa saling melakukan komunikasi satu sama lain. Sebenarnya, internet awalnya lahir untuk suatu keperluan militer di Amerika Serikat. Pada awal tahun 1969 Advanced Research ProjectAgency (ARPA) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, membuat suatu eksperimen jaringan yang diberi namaARPAnet untuk mendukung keperluan penelitian (riset) kalangan militer. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya jaringan ini dipergunakan untuk keperluan riset perguruan tinggi, yang dimulai dengan University of California, Stanford Research Institute dan University of Utah (Cronin, 1996). Fasilitas aplikasi Internet cukup banyak sehingga mampu memberikan dukungan bagi keperluan militer, kalangan media massa, kalangan bisnis, maupun kalangan pendidikan.
Dalam kaitan pemanfaatannya untuk pendidikan, Ashby (1972) seperti dikutip oleh Miarso (2004), menyatakan bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya teknologi komunikasi dan informasi mutakhir, khususnya komputer dan internet untuk pendidikan. Revolusi ini memberi dampak terhadap beberapa kecenderungan pendidikan masa depan. Beberapa ciri tersebut, menurut Ashby seperti dikutip oleh Miarso (2004) adalah sebagai berikut:
1. Berkembangnya pembelajaran di luar kampus sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan.
2. Orang memperoleh akses lebih besar dari berbagai sumber belajar.
3. Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar menjadi ciri dominant dalam kampus.
4. Bangunan kampus berserak (tersebar) dari kampus inti di pusat dengan kampus satelit yang ada di tengah masyarakat.
5. Tumbuhnya profesi baru dalam dalam bidang media dan teknologi.
6. Tuntutan terhadap lebih banyak belajar mandiri.
Kecenderungan lain, seperti diungkapkan oleh Ryan et al (2000) adalah sebagai berikut:
• Teknologi yang ada saat ini dapat mentransformasi cara pengetahuan dikemas, disebarkan, diakses, diperoleh dan diukur. Sehingga merubah cara produksi dan penyampaian materi dari cetak dan analog ke dalam bentuk digital dalam bentuk DVD, CD-ROM, maupun bahan belajar on-line berbasis web lainnya.
• Orang akan lebih memilih metode belajar yang lebih luwes (flexible), mudah, dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya masing-masing. Sehingga memicu terjadinya pergeseran pola pendidikan dari tatap muka (konvensional) kearah pendidikan yang lebih terbuka. Dengan adanya teknologi internet ini sistem penyampaian dan komunikasi (de¬livery system and communication) antara siswa dengan guru, guru dengan guru atau siswa dengan siswa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara, baik secara bersamaan (synchronous) maupun (asynchronous). Beberapa bentuk komunikasi yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut (Purbo, 1997):
• Dialog elektronik (chatting); dialog elektronik adalah percakapan berbasis teks yang dapat dilakukan secara online dalam waktu bersamaan (synchronous) antara dua atau lebih pengguna internet. Contoh aplikasi dalam konteks pendidikan tinggi, dialog elektronik dapat digunakan untuk proses komunikasi antara dosen dengan beberapa orang mahasiswanya dalam mendiskusikan suatu topik perkuliahan tertentu.
• Surat elektronik (e-mail); surat elektronik merupakan suatu bentuk komunikasi tidak bersamaan (asynchronous) yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara mahasiswa dengan dosen atau mahasiswa dengan mahasiswa lain melalui surat yang disampaikan secara elektronik melalui internet. Berbeda dengan chatting, dengan cara ini umpan balik yang diperoleh mungkin tertunda.
• Konferensi kelompok melalui surat elektronik (mailing list); Mailing list merupakan perluasan dari e-mail dimana seseorang dapat mengirim pesan kepada sekelompok orang tertentu yang telah terdaftar untuk bergabung dalam kelompok diskusi. Sebagai contoh, seorang dosen memiliki daftar mahasiswa yang tergabung dalam kelompok mata kuliah tertentu. Pemberian tugas dan diskusi dapat dilakukan melalui fasilitas seperti ini.
• Konferensi jarak jauh (teleconference); konferensi jarak jauh dapat berupa konferensi audio maupun konferensi video. Kedua konferensi ini dapat dilakukan dengan cara "point to point" atau "multi point". Cara pertama dilakukan dalam dua tempat. Sedangkan cara kedua dilakukan dalam lebih dari dua tempat. Sebagai contoh, seorang guru dari sekolah tertentu dapat mendiskusikan suatu topik tertentu kepada siswa di beberapa sekolah lain dalam waktu bersamaan.
Edukasi.Net
Sebelum menjawab mengapa, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan EdukasiNet. Mengingat potensinya yang sangat luar biasa, seperti dijelaskan di atas, EdukasiNet hadir sebagai upaya memberdayakan potensi internet untuk kebutuhan pendidikan. Lebih tepatnya, EdukasiNet hadir sebagai sebagai salah satu media jaringan sekolah (schoolnet) di Indonesia. Jaringan sekolah adalah suatu kegiatan komunitas sekolah (guru, siswa, atau tenaga pendidik dan kependidikan lain) yang dimediasi oleh internet sebagai sarana komunikasi atau bertukar informasi satu sama lain. Terjadinya pertukaran informasi yang mudah dan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu melalui program jaringan sekolah ini memungkinkan terjadinya komunitas masyarakat informasi (knowledge-based society) dalam lingkup sekolah. Di masa mendatang diharapkan terjadi jaringan sekolah yang tidak hanya terjadi dalam skala lokal (nasional), tapi dalam skala yang lebih luas, yaitu re¬gional dan internasional. Jadi,
EdukasNet adalah program jaringan sekolah yang dikembangkan oleh Pustekkom yang berfungsi sebagai 1) wahana komunikasi lintas sekolah; 2) wadah sumber belajar; dan 3) wahana berbagi informasi antar sekolah di Indonesia. Sebagai portal pendidikan, EdukasiNet dapat diakses oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja melalui url: http://www.e-dukasi.net. Dengan tiga peran utama tersebut, maka EdukasiNet dapat berfungsi atau memerankan diri sebagai jaringan sekolah (schoolnet).
Mengapa EdukasiNet dikembangkan? Alasan pertama adalah untuk menjawab adanya kenyataan bahwa sampai dengan tahun 2002, sulit sekali ditemukan herbagai bahan belajar berbasis web yang berbahasa Indonesia dan sesuai dengan kurikulum. Saat itu, beberapa jaringan sekolah telah dikembangkan diantaranya adalah "Sekolah Online", `guru Online’. ’Jaringan Informasi Sekolah’, dan lain-lain. Tapi, sebagian besar belum menyediakan bahan belajar (content) yang sesuai dengan kurikulum. Alasan kedua, internet memungkinkan untuk dapat mendistribusikan informasi dengan cepat tanpa mengenal ruang dan waktu. Oleh sebab itu, pengalaman (best practices), ide, peristiwa/berita atau informasi lain berkaitan dengan pendidikan dan atau pembelajaran yang berasal dari suatu sekolah, guru, ahli dan lain-lain juga memungkinkan didistribusikan dengan cepat melalui internet. Alasan ketiga, dengan media internet, tidaklah mustahil antara guru dengan guru di sekolah yang berbeda, antara ahli, siswa dengan guru di tempat berbeda dapat saling berkomunikasi baik secara langsung (synchronous) maupun tertunda (asynchronous) untuk mendiskusikan suatu topik/ tema tertentu. Sehingga pertukaran pengetahuan dapat terjadi dan terdistribusi dengan cepat ke banyak sasaran secara efisien. EdukasiNet dirancang untuk dapat melakukan hal ini.
Terjadinya pertukaran informasi yang mudah dan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu melalui program jaringan sekolah (EdukasiNet) ini memungkinkan terjadinya komunitas masyarakat informasi (knowledge-based society) dalam lingkup sekolah. Ketiga hal tersebut merupakan tujuan utama (ultimate goal) dikembangkannya EdukasiNet.
Sebenarnya, EdukasiNet lahir setelah melalui beberapa proses kajian ilmiah sejak tahun 2002. Pada bulan Juni tahun 2002, pengembangan EdukasiNet diawali dengan penggalangan ~ dukungan dari lingkungan Depdiknas seperti Direktorat Pendidikan Menengah Umum, dan Direktorat Menengah Kejuruan serta dari kalangan luar Depdiknas seperti Divisi Risti PT. Telkom, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jaringan Informasi sekolah (JIS), ICT Watch, dan media massa yang bergerak dalam bidang teknologi informasi. Kegiatan tersebut kemudian diikuti dengan serangakaian kegiatan penyelenggaraan seminar e-learning pada tanggal 2 Juli 2002.
Sebagai portal yang dinamis, EdukasiNet akan senantiasa terus mengalami perbaikan sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi itu sendiri. Lantas ; apa manfaat EdukasiNet bagi para penggunanya? Manfaat EdukasiNet dapat dijelaskan ; sebagai berikut:
1. Sebagai Sumber Bahan Belajar:
• guru dan siswa dapat memperoleh berbagai bahan belajar yang meliputi bahan belajar yang berkaitan dengan semua mata pelajaran untuk SD, SMP dan SMA, modul online, pengetahuan populer, berita serta artikel pendidikan dengan cara mengunduh (mendownload) atau memanfaatkannya langsung dalam kelas;
• siswa dapat menguji kemampuan/kompetensi semua mata pelajaran yang dipelajarinya secara online;
• guru dapat memperoleh informasi mengenai teknik dan tips dalam belajar dan membelajarkan siswa;
• guru dapat berbagi ilmu dengan guru lain dengan cara mengirimkan karyanya berupa bahan belajar berbasis web ke administrator EdukasiNet untuk di-upload;
2. Sebagai Sarana Komunikasi dan Kolaborasi Lintas Sekolah
• Sekolah memperoleh ruang (space) untuk menampilkan web site sekolahnya masing¬masing sebagai sub domain EdukasiNet;
• Guru dapat mengirimkan ide, pengalaman, karya ilmiah atau berita pendidikan ke
• Siswa dapat berkomunikasi, berbagi ide dan pengalaman dengan sesama siswa dari
• Guru dapat berkomunikasi, berbagi ide dan pengalaman dengan sesama guru dari sekolah lain di Indonesia secara online dengan memanfaatkan fasilitas forum guru (melalui e-mail, millist atau chatting);
• adminstrator EdukasiNet untuk dipublish dalam feature artikel dan news EdukasiNet;
• sekolah lain dengan memanfaatkan fasilitas forum siswa.
Fasilitas/Feature EdukasiNet
Sumber Bahan Belajar (Learning Resource)
EdukasiNet menyediakan sumber belajar yang dirancang secara khusus dan dapat diakses dan atau di download secara gratis. Sumber belajar ini terdiri dari materi pokok, modul online, pengetahuan populer, serta teknik dan tips mengajar.
• Materi Pokok, yaitu bahan belajar yang meliputi semua mata pelajaran untuk SD, SMP, SMA atau yang sederajat dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Materi pokok ini dikembangkan secara bertahap, antara lain mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, dan mata pelajaran lainnya.
• Modul Online ini dirancang untuk siswa dan guru SMP-SMATerbuka dalam versi digital, sehingga mereka dapat mengambil/mencetak modul sesuai dengan kebutuhan. Namun siapapun Anda dapat memanfaatkan modul ini seperti mereka.
• Pengetahuan Populer, berisikan informasi praktis yang dikemas dengan gaya yang khas dan ringan. Topik yang disajikan dipilih yang populer dan bermanfaat bagi masyarakat. Topik-topik tersebut terhimpun dalam rubrik tertentu yang dibutuhkan pengguna. Di sini Anda dapat memilih rubrik yang menarik sesuai selera Anda. Rubrik tersebut antara lain Fotografi, Elektronika, Otomotif dan Teknologi Informasi, Lingkungan Hidup, Kesehatan, Fenomena Alam, Kiat Belajar, dll. Pengguna yang mempunyai bahan/informasi yang menarik untuk dimuat dalam rubrik ini dapat disampaikan kepada Admin EdukasiNet.
• Uji Kemampuan, berupa soal-soal latihan yang disusun berdasarkan standar kompetensi yang ada pada kurikulum sekolah. Di sini pengguna (khususnya siswa SD, SMP dan SMA atau yang sederajat) dapat berlatih mencoba sejauhmana penguasaan materi pelajaran di sekolah.
Interaksi Komunitas
Forum komunitas ini dirancang sebagai wahana tukar informasi antar pengguna EdukasiNet. Guru, siswa, mahasiswa, orang tua, pakar/praktisi atau siapapun yang peduli dengan pendidikan dapat bergabung secara aktif di sini. Interaksi komunitas ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sebagai berikut:
• Forum, Interaksi didalam forum ini dirancang untuk komunikasi antar guru dengan guru lain, siswa dengan siswa lain, guru dengan siswa dalam bentuk diskusi atau tukar informasi, pemikiran, saran, mata pelajaran, dan lainnya. Namun fo¬rum ini juga terbuka bagi siapapun yang peduli dengan pendidikan untuk aktif memberikan sumbangan pemikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan.
• Chatting Fasilitas ini memungkinkan pengguna dapat melakukan dialog secara elektronik (chat¬ting) secara langsung dengan pengguna lain di tempat yang berbeda secara real time.
lnfo
Fitur ini menyediakan layanan berupa artikel, news, event, dan web sekolah. secara lebih rinci, berbagai layanan dalam fitur ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Artikel Fitur ini menyediakan layanan artikel yang lebih difokuskan pada topik pendidikan dan informasi lainnya yang terkait dengan pendidikan. Melalui fasilitas ini pengguna tidak hanya berkesempatan membacanya, tetapi juga dapat men-downloadnya secara bebas dan gratis. Pengguna juga bisa menyumbangkan buah pikiran/tulisan ini dan dikirim melalui administrator EdukasiNet.
• News EdukasiNet menyediakaan fasilitas berita (news) yang dirancang dari, oleh, dan untuk pengguna. Oleh karena itu partisipasi aktif pengguna sangat menentukan dinamika feature ini.
• Kalender Kegiatan (Event) Fitur ini menyajikan informasi/berita tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh pengelola, ataupun oleh komunitas EdukasiNet khususnya sekolah.
• Web Sekolah EdukasiNet menyediakan fasilitas informasi tentang sekolah yang merupakan anggota (user member) dari EdukasiNet. Informasi ini tersimpan dalam aplikasi dan server EdukasiNet serta dapat diisi atau diedit oleh sekolah yang menjadi anggota.
Pola Pemanfaatan Bahan Belajar EdukasiNet di Sekolah
Bahan belajar yang ada di EdukasiNet dapat dimanfaatkan, khususnya oleh guru dan siswa dalam berbagai cara/pola sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah, guru maupun siswanya itu sendiri. Ada empat alternatif pola pemanfaatan EduaksiNet di sekolah, yatu: 1) pola pemanfaatan langsung (di lab komputer); 2) pola pemanfaatan di kelas; 3) pola penugasan; dan 4) pola individual.
• Pola Pemanfaatan Langsung (di Lab Komputer): Pola ini dapat dilakukan oleh sekolah yang telah memiliki lab komputer yang terhubung langsung A dengan internet. Siswa dapat secara individu (satu siswa satu komputer) dengan bimbingan guru mempelajari topik pelajaran tertentu. Bila jumlah komputer di lab tidak memungkinkan untuk belajar secara individu, siswa dapat belajar secara kelompok (antara 2 - 4 orang per komputer).
• Pola Pemanfaatan di Kelas: Apabila sekolah belum memiliki lab komputer, namun mempunyai sebuah LCD projector dan sebuah komputer (desktop/laptop) yang tersambung ke internet, maka pemanfaatannya dapat dilakukan dengan cara presentasi dan diskusi kelas. Bila komputer di kelas tidak terhubung ke internet, sebelumnya guru dapat men-Download terlebih dahulu topik pelajaran tertentu yang dibutuhkan dari EdukasiNet, kemudian dipresentasikan secara offline melalui LCD Projector di kelas. Untuk pola yang kedua ini, disarankan guru terlebih dahulu mengidentifikasi dan mendownload topik-topik yang dibutuhkan untuk kemudian dimanfaatkan di kelas. Bahan belajar yang ada di EdukasiNet dapat didownload secara gratis oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
• Pola Penugasan: Pola ini dapat dilakukan untuk sekaligus mengembangkan ICT Literacy siswa. Siswa, baik secara kelompok maupun individual diberikan tugas untuk menelusuri bahan belajartertentu di situs EdukasiNet (http:///www.e-dukasi.net)atau situs lain, kemudian siswa tersebut mempresentasikan dan mendiskusikan hasil karyanya tersebut di kelas atau siswa mengumpulkan tugasnya dalam bentuk tulisan, gambar, grafik dan lain-lain dengan memanfaatkan aplikasi komputertertentu (seperti MSWord, MS Powerpoint, Coreldraw, dll.). Untuk pola ini, disarankan guru yang menugaskan telah menelusuri dan menentukan alamat situs yang harus dibuka oleh siswa.
• Pola Pemanfaatan Individual: Yang dimaksud dengan pola individual disini adalah siswa atas inisiatif sendiri dibebaskan mengeksplorasi semua bahan belajar (baik materi pokok, pengetahuan populer, modul online, maupun uji kemampuan) yang ada dalam EdukasiNet. Siswa dapat mengakses EdukasiNet di sekolah, Warnet, atau rumah sesuai dengan kondisi masing-masing.
Penutup
EdukasiNet adalah portal jaringan sekolah yang dikembangkan oleh Pustekkom yang berfungsi sebagai 1) wahana komunikasi lintas sekolah; 2) wadah sumber belajar; dan 3) wahana berbagai informasi antar sekolah di Indonesia. EdukasiNet dapat diakses melalui url: http://www.e-dukasi.net. Sebagai portal jaringan sekolah, EdukasiNet menyediakan 1) bahan belajar (meliputi materi pokok, pengetahuan populer, modul online, dan uji kompetensi); 2) forum (meliputi forum diskusi untuk semua mata pelajaran, chatting dan milis; dan 3) informasi (yang meliputi artikel, berita, kalender kegiatan (event) dan web sekolah).
Sampai tanggal 28 Desember 2005, telah tercatat sebanyak 500.000 orang yang telah mengunjungi EdukasiNet. Disamping itu, tercatat 4.282 anggota aktif pengguna EdukasiNet. Jumlah ini masih sangat sedikit dibandingkan dengan portal lain yang telah maju seperti ilmukomputer.com, dan yang lainnya. Namun demikian, bagi mereka yang telah memanfaatkan EdukasiNet memberikan pendapat yang positif terhadap kehadiran EdukasiNet (37% menyatakan sangat baik dan 30% menyatakan baik). Sementara itu, jumlah bahan belajar yang telah diupload sebanyak 55 judul materi pokok, 79 judul modul online, dan 150 judul pengetahuan populer. Ke depan diharapkan EdukasiNet tidak hanya menyediakan bahan belajar untuk SMA saja, tapi juga untuk SMP dan SD. Untuk mempercepat peningkatan jumlah bahan belajar, diharapkan bahan belajar tidak hanya diproduksi oleh Pustekkom saja tapi juga dari guru atau komunitas pendidikan lainnya. Begitu pula halnya dengan artikel dan berita. Sementara itu, model musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dimasa mendatang dapat terjadi melalui forum diskusi per mata pelajaran yang ada dalam portal EdukasiNet. Sehingga diskusi (pertukaran informasi) dapat terjadi secara online tanpa harus berkumpul di satu tempat tertentu. Bahan belajar yang ada dalam EdukasiNet dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai dengan kondisi sekolah. Bahan belajar yang ada dalam EdukasiNet dapat dimanfaatkan dengan: 1) pola pemanfaatan langsung di lab komputer; 2) pola pemanfaatan di kelas; 3) pola penugasan; mupun 4) pola individual. Semua bahan belajar tersebut dapat didownload secara gratis oleh guru, siswa atau siapapun yang membutuhkan.
Namun demikian, dalam pemanfaatannya di lapangan, masih terdapat beberapa tantangan yang dihadapi untuk dapat membuat portal jaringan sekolah EdukasiNet ini berjalan dengan baik dan dinamis. Tantanga pertama adalah belum adanya relawan sebagai moderator untuk forum diskusi. Forum diskusi ini sebenarnya dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran. Misalnya, forum diskusi untuk mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan mata pelajaran lain. Sampai saat ini diskusi yang terjadi masih belum terarah atau tidak fokus pada topik/ tema tertentu. Sehingga, walaupun telah terjadi diskusi satu sama lain, tapi apa yang didiskusikan masih tidak menentu. Begitu pula halnya dengan forum diskusi mata pelajaran yang lainnya. Tantangan kedua adalah belum banyaknya guru (user EdukasiNet) yang mengirimkan artikel ilmiah berkaitan dengan pengalaman atau hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan atau lebih khusus berkaitan dengan pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu. Tantangan terakhir adalah kendala teknis yang klasik dihadapi seperti 1) sulitnya akses internet karena mahal dan kecepatan akses yang kurang memadai; 2) kebijakan sekolah yang belum mendukung; 3) tenaga guru yang menguasai komputer dan internet yang masih rendah; serta 4) anggaran sekolah yang masih rendah. Akhirnya, pemanfaatan internet di sekolah belum menjadi skala prioritas mengingat masih banyak kebutuhan lain yang lebih dianggap prioritas dibandingkan dengan internet dan lab komputer.
Sumber Kepustakaan
• Rusjdy S. Arifin. 2005. Jejak Langkah Perkembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Pustekkom Diknas
• Uwes Anis Khaeruman. 2005. Edukasi net di Indonesia. Jakarta: Pustekkom Diknas
• Yusufhadi Miarso. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Pustekkom Diknas
________________________________________
Tags
Soal Untuk Memilih Media Penyajian Standar Multimedia |Makalah Teknologi Komunikasi Pendidikan Berbasis Komputer Dan Multimedia Untuk Pendidikan |Pengaruh Penggunaan Media Lcd Proyektor Terhadap Hasil Belajar |Meningkatkan Kwalitas Pendidikan |Apa Arti Just Intime Msdm Pendidikan |Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Dengan Media Infokus |Paper Statistik Dan Komputer Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru |Pengaru TIK Di Dunia Pendidikan Pada Tingkat Smp |Pengaruh Media Informasi Terhadap Belajar |Artikel Pendidikan Kejuruan Dimasa Mendatang Dengan Bahasa Inggris |Jurnal Pemanfaatan Teknologi Benih |Pemanfaatan Teknologi Benih |Pemanfaatan Media Dan Teknologi Pengajaran |Proposal Pemanfaatan It Untuk Peningkatan Kinerja |Langkah Langkah Seorang Guru Dalam Membelajarkan Komputer Kepada Siswanya |Waktuyang Tepat Penggunaan Multi Media Dalam Pendidikan |Paper Pemanfaatan Teknologi Pendidikan Di Smp |Pemanfaatan Media Permainan Kartu Hitung Pada Materi Ajar Operasi Hitung Campuran Mata Pelajaran Matematika |Peningkatan Kualitas Penddikandengan Multimedia |Jurnal Pasca Visualisasi Sistem Informasi Multimedia |Bagaimana Posisi Pemanfaatan Multimedia Dalan Pendidikan Kejuruan |Penggunaan Media Fotografi Dalam Pendidikan |Artikel Berkaitan Pendidikan |Karya Ilmiah Mengenai Kebutuhan Teknologi Untuk Aktifitas Belajar Siswa |Manfaat Media Komunikasi Dalam Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa |
Show More Tags
Selasa, 27 Oktober 2015
advice expressing
Published :
18.38
Author :
adam_aprilian
Giving Advice is to give (someone) a recommendation about what should be done .
Warning is admonition notice, or pointing out on existing or potential danger, specially to one who would otherwise would not be aware of it.
Here are some ways which we can give give advice or make recommendations:
For example, imagine that your friend is worried that she is getting fat. She asks you for some advice. You can respond using the following phrases:
You should take some exercise.
You ought to eat more fruit and vegetables.
Why don't you go jogging?
How about eating less sugary food?
For stronger advice you can use 'have to' or 'must':
You must see a doctor
You have to take her to see that movie. She'll love it!
Using suggest and recommend
There are two ways which we can use 'recommend' and 'suggest':
I suggest taking a holiday.
I suggest (that) you take a holiday.
I recommend going to bed earlier.
I recommend (that) you go to bed earlier.
Using imperatives to give advice
We can use imperative verbs + '-ing' to give advice. Let's look at some more examples using your fat friend!:
Start going to the gym.
Stop drinking so much coke.
Consider switching to brown bread and rice.
Try cycling to work.
Expressions Of Asking for Advice
•What should…………………………….. ?
•What do you think should………… ?
•What do you advise?
•Could you give me some advice for ….?
•What you would advice?
•What would you do if……….?
•Do you think I should …..?
Expressions of Giving Advice
•You should/ought to……….
•I think you should/ought to………
•You ought to………………
•I advise you to
•If I were you, I would……..
•I would recommend that you ……
•You’d better tell …………..
•You must to……………….
warning expressing
Published :
18.33
Author :
adam_aprilian
Expressing Warning/ Ungkapan Peringatan digunakan untuk menyatakan sebuah peringatan terhadap seseorang atau orang lain. Materi ini biasanya ada diberikan di kelas XI SMA.
Contoh dari Ungkapan Peringatan antara lain:
Informative Notice/ Pemberitahuan
Out of Order (untuk mesin yang tidak berfungsi normal)
No Vacancies (tidak ada lowongan di sebuah kantor)
Sold Out (tiket terjual habis)
Do this/ mohon dilaksanakan
Please queue other side, Keep right
Larangan
No smoking, No littering, Keep the grass
Hati-hati
Watch your head Beware of fierce dog
Nasehat
Be careful, dear. Take care, please
Contoh dialog:
udin : I have to go now guys
seni : Take care, please. See you.
Rabu, 12 Agustus 2015
advertisement adalah
Published :
21.49
Author :
adam_aprilian
Pengertian Advertisement Text In English iklan bahasa inggris
23.28 Posted by uswatun khasanah No Comments
Pengertian Advertisement In English iklan bahasa inggris. After we discuss about invitation text . Now I want discuss about advertisement text . Do you know about Advertisement ?
Explanation About Advertisement text
Text advertisement is a text that has the objective to announce a something that appeals to many people and that adds a well-known product in all public.( Text advertisement adalah sebuah teks yang memiliki tujuan untuk mengumumkan sebuah sesuatu agar menarik bagi banyak orang dan agar suatu produk tambah terkenal di semua kalangan umum.)
Purpose of Advertisement text (" Tujuan Advertisement ")
The purpose of advertisement text. is to announce about a case or a product to the public, or in other words to introduce a product to the public in order to buy and attracted to the product being advertised ("Tujuan advertisement text. adalah untuk mengumumkan tentang suatu hal atau produk kepada masyarakat atau dalam kata lain untuk mengenalkan sebuah produk ke masyarakat agar dapat membeli dan tertarik kepada produk yang di iklankan")
Advertisement text component
Title
is part of the advertisement text that is a major component or the main topic, Great Announcement Sample Sale Up to 50% on the banner at the supermarket or hypermarket.(''adalah bagian dari advertisement text yang merupakan komponen utama atau topik utama, Contoh Pengumuman Great sale Up to 50% pada baner yang ada di supermarket atau hypermarket ''. )
explanation
Contains an explanation of what the content of the advertisements and usually accompanied by elephantiasis interesting words to attract visitors to be able to follow what is appropriate at the announcement of advertisement text.("Penjelasan berisikan tentang apa isi dari iklan tersebut dan biasanya disertai kata kata menarik untut menarik minat pengunjung agar dapat mengikuti apa yang ada sesuai pada pengumuman advertisement text.")
For The Example you Can see At Here Untuk Contoh Lihat disini
I say thanks for reading my article about Pengertian Advertisement Text In English iklan bahasa inggris and i say thanks for visit my site.
Catatan: ( JIKA ANDA INGIN MENCETAK ARTIKEL INI GUNAKAN SNIPPINGTOOL di Komputer anda Terimakasih )
Share this
SATISFACTION AND DISSATISFACTION
Published :
21.19
Author :
adam_aprilian
EXPRESSING SATISFACTION & DISSATISFACTION
PUBLISHED OCTOBER 26, 2012 BY RAISYAPALIS
Expressing satisfaction is an expression for a feeling of happiness or pleasure because you have achieved something or got what you wanted.
Dissatisfaction expression is a feeling we express when we do not get as enough as we hope and feel disappointed with some conditions, we must be dissatisfied.
Example of informal expressing satisfaction and dissatisfaction
Satisfaction :
•Super!
•Great!
•Terrific!
•Fantastic!
•Smashing!
•Perfect
Dissatisfaction :
•Horrible!
•Very sad!
•Annoying!
•Disappointing!
•Frustrating!
•How bad!
Example Expressing Satisfaction
-It is with great pleasure that…!
-It gives me great satisfaction..
-I’m very pleased with it
-A most delightful example of..
-What a beautiful story!
-Great, love it.
-I’m content with.
Example Expressing Dissatisfaction
-It is disappointing that.!
-It is unacceptable
-This is the limit I won’t take any more of…
-Well, this is most unsatisfactory.
-The concert is so boring.
-What an awful meeting
-It’s not as good as I thought.
Formula of formal satisfaction expression
1. … to be + very pleased with …
2. … to be + content with …
3. … to be + satisfied with …
4. … to be + very delighted …
Example :
1.I am very pleased with his attitude
2.She is satisfied with the result
3.I am very delighted with the taste of this soup
Formula of formal dissatisfaction expression
•1. … to be + displeased with …
•2. … to be + discontented with …
•3. … to be + dissatisfied with …
•4. … to be + disappointed with …
•5. … To be + not satisfied with…
Example :
1. I am displeased with his attitude
2. I am discontented with the room service
3. I am disappointed with the concert
Expressing Satisfaction Dialogue
•Robert : How do you feel about this food?
•Terry : Wow….. I am very satisfied. It’s very delicious. Great!
•Robert : Yes, I think so. Would you have anymore?
•Terry : Yes, of course.
•Robert : I will take some for my younger sister. She’ll be very happy.
•Terry : Yeah and I will take for my mom at home.
•Robert : OK. Let’s go home. I never feel satisfied before.
•Terry : So am I.
Expressing Dissatisfaction Dialogue
•Paul : Have you read today’s newspaper?
•James : Not yet. Is it interesting?
•Paul : Yes, the apology from the company. Take a look. The paper is over there.
•James : (Picking up the newspaper and starting to read it) Is that all?
•Paul : Yes.
•James : This is not enough. I’m not satisfied yet. The size of the ads should have been half of the page. Besides, the company only apologized but they didn’t mention what they would do.
asking and giving opinion
Published :
20.46
Author :
adam_aprilian
ASKING & GIVING OPINION
meminta dan memberikan pendapat
Opinion includes the words of opinion and argument/ reasons.
Opinion dialogue is a dialog consists of two persons or more who have opinion each others. It can use the expressions, such as in my opinion, in my view, I think etc.
Argument dialogue is a dialog that states the arguments or reasons. It can use the words such as first, second etc for arranging arguments.
Asking opinion :
Formal :
Have you got any comments on …..
Do you have any idea?
Do you have any opinion on ……
Would you give me your opinion on……….?
What is your reaction to ……
What is your opinion about……….?
What are you feeling about………….?
What are your views on……….?
Please give me your frank opinion?
Informal:
What do you think of…….?
What do you think about………?
What is your opinion?
Why do they behave like that?
Do you think it’s going?
How do you like?
How was the trip?
How do you think of Rina’s idea ?
How do you feel about this dicition?
Giving opinion
Formal :
I personally believe …..
I personally consider ….
I personally think /feel ….
I hold the opinion ….
My own view of the matter is ……
Well, personally …….
If I had my view, I would …..
Informal
I think I like it.
I don’t think I care for it.
I think it’s good/nice/terrific……..
I think that awful/ not nice/ terrible…………
I don’t think much of it.
I think that……..
In my opinion, I would rather……….
In my case …..
What I’m more concerned with ….
What I have in my mind is………
The way I see is that…………
No everyone will agree with me, but ….
To my mind …..
From my point of view ….
Dialog Example
Mr. Zoe : What do you think of my new house?
Shane : It is beautiful. I think. Oh you have many novels in your new house.
Mr. Zoe : Yeah, some. I like Andrea Hirata’s novels.
Shane : How do you feel about Andrea Hirata’s novels ?
Mr. Zoe : I feel they are great novels.
Shane : Yes, you are right. I think it is going to rain.
Mr. Zoe : I don’t think so. Look outside at the sky! It’s so clear. No clouds there.
Shane : But I watched the weather forecast yesterday. It said that today is going
to rain. OK Mr. Zoe see you.
Senin, 22 Juni 2015
gaji ke 13
Published :
19.45
Author :
adam_aprilian
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2015 tentang Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ketiga Belas dalam Tahun Anggaran 2015 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, dan penerima pensiun/tunjangan.
PP yang diteken pada pada tanggal 4 Juni 2015 itu diterbitkan untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur negara.
“Besarnya gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas adalah sebesar penghasilan pada bulan Juni 2015,” bunyi Pasal 3 Ayat (1) PP tersebut dilansir dari laman Setkab.go.id, Rabu (10/6/2015).
Dalam hal penghasilan sebulan yang diterima pada Juni 2015 belum dibayarkan sebesar hak yang seharusnya diterima, menurut PP ini, kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas.
Penghasilan dimaksud bagi PNS, anggota TNI, anggota Polri, dan Pejabat Negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan/tunjangan umum, dan tunjangan kinerja.
Sedang bagi penerima pensiun meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan. Sementara untuk penerima tunjangan hanya menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tidak termasuk ke dalam jenis penghasilan yang mendapatkan gaji ke-13 ini adalah tunjangan bahaya, tunjangan resiko, tunjangan pengamanan, tunjangan profesi/tunjangan khusus Guru dan Dosen/tunjangan kehormatan, tambahan penghasilan bagi Guru PNS, insentif Khusus, dan tunjangan lain yang sejenis dengan tunjangan kompensasi/bahaya serta tunjangan/insentif yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan atau pengaturan internal Kementerian/Lembaga.
Pasal 4 Ayat (2) PP Nomor 38 Tahun 2015 itu disebutkan pemberian gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga belas akan dibayarkan pada bulan Juli 2015.
"Dalam hal pemberian gaji/pensiun/tunjangan. bulan ketiga belas belum dapat dibayarkan pada bulan Juli 2015, pembayaran dilakukan setelah bulan Juli 2015,” bunyi pasal tersebut.
Pembayaran gaji ke-13 ini dibebankan pada instansi atau lembaga tempat PNS, anggota TNI, anggota Polri/Pejabat Negara bekerja. (Ndw/Nrm)
Senin, 08 Juni 2015
noun
Published :
20.59
Author :
adam_aprilian
Noun Phrases
NOUN PHRASES
Suatu frasa (=phrase) adalah sekelompok kata yang di dalamnya terdapat satu kata pokok (=headword) dengan kata-kata yang lain menerangkan kata pokok tersebut.
Frasa Benda (Noun Pharases) :
Suatu frasa benda adalah suatu frasa di mana kata pokoknya adalah kata benda dengan kata-kata lain yang menerangkan kata benda tersebut.
Kata atau kata-kata yang menerangkan ini bisa terletak di depan atau di belakang kata benda itu.
Pembentukan Frasa Benda :
Frasa benda bisa di bentuk dengan susunan kata-kata seperti berikut :
1. a) Idefinite Article + Noun
yang di maksud dengan Idefinite article adalah kata (sandang) a dan an.
Contoh : a truck an examination an investment
Rangkaian kata a truck adalah suatu frasa kata benda, a menerangkan kata benda truck ; truck adalah kata kepala (headword) dalam frasa tersebut, a adalah kata yang menerangkan kata kepala.
Penjelasan :
# a atau an artinya satu (sebuah, sebutir, sebatang, seekor, dsb) dan diletakkan di depan kata benda yang di terangkan.
# a digunakan apabila kata yang mengikutinya berawal dengan bunyi mati, misalnya : a man, a star dll. An digunakan apabila kata berikunya berawalan dengan bunyi hidup, misalnya : an astrich, an exam, dll.
# a atau an hanya diikuti oleh kat benda yang bisa dihitung (countable nouns) dan jumlahnya satu atau kata benda tunggal (singular).
b) Definite Article + Noun
yang dimaksud dengan Definite article adalah kata sandang The.
Contoh : the ship the soup the cars the model
Rangkaian kata kata dia atas adalah frasa benda. The menarangkan kata benda ship, soup, cars model. Kata-kata ship, soup, cars,model adalah kata-kata kepala ; the menerangkan kata kepala.
Penjelasan :
# the sering diartikan : tersebut, itu, tadi.
# the bisa diikuti oleh benda yang jumlahnya satu atau tunggal, misalnya the sea, the process, dll; atau diikuti oleh benda yang jumlahnya lebih dari satu atau jamak, misalnya the people, the poets,dll; dan bisa pula diikuti oleh benda yang tak bisa dihitung, misalnya the water, the nitrogen.
c) Demonstrative Adjective + Noun
yang dimaksud dengan demonstrative adjective adalah kata this, these, that, dan those.
Contoh : This song That poem those disasters
That stranger These tragedies this liquid
Penjelasan :
# This dan that digunakan bila bendanya tunggal atau bila bendanya tak bisa dihitung ; these dan those bila bendanya jamak.
d) Possesive Adjective + Noun
yang dimaksud dengan possessive adjective adalah kata-kata yang menyatakan pemilik sesuatu, misalnya my, yours, his, her, its, our, their, jean’s, Mr.Jones’, dab.
Contoh : Her computers your ideas brittany’s question
Penjelasan :
# Orang atau sesuatu yang menjadi pemilik sesuatu dinyatakan dengan ‘s , misalnya Han’s house, the sun’s energy, dll.
# Bila pemiliknya sudah berakhir dengan –s , tambahkan saja tanda (‘) tanpa –s, misalnya Hans’ racket, students’, dsb.
2. Numerals (kata bilangan)
Yang dimaksud dengan numerals adalah one, two, three, ten, dst.
Contoh : two tympanis (=dua buah timpani)
Four members (=empat orang anggota)
Three guest (=ketiga tamu)
3. Quantitative adjective + Noun
Adalah kata yang menyatakan banyaknya suatu benda, misalnya some, any, much, many, a lot of, few, a little, dsb.
Contoh : some marvels much wine many wife
Penjelasan :
# Some dan any berarti ‘beberapa’ atau ‘sedikit’. Some dan any digunakan untuk menerangkan semua benda (singular, plural, countable, uncountable).
# much dan many berarti banyak. Much untuk menerangkan uncountable nouns ; many untuk countable nouns.
# a lot of untuk menerangkan benda jamak dan uncountable nouns.
# few and a little berarti sedikit (lebih sedikit daripada some atau any). Few untuk menerangkan plural nouns ; a little untuk menerangkan uncountable nouns.
4. Qualitative adjective + Noun
Adalah kata yang menunjukan sifat atau keadaan suatu benda, misalnya : white, large, important, harmless, dsb.
Contoh : kind treatments clear sky underpaid works
Pembentukan Noun phrase dengan of
Of digunakan untuk menggabung dua nouns atau noun phrases, dimana noun yang di depan merupakan bagian dari atau milik noun di belakang of dan keseluruhannya membentuk noun phrases baru ; frase benda ini masih bisa dihubungkan dengan of dengan frasa lain hingga tak terbatas.
Contoh : the roof of the house (=atap rumah)
N. phrases N. phrases
tesis
Published :
20.52
Author :
adam_aprilian
Rumus 16 tenses beserta contoh
Posted by YogieTKJ On Rabu, 29 Agustus 2012 12 komentar
Sobat enterkey seperti kita ketahui bahwa Tenses adalah bentuk waktu yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.Karena dengan Tenses kita bisa menggunakan kalimat yang sesuai dengan keadaan. Misalnya, keadaan yang biasa kita lakukan, sedang berlangsung,akan kita lakukan ,lampau dan lain-lain.
Pemakaian kata kerja yang dipergunakan untuk suatu perbuatan yang dilakukan dengan kebiasaan, berbeda dengan pemakaian kata kerja yang dipergunakan dalam kegiatan yang sedang berlangsung dan kata kerja di pergunakan untuk perbuatan lampau, itu juga berbeda. Tapi, kita harus ingat Cuma yang beda hanya bentuknya saja.
Tenses yang dipergunakan dalam bahasa Inggris itu jumlahnya ada 16 waktu, yang lebih dikenal dengan sebutan “16 tenses “. Maka lebih jelasnya perhatikan bentuk-bentuk waktu berikut:
1 PRESENT TENSE
2 PRESENT CONTINOUS TENSE
3 PAST TENSE
4 PAST CONTINOUS TENSE
5 SIMPLE FUTURE TENSE
6 PAST FUTURE TENSE
7 PRESENT PERFECT TENSE
8 PAST PERFECT TENSE
9 FUTURE CONTINOUS TENSE
10 PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSE
11 PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
12 FUTURE PERFECT TENSE
13 FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSE
14 FUTURE PAST CONTINOUS TENSE
15 FUTURE PAST PERFECT TENSE
16 FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSE
Berikut ini adalah contoh-contoh tenses sebagai berikut:
PRESENT TENSES
*Rumus:
1) Positif (+) = S+V1(es/s)+O
2) Negatif (-) = S+Do/does+Not+V1+O
3) Introgatif(?) =Do/does+S+V1+O
*Example:
1. (+) He writes a letter every month
(-) He doesn’t writes a letter every month
(?) Dors he writes a letter every month?
2. (+) She teaches English every week
(- ) She doesn’t teaches English every week
(?) Does she teaches English every week?
3.(+) They studys matematic every day
(- ) They don’t studys matematic every day
(?) Do they studys matematic every day?
4.(+) She works in the office every Monday to Saturday
(- ) She doesn’t works in the office every Monday to Saturday
(?) Does she works in the office every Monday to Saturday?
5.(+) They go to Jakarta every years
(- ) They don’t go to Jakarta every years
(? ) Do they go to Jakarta every years?
B.FUNGSI PRESENT TENSES
1. Dilakukan untuk melakukan perbuatan kebiasaan:
Ex:(+) He is works every day
(-) He is not works every day
(?) Is he works every day?
2. Digunakan untuk menyatakan suatu kebenaran umum:
Ex:(+) A week has seven day
(-) A week has not seven day
(?) Has a week seven day?
C. Time Signal
1. Usually
Ex: I usually get up at 5 o’clock
2. Always
Ex: I always drink milk
3. Often
Ex: I often goes to my grand mother house
4. Generally
Ex: A rectangular has four corner
5. Seldom
Ex: She seldom goes to school by car
PRESENT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif : S+V.ing+O
2. Negatif : S+do/does+not+V1+O
3. Introgatif : Do/does +S+V1+O
*Example:
1. (+) I am teaching English at the first grade of SMK 2 MEI
(-) I am not teaching English at the first grade of SMK 2 MEI
(?) Am I teaching Englidh at the first grade of SMK 2 MEI?
2. (+) you are writing present continous now
(-) you are not writing present continous now
(?) are you writing present continous now?
3. (+) we are learning tenses now
(-) we are not learning tenses now
(?) are we learning tenses now?
4. (+) I am going to school now
(-) I am not going to school now
(?) Am I going to school now?
5. (+) Daus and Anis are running now
(-) Daus and Anis are not running now
(?) are Daus and Anis running now?
B. FUNGSI PRESENT CONTINOUS TENSE
a. Digunakan untuk menyatakan perbuatan yang sedang terjadi
Ex: (+) I am going to Jakarta Now
(-) I am not going to Jakarta now
(?) Am I going to Jakarta now?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang bersifat sementara
Ex: (+) Chindy is writing now but he will explain soon
(-) Chindy is not writing now but he will explain soon
(?) Is Chindy writing now but he will explain soon?
C.TIME SIGNAL
1. Today
Ex : Iam today teaching English
2. Right now
Ex : Rini is working right now
3. When
Ex : Rina is coming hear when I go to park
4. Now
Ex : Roy is going to Bandung now
5. Still
Ex : He is still angry to me
PAST TENSES
*Rumus:
1. Positif (+) : S+V2+O
Negatif (-) : S+Did not+V2+O
Introgatif (?): Did+S+V2+O
*Example:
1. (+) Sarah invite me last week
(-) Sarah did not invite last week
(?) Did Sarah invite last week?
2. (+) I went to Jakarta yesterday
(-) I went not to Jakarta yesterday
(?) went I to Jakarta yesterday?
3. (+) You watch tv last week
(-) You did not watch tv last week
(?) Did you watch tv last week?
4. (+) I wrote letter to her last week
(-) I wrote not letter her last week
(?) Wrotw I letter her last week?
5. (+) It rain since at five o’clock
(-) It did not rain since at five o’clock
(?) Did it rain since at five o’clock?
B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang dimulai dan kejadian ituberakhir , pada masa yang lampau. Dan sampai sekarang ini , sudah tidak ada hubungannya lagi. Kejadian yang lampau itu, baik dilakukan secara berkali-kali atau sekali.
Ex: (+) I went yesterday
(-) I did not went yesterday
(?) Did I went yesterday?
C. TIME SIGNAL
1. Last Year
Ex: I went to Yogjakarta last year
2. Yesterday
Ex: Dini went to my home yesterday
3. Last Week
Ex: I fineshed my worked lasr week
4. Ago
Ex: She taught English three days ago
5. Last Saturday
Ex: I went to here last Saturday
PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+was/were+vVing+O
2. Negatif (-): S+was/were+not+v.ing+o
3. introgatif (?): was/were+S+v.ing+o
*Examp;e:
1. (+)The third year student were sitting behind the teacher’s now yesterday
(-) The third year student were not sitting behind the teacher’s now yesrterday
(?) Were the third year student sitting behind the teacher’s now yesterday?
2. (+) He was playing football yesterday
(-) He was not playing football yesterday
(?) was he playing football yesterday?
3. (+) They were working in the office yesterday
(-) They were not working in the office yesterday
(?) Were they working in the office yesterday?
4. (+) Tuti was reading a novel when I come yesterday
(-) Tuti was not reading a novel when I come yesterday
(?) was Tuti reading a novel when I come yesterday?
5. (+) They were studying Biologi at ten O’clock last Friday
(-) They were not studying Biologi at ten o’clock last Friday
(?) were they studying Biologi at temn o’clock last Friday?
B. FUNGSI PENGGUNAAN PAST CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang sedang berlangsungdalam waktu yang bersamaan di masa yang lampau.
Ex: (+) I was going to garden when it began to rain
(-) I was not going to garden when it began to rain
(?) Was I going to garden when it gegan to rain?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang sedang berlangsung pada masa yang lampau.
Ex: (+) at three o’clock last week, She was reading
(-) at three o’clock last week,She was not reading
(?) at three o’clock last week,was she reading?
c. Bentuk ini, juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang bersamaan waktu dan berlangsung lama pada masa yang lampau.
Ex: (+) I was reading a book, while Ani writing a letter
(-) I was not reading a book,while Ani writing a letter
(?) Was I reading a book,while Ani writing a letter?
C. TIME SIGNAL
1. Last Week
Ex: at seven o’clock last week
2. Yesterday
Ex: all day yesterday
SIMPLE FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall+/will+V1+O
2. Negatif(-): S+shall/will+not+V1+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+V1+O
*Example:
1. (+) He will go to Pasir Panjang tomorrow morning
(-) He will not go to Pasir Panjang tomorrow morning
(?) Will he go to pasir Panjang tomorrow morning?
2. (+) I shall study hard next mounth
(-) I shall not study hard next mounth
(?) Shall I study hard next mounth?
3. (+) I am go to Singkawang tomorrow
(-) I am not go to Singkawang tomorrow
(?) Am I ga to Sngkawang tomorrow?
4. (+) She will write this lesson next week
(-) She will not write this lesson next week
(?) will She write this lesson next week?
5. (+) I shall go to Medan tomorrow
(-) I shall not go to Medan tomorrow
(?) Shall I go to Medan tomorrow?
B. FUNGSI SIMPLE FUTURE TENSES
a. digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan.
Ex: (+) I shall go to Surakarta tomorrow
(-) I shall not go to Surakarta tomorrow
(?) Shall I go to Surakarta tomorrow?
b. Juga bisa digunakan untuk menyatakan syatu janji.
Ex: (+) I shall give you book tomorrow
(-) I shall not give you book tomorrow
(?) Shall I give you book tomorrow?
c. Digunakan untuk menyatakan suatu janji,tapi dengan syarat:
Ex: (+) Your mother will give you a new car if you past your exams
(-) Your mother will not give you a new car if you past your exams
(?) Will your mother give you a new car if you past your exams?
d. Digunakan untuk menyantks\an meminta tolong kepada seseorang.
Ex: (+) you will help me lift this table
(-) You will not help me lift this table
(?) Will you help me lift this table?
C. TIME SIGNAL
1. Tomorrow
Ex: I shall work tomorrow
2. next week
Ex: I shall teach next week
3. Next Mounth
Ex: He will study in here next mounth
PAST FUTURE TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+V1+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+V1+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+V1+O
*Example:
1. (+) I should go to Mojosari next day
(-) I should not go to Mojosari next day
(?) Should I go to Mojosari next day?
2. (+) He would by a car the day before
(-) He would not by a car the day before
(?) Would He by a car the day before?
3. (+) He would come if you invited him
(-) He would not come if you invited him
(?) Would he come if you invited him?
4. (+) You would give me this pen last Saturday
(-) You would not give me this pen last Saturday
(?) Would you give me this pen last Saturday?
5. (+) She would have breakfast before at seven
(-) She would not have breakfast before at seven
(?) Would she have breakfast before at seven?
B. FUNGSI PAST FUTURE TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan pada masa lampau.
Ex: (+) I should go to England last year
(-) I should not go to England last year
(?) Should I go to England last year?
C. TIME SIGNAL
1. Last year
Ex: He would go to Semarang last year
2. Last week
Ex: They would trip a Paris last week
3. Before
Ex: I should by a car the day before
4. Next day
Ex: She should go to Riau next day
5. Invited
Ex: They would come if you invited him
PRESENT PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Posituf (+) : S+have/has+V3+O
2. Negatif (-) : S+have/has+not+V3+O
3. Introgatif (?): Have/has+S+V3+O
*Example:
1. (+) We have learned English for two years
(-) We have not learned English for two years
(?) Have we learned English for two years?
2. (+) She has taught English since 1988
(-) She has not taught English since 1988
(?) Has she taught English since 1988?
3. (+) He has been to Jakarta before
(-) He has not been to Jakarta before
(?) Has he been to Jakarta before?
4. (+) He has a written a letter for thirty minutes
(-) He has not a written a letter for thirty minutes
(?) Has he a written a letter for thirty minutes?
5. (+) I have just spoken to him
(-) I have not just spoken to him
(?) Have I just spoken to him?
B. FUNGSI PRESENT PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian di masa yang lampau tanpa menyebutkan waktu yang khusus (tertentu).
Ex: (+) I have gone to school
(-) I have not gone to school
(?) Have I gone to school?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan di masa lampau dan kegiatan masih berlangsung sampai saat ini.
Ex: (+) I have learned in the 2 Mei school since 2000
(-) I have not learned in the 2 Mei school since 2000
(?) Have I learned in the 2 Mei school since 2000?
c. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang baru saja telah terjadi.
Ex: (+) I have just read my book
(-) I have not just read my book
(?) Have I just read my book?
C. TIME SIGNAL
1. Already
Ex: have had breakfast already
2. Three Times
Ex: I have been drink medicine three times a day
3. Finally
Ex: finally, He has started to finally
PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+had+V3+O
2. Negatif (-): S+had not+V3+o
3. Intrigattif (?):Had+S+V3+O
*Example:
1. (+) The train had left before I arrived
(-) The train had not left before I arrived
(?) Had the train left before I arrived?
2. (+) I had copied the lesson before she come home
(-) I had not copied the lesson before she come home
(?) Had I copied the lesson before she come home?
3. (+) I had come home before I week three
(-) I had not come home before I week three
(?) Had I come home before I week three?
4. (+) I had written this lesson before he called me
(-) I had not written a lesson before he called me
(?) Had I written a lesson before he called me?
5. (+) When my brother arrived, I had painted my car
(-) When my brother arrived, I had not painted my car
(?) When my brother arrived, had I painted my car?
B. FUNGSI PAST PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan kejadian yang selesai sebelum kejadian lain terjadi dimasa lampau.
Ex: (+) I had come home before I when three
(-) I had not come home before I when three
(?) Had I come home before I when three?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang terjadi sebelum waktu tertentu dimasa yang lampau.
Ex: (+) By the end of the mounth, she had lived here
(-) By the end of the mounth, she had not lived here
(?) Had by the end of the mounth, she lived here?
C. TIME SIGNAL
1. On
Ex: On sunday morning, I painted my car
2. When
Ex: When my brother arrived, I had painted my car
3. Before
Ex: The train had left before I arrived
4. After
Ex: She told me her name after I had asked her twice
FUTURE CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall/will+be+Ving+O
2. Negatif (-): S+shall/will+not+be+Ving+O
3. Introgatif (?): Shall/will+S+be+ving+O
*Example:
1. (+) I shall be waiting for you in this station at four
(-) I shall not be waiting for you in this station at four
(?) Shall I be waiting for you in this station at four?
2. (+) I shall be studying at this time tomorrow
(-) I shall not be studying at this time tomorrow
(?) Shall I be studying at this time tomorrow?
3. (+) I shall be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
(-) I shall not be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening
(?) Shall I be waiting for you in this airport at three o’clock tomorrow evening?
4. (+) He will be working at this time tomorrow
(-) He will not be working at this time tomorrow
(?) Will he be working at this time tomorrow?
5. (+) She will going to be school together at seven o’clcok tomorrow
(-) She will not going to be school together at seven o’clock tomorrow
(?) Will she going to be school together at seven o’clock tomorrow?
B.FUNGSI FUTURE CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu rencana, yang dilaksanakan mendatang.
Ex: (+) I will be going to Pantai Prambanan tomorrow
(-) I will not going to Pantai Prambanan tomorrow
(?) Will I going to Pantai Prambanan tomorrow?
b. Untuk menyatakan suatu perbuatan akan dilakukan dengan waktu tertentu, pada masa mendatang.
Ex: (+) I shall be writing a letter at seven o’clock tomorrow
(-) I shall not be writing a letter at seven o’clock tomorrow
(?) Shall I be writing a letter at seven o’clock tomorrow?
C. TIME SIGNAL
1. At nine a o’clock tomorrow
Ex: I shall be working at nine a o’clock tomorrow morning
2. At this time next year
Ex: at this time next year, Peter will be traveling in Japan
PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+have/has+been+Ving+O
2. Negatif (-): S+have/has+not+been+Ving+O
3. Itrogatif (?): Have/has+S+been+Ving+O
*Example:
1. (+) I have been going to Pantai Samudra for my holiday since 2002
(-) I have not going to Painting Samudra for my holiday since 2002
(?) Have I going to Pantai Samudra for my holiday since 2002?
2. (+) Mr.Burhanudin Simanjuntak has been teaching at SMK 2 MEI since 2003
(-) Mr.Burhanudin Simanjuntak has not been teaching at SMK 2 MEI since 2003
(?) Has Mr.Burhanudin Simanjuntak been teaching at SMK 2 MEI since 2003?
3. (+) She has been painting every day for a long time
(-) She has not painting every day for a long time
(?) Has she painting every day or along time?
4. (+) It has been raining since at six o’clock
(-) It has not been raining since at six o’clock
(?) Has it been raining since at six o’clock?
5. (+) The girl has been crying since he was a child
(-) The girl has not been crying since he was a child
(?) Has the girl been crying since has was a child?
B. FUNGSI PRESENT PERFECT CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk mnyatakan suatu perbuatan yang menjadi kebiasaan pada masa yang lampau, dan perbuatan itu masih berlangsung hingga saat ini.
Ex: (+) I have been going to my grandmother home for my holiday since 1990
(-) I have not been going to my grandmother home for my holiday since 1990
(?) Have I been going to my grandmother home for my holiday since 1990?
b. Digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan yang telah terjadi dimasa lampau dan akan berlangsung sampiai sekarang.
Ex: (+) I have been studying here since 2000
(-) I have not been studying here since 2000
(?) Have I been studying here since 2000?
C. TIME SIGNAL
1. Since
Ex: We have been waiting for you since ne o’clock
2. For
Ex: She has been studying English for over five tears
3. This mounth
Ex: I have been studying at his place this mounth
PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+had+been+vVng+O
2. Negatif (-) :S+had+not+been+Ving+O
3. Introgatif (?): Had+s+been+ving+o
*Example:
1. (+) Dodi had been looking for the girl for a year before he applied her
(-) Dodi had not been looking for the girl for a year before heapplied her
(?) Had Dodi been looking for the girl for a year before he applied her?
2. (+) I had been playing a football when they came
(-) I had not been playing a football when they came
(?) Had I been playing a football when they came?
3. (+) She had been cooking a vegetable when he came
(-) She had not been cooking a vegetable when he came
(?) had she been cooking a vegetable when he came?
4. (+) When I came, his father had been leaving for six hours
(-) When I came, his father had not been leaving for six hours
(?) When I came, had his father been leaving for six hours?
5. (+) I had been waiting for you since at seven o’clock
(-) I had not been waiting for you since at seven o’clock
(?) Had I been waiting for you since at seven o’clock?
B. FUNGSI PASTPERFECT CONTINOUS TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang berlangsung lama
sebelum kejadian yang lain di masa yang lampau juga.
Ex: (+) I had been looking for the Ichigo for two week before we meet
(-) I had not been looking for the Ichigo for two week before we meet
(?) Had I been looking for the Ichigo for two week before we meet?
C. TIME SIGNAL
1. When
Ex: I finished my dinner, Peter had been
FUTURE PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+will/shall+have+V3+O
2. negatif (-) : S+will/shall+not+have+V3+O
3. Introgatif (?): Will/shall+S+have+V3+O
*Example:
1. (+) She will have written his lesson by time he go out
(-) She will not have written his lesson by time he go out
(?) Will she have written his lesson by time he go out?
2. (+) The game will finished by the time he get three
(-) The game will not finished by the time he get three
(?) Will the game finished by the time he get three?
3. (+) I shall have written a letter by eight o’clock tomorrow
(-) I shall not have written a letter by eight o’clock tomorrow
(?) Shall I have written a letter by eight o’clock tomorrow?
4. (+) We shall have played a basketball when he came
(-) We shall not have played a basketball when he came
(?) Shall we have played a basketball when he came?
5. (+) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will have left my house
(-) When my uncle comes tomorrow, my grandmother will not have left my house
(?) When my uncle comes tomorrow, will my grandmother have left my house?
B. FUNGSI FUTURE PERFECT TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu perbutan yang akan selesai, Sebelum waktu yang lain dimasa mendatang.
Ex: (+) By next week he will have read this book
(-) By next week he will not have read this book
(?) Will by next week he have read trhis book?
b. Juga digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa akn selesai sebelum perbuatan lain, dimasa yang akan datang.
Ex: (+) When I comes, my uncle will have left my house
(-) When I comes,my uncle will not have left my house
(?) Will when I comes,my uncle have left my house?
C.TIME SIGNAL
1. By the end of
Ex: John will have done his work by the end of this week
2. By next
Ex: By next week he will have read this book
FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+shall/will+have+been+Ving+O
2. Negatif (-): S+shall+will+not+have+been+Ving+O
3. Introgatif (?):Shall/will+S+have+been+Ving+O
*Example:
1. (+) I shall have been writing a letter at this time tomorrow
(-) I shall not have been writing a letter at this time tomorrow
(?) Shall I have been writing a letter at this time tomorrow?
2. (+) By next fast day I shall have been teaching here six mounths
(-) By next fast day I shall not have been teaching here six mounths
(?) By next fast day shall I have been teaching here six mounths?
3. (+) Next moon Hevy will have been studying here for two years
(-) Next moon Hevy will not have been studying here for two years
(?) Next moon will Hevy have been studying here for two years?
4. (+) Next week Bu Yusni will have been teaching at SMK 2 MEI school for one years
(-) Next week Bu Yusni will not have been teaching at SMK 2 MEI school for one year
(?) Next week will Bu Yusni have been teaching at SMK 2 MEI school for one year?
5. (+) He will have been working in the office at this time tomorrow
(-) He will not have been working in the office at this time tomorrow
(?) Will he have been working in the office at this time tomorrow?
B. FUNGSI FUTURE PERFECT CONTINOUS TENSES
a. Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah dikerakan pada masa yang lampau,dan masih berlangsung pada waktu tertentu dimasa yang akan datang.
Ex: By the end of this year we shall have been studying Jerman for five year
C. TIME SIGNAL
1. By the end of this year
Ex: by the end of this year we shall have been studying Jerman for four year
2. By the end of this month
Ex: By the end of this month, I shall have been working in this office for five years
FUTURE PAST CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+be+Ving+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+be+V.ing+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+be+V.ing+O
*Example:
1. (+) I should be finishing this home work at this time following week
(-) I should not be finishing this home work at this time following week
(?) Should I be finishing this home work at this time following week?
2. (+) We should be going to beach the following week
(-) We should not be going to beach the following week
(?) Should we be going to beach the following week?
3. (+) He would be flag ceremony at this time the following day
(-) He would not be flag ceremony at this time the following day
(?) Would he be flag ceremony at this time the following day?
4. (+) She would be finishing this job at this time following moon
(-) She would not be finishing this job at this time following moon
(?) Would she be finishing this job at this time following moon?
5. (+) They would be having examination at this time the following year
(-) They would not be having examination at this time the following year
(?) Would they be having examination at this time the following year?
B. FUNGSI FUTURE PAST CONTINOUS TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang akan sedang dilakukan pada masa yang lampau.
Ex: I should be taking an examination at this time the following day
C. TIME SIGNAL
Last week
Ex: At six o’clock last week, I should be buying in this supermarket
FUTURE PAST PERFECT TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+have+V2+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+have+V2+O
3. Introgatif (?): Should/would+S+not+have+V2+O
*Example:
1. (+) I should have paif if I had come here
(-) I should not have paif if I had come here
(?) Should I have paif if I had come here?
2. (+) He would have sucses if he had worked here
(-) He would not have sucses if he had worked here
(?) Would he have sucses if he had worked here?
3. (+) She would have graduated if she had studied hard
(-) She would not have graduated if she had studied hard
(?) Would she have graduated if she had studied hard?
4. (+) I hoped that you would have married before you worked here
(-) I hoped not that you would have married before you worked here
(?) Would I hoped that you have married before you worked here?
5. (+) I hoped that you would have paif before you come here
(-) I hoped not that you would have paif before you come here
(?) Would I hoped that you have paif before you come hare?
B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena syarat yang tidak terpenuhi, namun hanya sebagai bayangan saja.
Ex: (+) He would have graduated if he had studied hard
(-) He would not have graduated if he had studied hard
(?) Would he have graduated if he had studied hard?
C. TIME SIGNAL
1. If he had studied hard
Ex: They would have graduated if they had studied hard
FUTURE PAST PERFECT CONTINOUS TENSES
*Rumus:
1. Positif (+): S+should/would+have+been+V.ing+O
2. Negatif (-): S+should/would+not+have+been+V.ing+O
3. Inttrogatif (?): Should/would+S+have+been+V.ing+O
*Example:
1. (+) By last Febuary I should have been working this restaurant for one year
(-) By last Febuary I should not have been working this restaurant for one year
(?) should by last Febuary I have been working this restaurant for one year?
2. (+) By last July we should have been studying this school for three years
(-) By last July we should not have been studying this school for three year
(?) Should by last July we have been studying this school for three years?
3. (+) By last fast day he would have been living this apartement for five years
(-) By last fast day he would not have been living this apartement for five years
(?) Would by last fast day he have been living this apartement for five years?
4. (+) She would have been teaching English for one years by last Friday
(-) She would not have been teaching English for one years by last Friday
(?) Would she have been teaching English for one years by last Friday?
5. (+) The magazine would have been red by Anis
(-) The magazine would not have been red by Anis
(?) Would the magazine have been red by Anis?
B. FUNGSI FUTURE PAST PERFECT TENSES
Digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sudah sedang berlangsung pada waktu yang lampau.
Ex: (+) By last lebaran I should have been working in that office for five years
(-) By last lebaran I should not have been working in that office for five years
(?) Should by last lebaran I have been working in that office for five years?
C. TIME SIGNAL
1. By the end of this week
Ex: By the ed of this week, I should have come here
2. By the end of this mounth
Ex: By the end of this mounth, He would have graduated studied
Senin, 04 Mei 2015
kurikulum di mata pengajar muda
Published :
20.20
Author :
adam_aprilian
KURIKULUM DI MATA PENGAJAR MUDA
(Catatan hasil Pelatihan Calon Pengajar Muda - Indonesia Mengajar 28 September 2010)
Oleh: Zulfikri Anas, Pusat Kurikulum, Kemendiknas
e-mail :fikrieanas@yahoo.com, Blog: http://fikrieanas.wordpress.com/
Pengantar
Selamat kepada Anda yang berani menjadi guru. Resiko terbesar menjadi guru adalah kita harus mempertanggungjawabkan pekerjaan kita hari ini pada masa depan anak didik, sementara sebagai manusia, mereka diciptakan bukan secara kebetulan. Secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa setiap manusia diberi peran dan tugas yang jelas sejak sang calon janin mulai diproses menjadi manusia dalam rahim Ibu, pesan-pesan yang dibawa melaluichromosom disampaikan dengan tepat dan dengan teknologi tercanggih di dunia. Pada sisi lain, pandangan agamis juga meyakini bahwa sebelum roh diterima dalam rahim, terjadilan sebuah perjanjian dan “kesepakatan” bahwa setiap manusia diberi tugas-tugas khas yang unik, ibarat planet yang memiliki orbit masing-masing. Ketika planet-planet tersebut konsisten pada orbitnya, terbangunlah sebuah harmoni dalam kehidupan.Harmoni dalam keberagaman.
Terkait dengan ini, prinsip dasar mengajar adalah memberikan pencerahan pada anak didik dari sinar yang kita miliki sampai mereka memiliki cahaya sendiri yang mampu menerangi hidupnya ke depan. Ini berarti, guru harus menyalakan cahayanya terlebih dulu sebelum menghidupkan cahaya orang lain. Ini berarati, semangat belajar (learn how to learn) akan tumbuh pada diri anak didik jika guru menunjukkan hal itu terlebih dulu. Pendekatan multiple intelligence menuntut bahwa sang guru memilikinya terlebih dulu, baru dapat diterapkan pada anak didik (children see, children do). Anak akan disiplin, santun, cerdas, kreatif, inovatif sepanjang gurunya memiliki itu semua. Pekerjaan menjadi pengajar memiliki resiko besar membawa “kesesatan” jika yang bersangkutan tidak mampu menunjukkan perilaku sesuai dengan yang akan dibangun pada diri anak. Di sini dibutuhkan semangat, tekad, profesionalisme, dan kejeniusan.
Selamat……..para pengajar muda, semoga tetaplah menjadi guru bagi masyarakat apapun profesi Anda nanti. Memberi “tahu” kepada orang yang belum “tahu” wajib hukumnya. Ini perintah Agama!.Untuk merealisasikan itu semua, Tuhan telah memberikan kemampuan pada manusia.Tuhan tidak akan memberikan persoalan melebihi batas kemampuan seseorang. Ini berarti, ketika kita berhadapan dengan sebuah persoalan, sesungguhnya kemampuan untuk menyelesaikannya sudah ada dalam diri kita. Artinya lagi, sebuah pekerjaan “besar” tidak pernah diberikan kepada orang yang berkamampuan “kecil”! Jadi, “bersyukurlah” kepada-Nya ketika dianugerahi persoalan besar, dan bangkitkanlah kekuatan itu dari dalam diri seraya meminta kepada-Nya, “kuatkan diriku ya Tuhan”, jangan meminta “ringankan” bebanku, seperti pesan motivatif dari seorang Helen Keller.
-----oo0oo-----
Kurikulum=Mileu (Iklim Pembelajaran)
Diskusi tentang kurikulum seringkali menjadi topik yang membosankan dan terkadang mengundang pikiran sinis, skeptis, dan menganggap spele.Hal ini berawal ketika orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan tentang kurikulum menangkapnya dengan persepsi yang berbeda-beda.Di samping itu, dsikusi sering melebar, abstrak, tidak membumi dan sepertinya sulit diterapkan di negeri ini karena selalu menggunakan referensi asing. Menerapkan konsep dari referensi asing (negara lain) tidak menjadi masalah apabila kita dapat menterjemahkannya ke dalam situasi nyata di sekitar kita.
Menyadari hal ini sejak awal, dan mengingat audiensnya adalah para calon guru muda yang berlatarbelakang non kependidikan, saya memikirkan strategi apa yang cocok dan berupaya memberikan pemahaman bahwa kurikulum bukanlah hal yang “menakutkan”, bukan abstrak, dan juga bukan “pengekang” kreatifitas. Sebaliknya, kurikulum adalah sesuatu yang “bersahabat” dengan anak didik, ia bersifat konkrit, dan memberikan peluang bagi setiap peserta didik untuk mengeksplorasi potensi masing-masing. Dengan adanya kurikulum, pendidikan menjadi lebih terarah, terprogram, dan accountable.Dan menurut para hali, kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Para praktisi sering menyebutnya sebagai “instrumen” yang membantu mempercepat proses pencapaian tujuan belajar. Sebagai “alat” (instrument), efek yang ditimbulkan oleh kurikulum bergantung pada profesionalisme yang menggunakan “alat” tersebut.Kurikulum dapat menumbuhkan, dan sebaliknya dapat “membunuh” kreatifitas.
Berdasarkan pengalaman saya melatih guru-guru di daerah-daerah, pada umumnya guru memandang dan memperlakukan kurikulum “hanya” sebagai kelengkapan adimistratif. Mereka pada umumnya merasa lebih nyaman ketika meng-copy format-format yang dicontohkan yang diperoleh melalui berbagai kegiatan sosiaisasi, pelatihan, dan model-model yang disebarkan ke semua sekolah, seringkali tanpa memahami esensi dari format-format tersebut.Lebih lanjut, mereka merasa pekerjaanya sudah” benar” ketika format-format yang gunakan sudah samadengan yang dicontohkan. Lalu, proses belajar-mengajar semata-mata hanya menjalankan instruksi yang ada pada format-format itu.Jika terjadi permasalahan atau ketidaksesuaian antara format dengan kondisi atau keperluan siswa, seringkali keperluan siswa yang “dikalahkan”. Seharusnya, format-format lah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karena kekeliruan dalam menggunakan format, dapat diedit dan diubah, tetapi kekeliruan dalam melakukan “tereatment” kepada anak didik akan berakibat fatal, dan sulit “diedit”.
Mengacu kepada aturan-aturan yang berlaku tentang KTSP, masing-masing sekolah diharuskan mengembangkan sendiri kurikulumnya dengan mempertimbangkan keberagaman kondisi daerah, tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik, keberagaman potensi, minat, dan bakat mereka. Agar pengembangan kurikulum sekolah tersebut tidak menjadi “liar” atau bebas tanpa batas, penyusunan KTSP harusmengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Artinya, selain Standar Isi, yang memuat Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), satuan pendidikan mengembangkan sendiri semua perlengkapan teknis seperti silabus, RPP (lesson plan), dan rapor. Tentang format silabus, RPP, dan rapor, tidak ada ketentuan yang mengharuskan adanya keseragaman, setiap sekolah dapat merancang model silabus, RPP, dan rapor-nya masing-masing. Yang diatur secara nasional hanya komponen-komponen minimal yang harus ada, pengembangnnya diserahkan kepada masing-masing sekolah.
Pengertian Tentang Kurikulum
Ada banyak pengertian tentang kurikulum. Sejarah awalnya istilah kurikulum berasal dari bahasa latin “curere” yang bermakna “lintasan pacu”. Text-book pertama yang membahas ini ditulis oleh John Franklin Bobbit pada tahun 1918. Inilah pertama kali istilah kurikulum di populerkan sebagai word for race-course, suatu “lintasan” yang ditempuh dalam proses belajar. Sesuai dengan akar kata tersebut, Bobbit memaknai kurikulum sebagai pengalaman-pengalaman yang dilalui agar seorang anak menjadi dewasa, atau untuk menjadi sukses sebagai masyarakat yang dewasa (for success in adult society).Sejak itu, istilah ini menjadi populer di kalangan pendidikan yang kemudian disebut dengan “curriculum”.Todd (1965) dari Curriculum Development and Instructional Planning.Nederland mendefinisikan kurikulum sebagai “pengalaman pendidikan (belajar) yang terencana atau yang direncanakan oleh sekolah (satuan pendidikan) yang dapat diselenggarakan kapanpun (any time) dan dimanapun (any where) serta dalam keberagaman konteks sekolah sebagai bagian dari masyarakat”.
Ada beberapa katan kunci di sini, yaitu (1) pengalaman pendidikan/belajar yang direncanakan (planned educational experiences), (2) tidak terbatas oleh ruang dan waktu (any where, any time), (3) kontekstual dan fleksibel (multiple context of the school), (4) menjadi bagian dari masyarakat setempat (caring communities).
Berikut beberapa definisi kurikulum, Curriculum is:
• such “permanent” subjects as grammar, reading, logic, rhetoric, mathematics, and the greatest books of the Western world that best embody essential knowledge.
• those subjects that are most useful for living in contemporary society.
• all planned learnings for which the school is responsible.
• all the experiences learners have under the guidance of the school.
• the totality of learning experiences provided to students so that they can attain general skills and knowledge at a variety of learning sites.
• what the student constructs from working with the computer and its various networks, such as the Internet.
• the questioning of authority and the searching for complex views of human situations.
• all the experiences that learners have in the course of living.
(From Marsh, C. J. & Willis, G. (2003).Curriculum: Alternative approaches, ongoing issues. (3rded.). Upper Saddle River, NJ: Merrill Prentice Hall.)
CURRICULUM IS “A CULTURAL CONSTRUCT”. “WHEN THESE PEOPLE CONSTRUCT THEIR CURRICULUM DOCUMENT THEY TAKE INTO ACCOUNT THE SOCIETY IN WHICH WE LIVE, THE NATURE OF SCHOOLS, THE NATURE OF LEARNERS AND THE RESOURCES AVAILABLE” (Print (1993:14)
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005, “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”.
Dari sejumlah pengertian tersebut dapat dismpulkan bahwa kurikulum BUKANLAH SEKEDAR KELENGKAPAN ADMINISTRATIF, melainkan sebuah pertanggungjawaban atau jaminan (garansi) dunia pendidikan terhadap masa depan seseorang (anak didik). Dengan demikian kurikulum adalah sesuatu yang “hidup” dan dinamis mengikuti trend perkembangan ilmu pengetahuan, kehidupan masyarakat, budaya dan kebutuhan akan kemampuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup ke depan sebagaimana layaknya peran manusia yang diutus sebagai penyelesai masalah (problem solver).
sajak palsu
Published :
20.13
Author :
adam_aprilian
SAJAK PALSU
AGUS R SARJONO
Selamat pagi Pak, Selamat pagi Bu
Ucap anak sekolah dengan sapaan palsu
Lalu merekapun belajar dari buku-buku palsu
Di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu
Karena tidak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan Ibu guru untuk menyerahkan amplop berisi perhatian dan rasa hormat palsu
Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya Pak guru dan Bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu yang baru
Masa sekolah demi masa sekolah berlalu
Merekapun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu, sebagian menjadi guru, ilmuwan, atau seniman palsu
Dengan gairah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu
Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu
Dan bank-bank palsu dengan giat menwarkan bonus dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan izin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu
Masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu.
Maka uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu
Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Popular Posts
-
Text 1 After her husband had gone to work, Mrs. Richard sent her children to school and went upstairs to her bedroom. She was too excited to...
-
STR E NGT H (KEKUATAN) A. Kelembagaan § Memiliki Legalitas Formal diantaranya Akta Notaris dan Ijin Op e rasional dari ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan ...
-
Tajalli Allah Pada Diri Insan Ketika bayi di Alam Rahim [di dalam air ketuban] belum ada nyawa, baru ada hidup yaitu adanya RUH, RAS...
-
SAKSIKANLAH ALLAH DALAM SEGALA SESUATU انما يستوحش العباد والزهاد من كل شيء لغيبتهم عن الله في كل شيء فلو شهدوه في كل شيء لم يستوحشوا من ش...
-
Pendekatan Berbasis Teks (A text-based Approach) Implementasi Pendekatan Berbasis Teks (A text-based Approach) Dalam Pengajaran Jenis-jenis...
-
Sepintas mengenai pengertian Discovery, Invention, Innovation, dan Inovasi pembelajaran Sebelum kita mengetahui pengertian dari inovasi pemb...
-
Types Of Text (Jenis Teks Bahasa Inggris) - Dalam bahasa Inggris terdapat beberapa types of textatau yang biasa disebut dengan Genre. klasif...
-
UNIT 1 ONCE UPON A TIME …… karya mgmp karanganyar (Spoken Narrative) A. Building Knowledge of Field 1. Listening Activity 1. Listen to your...