Senin, 16 Februari 2015

makalah msdm prof udin

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Sistem Informasi Manajemen berguna untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi Manajemen bertujuan menghasilkan informasi yang berguna untuk perusahaan. Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analisis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang menyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis. Peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Karena perkembangan teknologi sudah semakin pesat sehingga kebutuhan manusia akan teknologi juga semakin banyak..Penggunaan IT dalam sebuah organisasi sangatlah penting, untuk menerapkan IT haruslah dilihat karakteristik organisasi tersebut. Apakah dengan IT mampu meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan, sehingga dalam penerapan IT dibutuhkan orang yang handal yang dapat berjalan dengan baik. Peran teknologi informasi bagi sebuah perusahaan dapat kita lihat dengan menggunakan kategori yang diperkenalkan oleh G.R. Terry, ada 5 peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan diantaranya berfungsi dalam tataran operasional, dalam proses monitoring dan controlling, membantu proses perencanaan, membantu komunikasi, dan juga berperan dalam interorganisational. Sistem informasi sekolah yang efektif, baik untuk sekolah dengan skala kecil, menengah maupun besar sangat dibutuhkan. Mengingat pentingnya manajemen informasi dalam sebuah organisasi, sekolah juga harus menerapkan manajemen informasi yang didukung oleh teknologi computer untuk keefektifannya. Berkaitan dengan hal tersebut, makalah ini akan mengupas bagaimana system informasi teknologi diterapkan di sekolah. 1.2. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan system informasi 2. Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan computer? 3. Bagaimana teknologi informasi dan computer ini diterapkan di ssatuan pendidikan? 1.3. Tujuan Makalah Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini adalah; 1. untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan system informasi 2. untuk mengetahu apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan computer 3. untuk mengetahui bagaimana teknologi informasi dan computer di terapkan di satuan pendidikan (sekolah). 1.4. Kegunaan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna untuk menjawab apakah yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komputer. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi penulis, sebagai media informasi tentang bagaimanakah teknologi informasi dan computer ini diterapkan di satuan pendidikan atau sekolah. 1.5. Metode Pengumpulan Data Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode model analisis teks. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literature yang relevan dengan tema makalah. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Sistem Informasi Kita dapat melihat secara lebih dekat hubungan antara sistem informasi dengan organisasi. Namun sebelumnya kita perlu mengetahui tentang bagaimana organisasi mempengaruhi teknologi dan sistem. Organisasi akan berpengaruh terhadap sistem informasi melalui keputusan-keputusan yang dibuat oleh manajer dan karyawan. Manajer membuat keputusan tentang desain sistem. Mereka juga menggunakan teknologi informasi. Manajer juga akan memutuskan siapa yang akan membuat dan mengoperasikan sistem, dan pada akhirnya memberikan pertimbangan rasional dalam pembuatan sistem. Pada bagian berikut ini akan dijelaskan : 1. Keputusan-Keputusan Tentang Peran Sistem Informasi Organisasi mempunyai dampak langsung terhadap teknologi informasi melalui keputusannya tentang bagaimana teknologi akan digunakan dan peran apa yang akan dimainkan dalam organisasi. Dukungan terhadap perubahan peran telah merubah secara teknikal serta sistem konfigurasi organisasi yang secara nyata telah memberikan computing power dan data, sehingga menjadi lebih dekat dengan pemakai akhir. Mesin hitung elektronik dengan fungsi-fungsi yang terbatas dalam tahun 1950-an telah memberikan cara baru. Mainframe yang tersentralisasi dapat melayani kantor pusat dengan kantor cabang di beberapa lokasi yang terpencil pada tahun 1960-an. Pada tahun 1970-an komputer mikro yang ditempatkan di sebuah departemen atau divisi dihubungkan dengan komputer pusat. Tahun 1980-an, komputer mikro desktop pertama kali digunakan secara independen, kemudian dihubungkan dengan minicomputer dan komputer yang berukuran besar. Dalam tahun 1990-an, rancangan jaringan organisasi secara penuh dikembangkan. Dalam rancangan baru ini, central mainframe computer menyimpan dan mengkoordinasi informasi dan mengalirkannya ke desktop-desktop dan bahkan ke ratusan jaringan lokal yang lebih kecil. Sistem operasinya menyerupai sistem telepon. Sistem informasi telah menjadi bagian integral, on-line, dan interactive tools yang secara mendalam berfungsi dalam operasi dari menit ke menit serta pengambilan keputusan organisasi. Dengan demikian organisasi menjadi sangat tergantung pada sistem dan tidak akan mampu bertahan ketika sistem ini runtuh. 2. Keputusan Tentang Siapa Yang Menyediakan Pelayanan Teknologi lnformasi Cara kedua dimana organisasi mempengaruhi teknologi informasi adalah melalui keputusan tentang siapa yang akan mendesain, membangun, dan mengoperasikan teknologi di dalam organisasi. Teknologi komputer mirip dengan teknologi yang lain, termasuk didalamnya teknologi otomotif. Disamping mobil, masyarakat membutuhkan jalan bebas hambatan, bengkel, pompa bensin, insinyur mesin, polisi, dan produsen spare-part. Automobile adalah sebuah paket pelayanan, organisasi dan manusia/orang. Demikian pula sistem informasi mensyaratkan sub-unit organisasi khusus, spesialis informasi, serta kelompok pendukung yang lain. Manajer membuat keputusan penting tentang paket komputer: keputusan tentang apa yang dilakukan oleh teknologi informasi Paket-paket itu terdiri dari tiga entitas. Pertama, fungsi atau unit organisasi formal yang biasa disebut departemen sistem informasi. Kedua, ahli-ahli atau spesialis sistem informasi seperti programer, sistem analis, project leader, manajer sistem informasi. Demikian pula spesialis eksternal seperti supplier hardware dan manufaktur, perusahaan software, dan konsultan yang berpartisipasi pada operasi harian dan perencanaan sistem informasi jangka panjang. Ketiga, paket sistem informasi adalah teknologinya itu sendiri, baik software maupun hardware. Saat ini kelompok sistem informasi menjadi agen perubah yang sangat kuat dalam organisasi, mendesak strategi baru dalam bisnis dan memaksa produk-produk dihasilkan dengan berbasis informasi serta memerlukan koordinasi antara pengembangan teknologi dan perencanaan perubahan organisasi. Ukuran dan departemen sistem informasi sangat bervariasi dan sangat tergantung pada peran dan sistem informasi dalam organisasi serta ukuran organisasi. Pada perusahaan dengan ukuran menengah sampai besar kelompok sistem informasi terdiri dan 100 sampai 400 orang. Ukuran kelompok sistem informasi dan total pengeluaran untuk komputer sistem informasi (khususnya organisasi yang menjual produk informasi) dapat menghabiskan sampai 40 persen dari gross revenues. Pada tahun-tahun pertama penggunaan komputer, ketika peran sistem informasi dibatasi, kelompok sistem informasi umumnya terdiri dari programer dan ahli teknik. Saat ini kebanyakan kelompok sistem informasi dan analis sistem tumbuh atau bertambah secara proporsional. Sistem analis biasanya merupakan pihak yang menghubungkan antara kelompok sistem informasi dengan fihak lain dalam organisasi. Hal lain yang menjadi tugas analis adalah menterjemahkan masalah-masalah bisnis dan kebutuhannya ke dalam persyaratan sistem dan informasi. Manajer sistem informasi adalah pimpinan tim programer dan analis, manajer proyek, manajer fasilitas fisik, manajer telekomunikasi, kepala kantor dan kelompok automation, dan manajer operasi komputer dan staf data entry. End user adalah representatif dan departemen diluar kelompok sistem informasi dimana aplikasi di kembangkan. Pemakai (users) ini mempunyai peran penting dalam desain dan pengembangan sistem informasi. 3. Keputusan Tentang Mengapa Membangun Sistem Informasi Untuk membangun sistem informasi, manajer mempunyai beberapa alasan rasional baik menyangkut umum ataupun khusus. Alasan yang paling pokok bagi manajer untuk memilih menggunakan sistem adalah untuk mencapai alasan-alasan ekonomi, menyediakan pelayanan yang lebih baik, atau menyediakan tempat kerja yang lebih baik. Dampak komputer terhadap organisasi tergantung dari bagian dan bagaimana manajer membuat keputusan. Sekilas, jawaban dari pertanyaan Mengapa organisasi mengadopsi sistem informasi? tampaknya sangat sederhana. Namun secara jelas organisasi mengadopsi sistem informasi adalah untuk menjadi lebih efisien, menghemat uang, dan mengurangi jumlah tenaga kerja. Meskipun respon-respon yang demikian secara umum benar untuk masa-masa yang lalu, namun alasan-alasan itu bukanlah alasan-alasan pokok untuk mengadopsi sistem. Sistem yang ada saat sekarang dibangun dengan tujuan efisiensi untuk hal- hal yang menyangkut pekerjaan pikiran. Namun alasan lain yang lebih mendasar dan mudah diterima, sistem informasi merupakan sesuatu yang sangat penting jika ingin tetap bertahan dalam bisnis. Sistem informasi merupakan sesuatu yang sangat vital sebagaimana peningkatan modal seperti bangunan-bangunan modern atau corporate headquarter. Peningkatan dalam pengambilan keputusan (kecepatan, akurasi, keterpaduan), pelayanan yang lebih baik kepada customer dan harapan klien, koordinasi kelompok-kelompok yang terpencar, serta menguji kekuatan kontrol terhadap personal maupun pengeluaran menjadi alasan penting untuk membangun sistem (Huff dan Munro, Husein, M.F. dan Wibowo, A. 2002). Alasan terkini, organisasi mengadopsi sistem karena ingin mendapatkan competitive benefit (manfaat kompetitif). Dengan demikian, pertanyaan yang tampaknya jawabnya sangat mudah Mengapa organisasi mengadopsi sistem? adalah sangat kompleks. Beberapa organisasi sekedar ingin menjadi lebih inovatif untuk mendapatkan benefit ekonomi secara langsung. Untuk beberapa kasus, sistem informasi dibangun karena ambisi dari beberapa kelompok dalam organisasi dan antisipasi dampak dan konflik yang tengah berlangsung dalam organisasi. Faktor-faktor lingkungan eksternal adalah faktor eksternal organisasi yang mempengaruhi adopsi dan desain sistem, Beberapa faktor lingkungan eksternal adalah peningkatan biaya tenaga kerja atau sumber daya yang lain, persaingan dan perusahaan lain, dan perubahan regulasi pemerintah (Undang-undang). Secara umum faktor-faktor lingkungan eksternal ini dapat dianggap sebagai batasan-batasan lingkungan. Namun pada saat yang sama, lingkungan juga menyediakan beberapa kesempatan kepada organisasi, seperti teknologi baru, sumber modal baru, pengembangan proses produksi baru, memaksa kompetitor untuk keluar, program-program baru pemerintah yang dapat meningkatkan permintaan produk-produk tertentu. Gambar 1: Model pengembangan sistem dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain (Sumber: Laudon, K.C. & Jane P. Laudon, dalam Husein dan Wibowo, 2002) Faktor institusional adalah faktor internal organisasi yang mempengaruhi proses adopsi dan desain sistem informasi. Faktor ini mencakup tata nilai (value), norma, dan hal-hal penting yang dapat membentuk strategi penting dalam organisasi. Sebagai contoh adalah manajemen puncak dapat memutuskan bahwa perusahaan perlu menerapkan sistem kontrol yang lebih ketat terhadap proses persediaan, dan oleh sebab itu memutuskan untuk membangun sistem informasi persediaan (inventory information systems). Sistem itu kemudian diadopsi, dikembangkan, dan dioperasikan hanya untuk keperluan internal dan alasan-alasan kelembagaan. 2.2. Pengertian Teknolgi Informasi dan Komputer Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel). Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi. [2] Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). ". Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain. TI adalah bidang pengelolaan teknologi dan mencakup berbagai bidang yang termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal seperti proses, perangkat lunak komputer, sistem informasi, perangkat keras komputer, bahasa program , dan data konstruksi. Singkatnya, apa yang membuat data, informasi atau pengetahuan yang dirasakan dalam format visual apapun, melalui setiap mekanisme distribusi multimedia, dianggap bagian dari TI. TI menyediakan bisnis dengan empat set layanan inti untuk membantu menjalankan strategi bisnis: proses bisnis otomatisasi, memberikan informasi, menghubungkan dengan pelanggan, dan alat-alat produktivitas. TI melakukan berbagai fungsi (TI Disiplin/Kompetensi) dari meng-instal Aplikasi untuk merancang jaringan komputer dan Database informasi. Beberapa tugas yang TI lakukan mungkin termasuk manajemen data, jaringan, rekayasa perangkat keras komputer, database dan desain perangkat lunak, serta manajemen dan administrasi sistem secara keseluruhan. Teknologi informasi mulai menyebar lebih jauh dari konvensional komputer pribadi dan teknologi jaringan, dan lebih ke dalam integrasi teknologi lain seperti penggunaan ponsel, televisi, mobil, dan banyak lagi, yang meningkatkan permintaan untuk pekerjaan . 2.3. penerapan Teknologi Informasi dan Komputer dalam Manajemen SDM Pendidikan Sistem teknologi informasi dan komputer digunakan untuk mendukung operasi-operasi manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi termasuk di satuan pendidikan (sekolah). Operasi-operasi manajemen terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. 1. Tahap perencanaan adalah tahap awal dari suatu operasi dalam manajemen suatu sekolah. Sumber informasi di sekolah, baik database siswa, guru, program sekolah harus tercatat, baik dalam bentuk data maupun grafik yang sewaktu-waktu dapat diolah dan digunakan secara efektif. 2. Tahap berikutnya yaitu tahap pengorganisasian. Dalam tahap ini, organisasi merencanakan teknis pelaksanaan operasi yang akan dilakukan, pembiayaan, sumber daya yang dibutuhkan, penjadwalan, dll. Dalam beberapa literatur, tahap pengorganisasian ini dimasukkan dalam tahap perencanaan. 3. Tahap pelaksanaan. Dalam tahap ini semua rencana operasi dan pengorganisasian yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan. Semua kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan operasi dicatat, disimpan, dan diorganisasikan untuk keperluan evaluasi hasil operasi. Manajemen SDM pendidikan yang diawali proses perencanaan, rekrutmen pegawai, seleksi pegawai, pengembangan, kompensasi, informasi, serta aturan kepegawaian harus terdokumentasikan dengan baik. 4. Tahap yang terakhir adalah tahap pengendalian. Dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan operasi, apakah operasi yang berjalan sesuai dengan rencana atau tidak. Hasil pelaksanaan operasi dilaporkan untuk keperluan evaluasi dan pengambilan keputusan berikutnya. Peranan sistem teknologi informasi dan komputer adalah untuk mencatat, menyimpan, dan mengorganisasikan semua data yang terkait dengan operasi tersebut, serta mengolah data-data tersebut menjadi informasi yang dapat dilaporkan pada pihak-pihak yang membutuhkannya. Sistem informasi sekolah yang efektif, baik untuk sekolah dengan skala kecil, menengah maupun besar sangat dibutuhkan. Menurut Castetter (1996: 427) menerangkan setidaknya teknologi informasi dan komputer dalam manajemen SDM dapat digunakan dalam: 1. Sumber informasi Sumber informasi di sekolah, baik database siswa, guru, program sekolah harus tercatat, baik dalam bentuk data maupun grafik yang sewaktu-waktu dapat diolah dan digunakan secara efektif. 2. Modul Informasi Manajemen SDM pendidikan yang diawali proses perencanaan, rekrutmen pegawai, seleksi pegawai, pengembangan, kompensasi, informasi, serta aturan kepegawaian harus terdokumentasikan dengan baik. Pada tahap ini maka, teknologi Modul tentang proses perencanaan, rekrutmen, 3. Kriteria Penerimaan Informasi Teknologi Informasi dan komputer, dapat digunakan untuk mengolah data, baik menganalisa tujuan, nilai, relevansi, kelengkapan, biaya, validitas, reliabilitas, kurun waktu (timelines), dan akurasi data. 4. Sistem penyimpanan Dalam Manajemen SDM, komputer dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan informasi, yang sewaktu-waktu dapat digunakan. Berikut merupakan contoh penggunaan TIK dalam proses rekrutmen dan seleksi pegawai: a. Proses rekrutmen Pada sekolah yang mempunyai aturan sumber daya manusia yang efektif , akan membutuhkan rekrutmen personil dari luar untuk menduduki posisi tertentu. Teknologi informasi dan komunikasi bisa digunakan secara ektensif dalam administrasi proses rekrutmen, seperti penyesuaian kebutuhan posisi/pekerjaan dengan karakteristik pelamar, informasi seleksi tes, latar belakang pelamar, penyelidikan internal, hasil wawancara, dan kemajuan proses pelamar. Dua jenis informasi penting : 1. Pemenuhan informasi tentang posisi bagi personil yang akan direkrut 2. Pemenuhan informasi tentang pelamar pekerjaan Tipe lain dari penggunaan informasi dalam pengaturan proses rekrutmen meliputi: a. Keefektifan metode dan sumber rekrutmen b. Alokasi budget/pembiayaan, c. Ongkos atau analisis keuntungan d. Pengawasan pelamaran e. Gambaran / deskripsi dari kelompok kandidat f. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi Untuk mendapatkan analisis tersebut dibutuhkan beberapa data yang dibentuk melalui penggunaan teknik statistik dan matematika. Maka untuk mempercepat proses tersebut, maka teknologi informasi dan komputer sangat dibutuhkan. b. Proses Seleksi Merupakan pengambilan keputusan untuk memilih sesorang mengisi lowongan atau jabatan yang telah tersedia. Seleksi ketat dimungkinkan untuk memperoleh orang-orang yang tepat dan berkualitas. Seleksi bisa dilakukan melalui tes, mempelajari data pelamar, wawancara maupun rekomendasi. Teknologi informasi dalam proses seleksi digunakan khususnya dalam: 1. Penyimpanan data kandidat pegawai 2. Penetapan standar kandidat yang akan diterima 3. Metode seleksi (tes kompetensi, wawancara, dll) 4. Proses penyeleksian 5. Keputusan pemilihan kandidat Dengan informasi yang jelas, sekolah dapat melakukan penempatan pelamar sesuai dengan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan atau dapat dikatakan bahwa sekolah dapat menentukan pelamar sesuai dengan job spesifikasinya yang pada akhirnya akan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan sekolah. BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Sistem Informasi Manajemen berguna untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Peran mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan diantaranya berfungsi dalam tataran operasional, dalam proses monitoring dan controlling, membantu proses perencanaan, membantu komunikasi, dan juga berperan dalam interorganisational. Teknologi Informasi dan Komunikasi besar sekali peranannya dalam manajemen sumber daya manusia, khususnya dalam proses rekrutmen, seleksi, penempatan, pengembangan dan penilaian para pegawai. Hal –hal yang berhubungan dengan administrasi dapat dengan cepat dilakukan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Jadi keuntungan TIK itu selain bisa mempercepat proses informasi dan administrasi juga bisa meminimalisir pengeluaran biaya dan tenaga. 3.2. Saran Setiap lembaga pendidikan harus sudah bisa memanfaatkan TIK sebagai media kerja,misalnya dalam proses rekrutmen tidak harus selalu mengirimkan berkas secara manual, cukup dengan memanfaatkan IT bisa dengan sistem online. DAFTAR PUSTAKA Castetter, W. (1996). The Human Resource Function in Educational Administration (sixth ed.). New Jersey: New Jersey Prentice-Hall, Inc. Husein, M.F. dan Wibowo, A. 2002. Sistem Informasi Manajemen (Edisi Revisi). Jogjakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN Saud, U. S. dan Sutarsih, C. (2012). Dasar-Dasar Manajemen Sumber daya Manusia dalam Bidang Pendidikan/Persekolahan. Bahan Ajar Perkuliahan Manajemen SDM. UPI Bandung. KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Alloh SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjunan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh umatnya sampai akhir zaman. Adapun tujuan penulisan proposal ini, tiada lain adalah untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Manajemen SDM dalam pendidikan. Penulis menyadari akan keterbatasan kemampuan yang ada sehingga memungkinkan tugas ini kurang sempurna, baik struktur kalimat maupun isinya. Dalam pelaksanaan penyusunan dan penulisan proposal ini, banyak pihak-pihak yang telah membantu. Untuk itu semua, penulis sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. Prof. Dr. H. UDIN S. SAUD,.Ph.D. sebagai dosen dari mata kuliah Manajemen Manajemen SDM dalam pendidikan. 2. Seluruh rekan-rekan kelas 13 c pasca sarjana Universitas Galuh Ciamis, yang selalu memberikan semangat, dorongan baik moral maupun material. 3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini. Akhirnya, semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan umumnya bagi pembaca serta bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tasikmalaya, Mei 2013 Penulis PENERAPAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER DALAM MANAJEMEN SDM PENDIDIKAN TUGAS KELOMPOK Disampaikan Untuk Memenuhi Tugas MSDM Prof. Dr. H. UDIN S.SAUD. Ph.D Oleh ADAM WAHID PRAMULYANA NUNIEK WAHYUNI DEPON NURUL AIDA ELIS IDAH DEDE TEJA.K PROGRAM PASCA SARJANA UIVERSITAS GALUH CIAMIS 2013

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts