Senin, 29 Desember 2014

contoh proposal tesis kepala sekolah dan motivasi kerja

PENGARUH KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI LINGKUNGAN SMA KOTA TASIKMALAYA BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional di Indonesia memperoleh perhatian utama dari bangsa Indonesia, pendidikan dipandang sebagai alat utama pengembangan sosial, kultural, ekonomi dan politik. Hubungan sekolah dengan masyarakat atau pemerintah dalam masalah pendidikan dijembatani oleh seorang kepala sekolah yang menjadi pemimpinnya. Kepala sekolah sebagai pengelola dan eksekutif di sekolah menunjukkan dirinya sebagai seorang pelaksana teknis manajerial yang memiliki keterampilan-keterampilan untuk menjalankan sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer bertugas sebagai pelaksana kurikulum, pengatur personil, fasilitas, keuangan, ketatausahaan sekolah, pemelihara tata tertib serta hubungan sekolah dengan masyarakat. Kepala sekolah dalam menjalankan tugas mempunyai peran ganda sebagai administrator, sebagai pemimpin dan sebagai supervisor pendidikan.Terdapat tiga bidang keterampilan manajerial yang perlu dikuasai oleh kepala sekolah yaitu keterampilan konseptual (conceptual skill), keterampilan hubungan manusia (human skill), keterampilan teknik (technical skill) (Wahyudi, 2009 : 76). Tuntutan terhadap kualitas pendidikan semakin mendesak sejalan dengan perkembangan masyarakat dan dunia kerja serta perubahan kompetensi global yang tidak mungkin dapat dihindari. Sedangkan kualitas pendidikan dapat dicapai apabila ada kerjasama secara sinergi antara sekolah, masyarakat dan dunia kerja sebagai pengguna output pendidikan. Sekolah sebagai institusi pencetak sumber daya manusia yang berkualitas harus bekerja secara efektif dan efisien sebagai kriteria produktivitas suatu organisasi. Produktivitas dapat dipandang sebagai aspek penting dalam mengkaji masalah pengelolaan sistem pendididkan, karena rendahnya kualitas atau keluaran pendidikan merupakan salah satu masalah kependidikan. Sutermeister (Harris, 1988 : 29), mengartikan produktivitas sebagai ukuran kuantitas dan kualitas kerja dengan mempertimbangkan kemanfaatan sumber daya. Produktivitas dalam arti teknis mengacu kepada derajat keefektifan, efisiensi dalam penggunaan sumber daya, sedangkan dalam pengertian perilaku, produktivitas merupakan sikap mental yang selalu berusaha berkembang. Secara kuantitatif produktivitas (productivity) adalah rasio antara hasil produksi dengan masukan. Motivasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam proses kepemimpinan. Disamping itu juga motivasi mencakup sejumlah konsep seperti dorongan (drive), kebutuhan (need), rangsangan (incentive), ganjaran (reward), penguatan (reinforcement), ketetapan tujuan (goal setting), dan harapan (expectancy). Sedangkan menurut kebanyakan motivasi selalu mengandung tiga komponen pokok, upaya menggerakan, upaya mengerahkan, dan upaya menopang tingkah laku manusia. Berkaitan dengan tugas seorang guru, dalam hal ini menurut UU. No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pada Bab 1 pasal 1, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.Guru berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dalam meningkatkan proses belajar mengajar dan prestasi siswa seorang guru haruslah mempunyai kinerja yang baik. Kinerja mengandung makna hasil kerja. Kemampuan atau prestasi guru atau dorongan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam organisasi (Saeful Bahri, 2010 : 8). Kinerja pegawai mempunyai hubungan erat dengan kinerja organisasi, karena tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat dalam organisasi. Oleh karena itu kinerja selalu menunjukkan suatu keberhasilan individu atau organisasi dalam mencapai target atau sasaran tersebut. Menyangkut masalah kelangsungan proses pembelajaran, sebagaimana dikutip oleh Hariani bahwa kinerja mengajar guru mengacu pada profil kemampuan dasar guru, yaitu : Kemampuan menguasai bahan, 2) kemampuan mengelola program belajar mengajar, 3) kemampuan mengolah kelas, 4) kemampuan menggunakan media, 5) kemampuan menguasai landasan-landasan pendidikan, 6) kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar, 7) kemampuan menilai prestasi siswa untuk pendidikan dan pengajaran, 8) kemampuan mengenai fungsi dan program pelayanan bimbingan dan penyuluhan, 9) kemampuan mengenal memahami prinsip-prinsip guna keperluan pengajaran (Hariani, 1980 : 16). Berbagai fakta menunjukan bahwa tidak semua pekerja selalu giat bekerja dan mencapai kinerja yang diharapkan. Artinya selalu ada kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang ditunjukan oleh pekerja. Kesulitan untuk mencapai kinerja yang baik memerlukan upaya perbuatan. Produktivitas kerja merupakan hasil akhir atau kemampuan seseorang atau kelompok orang atas suatu pekerjaan pada waktu tertentu. Bentuk produktivitas kerja itu dapat berupa hasil akhir atau produk barang dan jasa, bentuk perilaku, kecakapan, kompetensi sarana serta keterampilan tujuan organisasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : kebijakan kepala sekolah dapat mempengaruhi produktivitas kerja dan motivasi kerja guru juga dapat mempengaruhi produktivitas kerja serta secara bersama-sama antara kebijakan kepala sekolah, motivasi kerja guru itu juga sangat mempengaruhi terhadap produktivitas kerja terutama di lingkungan lembaga pendidikan SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya. Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah 1. Pengaruh kebijakan kepala sekolah dan motivasi kerja guru dengan produktivitas kerja sekolah menunjang pada peningkatan mutu pendidikan serta meningkatkan kualitas dan intensitas kegiatan pembelajaran secara akademik 2. Salah satu yang menunjang pada keberhasilan belajar siswa adalah motivasi kinerja guru dan kompetensi guru juga memegang peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan motivasi di dalam diri siswa. Rumusan Masalah Bagaimana kebijakan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja ? Bagaimana pengaruh motivasi kerja guru terhadap produktivitas kerja ? Seberapa besar pengaruh kebijakan kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru dan produktivitas kerja ? Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian Untuk menemukan pengaruh kebijakan kepala sekolah, motivasi kerja guru terhadap produktivitas kerja Untuk mengetahui, menganalisa, dan membahas produktivitas kerja di SMA se-Kota Tasikmalaya Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan dan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan 1.3.2. Tujuan Penelitian Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterprestasikan apakah terdapat pengaruh kebijakan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja Mendeskripsikan,menganalisa dan menginterprestasikan apakah terdapat pengaruh motivasi kerja guru terhadap produktivitas kerja Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterprestasikan seberapa besar pengaruh kebijakan kepala sekolah dan motivasi kerja guru terhadap produktivitas kerja Kegunaan Penelitian 1.4.1 Secara Teoritis Penelitian ini secara teoritik diharapkan dapat memberikan analisis ilmiah tentang mengetahui dan menganalisis pengaruh kebijakan kepala sekolah, motivasi kerja guru dan produktivitas kerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya Secara Praktis Adanya penyempurnaan dan peningkatan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya serta peningkatan mutu pendidikan. Bagi guru, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka sulit bagi guru untuk mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara sebaik-baiknya (Oemar Hamalik, 2001 : 133) Bagi lembaga, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk memperkaya referensi yang dapat digunakan baik oleh mahasiswa maupun yang lainnya. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan dalam melakukan penelitian lebih lanjut, untuk memecahkan permasalahan yang ada diluar pembahasan masalah serta sebagai bahan pemecahan masalah yang dihadapi. BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah terhadap Produktivitas Kerja 2.1.2 Pengaruh Motivasi Kerja Guru terhadap Produktivitas Kerja Sumber daya manusia merupakan kekuatan utama dari suatu lembaga atau organisasi. Oleh karenanya pembangunan sumber daya tidak terlepas dari pendidikan, karena secara fungsional pendidikan itu sendiri melibatkan manusia, dan kegunaannya adalah untuk meningkatkan produktivitas. Pendidikan sumber daya manusia selalu ditujukan untuk meningkatkan motivasi berprestasi sehingga setiap individu agar menjadi orang yang berbudi luhur dan berakal, memiliki pengetahuan, pengalaman serta wawasan yang berhubungan dengan kehidupannya. Di samping itu sumber daya manusia diupayakan agar individu mampu menggunakan potensi dirinya dalam menangani berbagai macam permasalahan yang dihadapinya. Dengan demikian motivasi kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja, karena dengan motivasi yang tinggi akan mendorong keinginan kuat untuk bekerja dengan serius dan mencari langkah-langkah yang strategis dan efektif sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja khususnya di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya. 2.1.3 Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja Guru terhadap Produktivitas kerja Secara umum produktivitas kerja diartikan sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik dengan masukan yang sebenarnya. Pentingnya produktivitas kerja mencakup banyak hal, dimulai dari produktivitas tenaga kerja, produktivitas organisasi, produktivitas modal, produktivitas pemasaran, produktivitas produksi dan produktivitas produk. Produktivitas kerja dipengaruhi beberapa faktor yang terbagi kepada tiga golongan yaitu : Kualitas dan kemampuan fisik, dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik yang bersangkutan. Sarana dan pendukung yang dikelompokan pada dua golongan yaitu lingkungan kerja dan kesejahteraan Sumber-sumber yang digunakan Dilain pihak, Hasibuan (1990 : 30), mengungkapkan dua faktor yang mempengaruhi produktivitas seseorang, yaitu 1) faktor internal yang terdiri dari pendidikan, motivasi, kepuasan kerja, komitmen dan etos kerja, 2) faktor eksternal, meliputi tingkat penghasilan, hubungan antara manusia dan kepemimpinan. Untuk meningkatkan kinerja sekolah dilakukan berbagai cara yaitu dengan meningkatkan mutu tenaga pendidik, penataan program kurikulum secara berkelanjutan, pengembangan kurikulum yang fleksibel dan terkendali, peningkatan mutu penelitian pengabdian ke masyarakat, pengadaan sarana prasarana dan fasilitas penunjang kerjasama dengan pemerintah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja sekolah merupakan output dari kebijakan kepala sekolah dan motivasi kinerja guru. 2.2 Kerangka Pemikiran Penelitian yang akan dilaksanakan didukung oleh beberapa teori atau konsep dasar, yang terkait dengan fokus masalah yaitu produktivitas kinerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya. Dalam rangka usulan judul penelitian mengenai Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Produktivitas Kinerja dapat digambarkan hubungan antara variabel. Variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat dan penelitian ini dapat dijabarkan yakni variabel bebas Kebijakan Kepala Sekolah (X ) berpengaruh positif terhadap variabel terikat Produktivitas Kinerja (Y), variabel bebas Motivasi Kerja Guru (X ) berpengaruh positif terhadap variabel terikat Produktivitas Kinerja ( Y ),kemudian variabel X dan X berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap variabel Y, untuk faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi Motivasi Kerja Guru Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah Produktivitas Kerja 2.3 Hipotesis Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : Kebijakan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja Motivasi kerja guru berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja Kebijakan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Sedangkan menurut Djam’an Satori (2009 : 46) menyatakan bahwa populasi adalah merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah hubungan antara organisasi kepribadian dasar kompetensi guru dan kinerja guru. Sampel sebagai resfonden ditentukan dengan teknik Random Sampling. Menurut Amirul Hadi (2005 : 198), teknik random sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Random sampling juga diberi istilah pengambilan sampel secara rambang atau acak, yaitu pengambilan sampel yang tanpa pilih-pilih atau tanpa pandang bulu, didasarkan atas prinsip-prinsip yang telah diuji dalam praktek. Dengan demikian maka besarnya sampel yang diambil pada penelitian ini yaitu SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya dengan asumsi bahwa sampel sudah cukup mewakili dan data cukup heterogen, sehingga dengan pengambilan sampel sebanyak ini dapat dianggap telah memenuhi persyaratan dan mewakili populasi penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Objek Penelitian Yang menjadi objek penelitian dalam tesis ini adalah sejumlah kepala sekolah, guru yang menjadi pendidik serta lingkungan sekolah yang berada di SMA se-Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional, yaitu yang menggambarkan hubungan antara berbagai variabel yang diteliti. Penelitian analitik korelasional dapat memberikan gambaran dan menemukan hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Penelitian deskriptif korelasional ini diharapkan dapat menguji tentang : “Pengaruh Kebijakan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja Guru terhadap Produktivitas Kerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya”. Penelitian ini dilakukan untuk menguji : Seberapa besar pengaruh kebijakan kepala sekolah terhadap produktivitas kerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya ? Seberapa besar pengaruh motivasi kerja guru terhadap produktivitas kerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya ? Seberapa besar pengaruh kebijakan kepala sekolah, motivasi kerja guru secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya ? Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang mengandung arti bahwa fenomena-fenomena objektif dikaji secara kuantitatif. Penelitian akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan analitik korelasional dan regresi. Data kuantitatif akan dianalisis dengan statistik korelasional dan regresi, sehingga secara lengkap metode yang digunakan adalah analitik korelasional. Dalam pengumpulan data, penelitian ini akan menggunakan kuesioner berstruktur, dilengkapi dengan wawancara dan studi dokumenter. Operasionalisasi Variabel Pada penelitian ini ditetapkan tiga jenis variabel yang akan diukur sebagai berikut : Variabel bebas yaitu kebijakan kepala sekolah (X1) yang memberikan pengaruh kepada variabel terikat (Y) yaitu produktivitas kerja, motivasi kerja guru (X2) memberikan pengaruh kepada produktivitas kerja (Y) Variabel terikat (Produktivitas kerja) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel Dimensi Variabel Indikator Skala Kebijakan Kepala Sekolah Pemimpin efektif Sebagai pemimpin harus betanggung jawab tertinggi Pemimpin alami Adanya kerjasama dalam rangka mencapai hasil maksimal Keterampilan berkomunikasi Harus mampu menghadapi tantangan-tantangan unik dalam berkomunikasi dengan atasan Pemecahan konflik Kepala sekolah harus membangun kesadaran akan damfak positif dan negatif dari konflik Mendukung perubahan Kepala sekolah harus mewadahi perubahan Motivasi Kerja Guru Kekuatan Berani mengambil resiko Mencari dan memanfaatkan informasi sebagai umpan balik Dorongan Memperhitungkan keberhasilan Ingin mencapai keberhasilan Kebutuhan Menyampaikan gagasan Melakukan tindakan Harapan Mengubah pola pikir Memecahkan masalah Produktivitas Kerja Kemampuan Menyelenggarakan kegiatan pendidikan Mengembangkan program belajar Mengembangkan bahan pengajaran Membimbing siswa Meningkatkan hasil yang dicapai Apakah menghasilkan karya Apakah menyadur karya ilmiah Pengembangan diri Apakah melaksanakan hasil belajar siswa untuk dimanfaatkan dimasyarakat Apakah memberikan latihan pada siswa Apakah memberikan pelayanan kepada siswa dan masyarakat Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis Data yang dikumpulkan adalah berupa angka-angka, keterangan tertulis, informasi lisan dan beragam fakta yang berhubungan dengan fokus penelitian yang diperoleh melalui penyebaran angket kepada kepala sekolah dan Guru SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya Jenis dan sumber data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Sumber data penelitian ini diperoleh dari kepala sekolah dan guru SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya sebagai teknik komunikasi langsung untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Prosedur pengumpulan data Selain pengumpulan data melalui pengedaran angket juga akan dilakukan wawancara dengan pimpinan sekolah dan beberapa orang guru. Wawancara ditujukan untuk mendapatkan data tambahan sebagai pelengkap dari data yang diperoleh dari angket. Dari pengedaran angket akan diperoleh data kuantitatif, sedang dari wawancara akan diperoleh data kualitatif untuk melengkapi kedua jenis dari data angket dan wawancara, juga akan diadakan studi dokumentasi, untuk menghimpun beberapa data dokumenter berkenaan dengan mutu pembelajaran. Kuesioner, yaitu yang diberikan kepada responden dengan cara mengajukan pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian. Ada dua macam kuesioner yaitu kuesioner berstruktur dan kuesioner terbuka. Kuesioner berstruktur berisi pertanyaan-pertanyaan yang sudah disediakan jawabannya, sedangkan kuesioner terbuka adalah pertanyaan-pertanyaan tersebut belum disertai kemungkinan jawabannya. Untuk mengetahui hubungan antar komponen dan antar variabel dalam komponen dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi. Sebelum analisis korelasi dan regresi tersebut dilakukan terlebih dahulu akan dilakukan normalitas dan linieritas distribusi skor. Hal ini dilakukan, karena dalam analisis korelasi akan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson, yang mensyaratkan datanya berdistribusi normal, homogin dan linier. Untuk mengetahui perspektif mana yang lebih dominan, variabel mana yang dominan dalam setiap perspektif maupun keseluruhan akan diadakan analisis varion (Anova) Untuk mengkaji normalisasi distribusi frekuensi menggunakan rumus Product Momen sebagai berikut : rXY = (n (∑▒〖XiYi)-(∑▒〖Xi) (∑▒Yi)〗〗)/√((n∑▒〖Xi2-(∑▒〖Xi)2 (N∑▒〖Yi2-(∑▒〖Yi)2〗〗〗〗) rXY = Koefisien korelasi X = Jumlah skor variabel Xi Y = Jumlah skor variabel Yi N = jumlah resfonden n∑▒Xi2 = Jumlah kuadrat skor variabel Xi (∑▒〖Xi)2〗 = Kuadrat jumlah skor variabel Xi n∑▒Yi2 = Jumlah kuadrat skor variabel Yi (∑▒〖Yi)2〗 = Kuadrat jumlah skor variabel Yi Setelah distribusi skor memenuhi persyaratan tersebut, maka akan dilakukan proses analisis selanjutnya yaitu uji perbedaan menggunakan t-Test. Analisis korelasi menggunakan Product Moment Coefficient Correlation dan uji signifikan korelasi parsial menggunakan formula. Untuk menganalisis kontribusi variabel-variabel input terhadap variabel proses, dan variabel proses terhadap variabel hasil, secara sendiri-sendiri digunakan analisis regresi partial, sedang dampak variabel input secara bersama-sama terhadap variabel proses, dan variabel proses secara bersama-sama terhadap variabel hasil digunakan analisis ganda. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………… 1 1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah …………………… 4 1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ……………………….. 5 1.4 Kegunaan Penelitian …………………………………. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ………………………………………. 7 2.2 Kerangka Pemikiran ………………………………… 9 2.3 Hipotesis …………………………………………….. 10 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian …………………………………….. 12 3.2 Metode Penelitian …………………………………… 12 3.3 Operasionalisasi Variabel …………………………… 13 3.4 Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis …………….. 14 PENGARUH KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DILINGKUNGAN SMA (Studi Deskriptif di SMA Negeri se-Kota Tasikmalaya) Proposal Penelitian Dibuat sebagai salah satu syarat Mengikuti seminar usulan penelitian Oleh SHARIF R. HAMID NIM 82321011147 Konsentrasi Manajemen Sistem Pendidikan PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH 2011 Hubungan antara Pengembangan Karir dengan Motivasi Kerja Guru dengan Kualitas Pembelajaran Guru Bahasa Indonesia di MAN se-Kabupaten Tasikmalaya (Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Tasikmalaya) Proposal Penelitian Dibuat sebagai salah satu syarat Mengikuti seminar usulan penelitian Oleh HUNAENAH NIM 82321011132 Konsentrasi Manajemen Sistem Pendidikan PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH 2011 PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KOMPETENSIGURU TERHADAP KINERJA SEKOLAH (Penelitian di SMA Negeri se-Kabupaten Tasikmalaya) Proposal Penelitian Dibuat sebagai salah satu syarat Mengikuti seminar usulan penelitian Oleh WIWI WIANSIH NIM 82321011154 Konsentrasi Manajemen Sistem Pendidikan PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH 2011

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts