Rabu, 17 Desember 2014

filsafat

FILSAFAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN Sebagai salah satu tugas individu Prof. Dr.H Djam’an Satori,MA Oleh : NUNIEK WAHYUNI NIM.82321213082 Kelas 13 C Program PascaUnigal-Ciamis UNIVERSITAS GALUH CIAMIS 2012 1. Rumusan Filsafat Administrasi Pendidikan Fisafat adalah sebuah cara pemikiran-pemikiran yang bisa diyakini menghasilkan sebuah ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan merupakan penemuan kebenaran dari proses berpikir manusia yang menghasilkan penemuan dan harus di buktikan melalui penelitian atau riset Dalam mencari kebenaran ilmu pengetahuan, filsafat juga bisa dijadikan way of life yang berarti menjadi pegangan atau pandangan hidup dan filsafat juga bisa kita jadikan sebuah keyakinan dalam setiap pengambilan keputusan. Arti dari keyakinan itu adalah penjelasan dalam tindakan/perbuatan tentang segala sesuatu yang ada didunia, sementara itu keyakinan tidak hanya didunia saja yang nyata (fisik) tetapi juga keyakinan yang tidak tampak oleh indera yang melampaui fisik yaitu metafisika, meyakini adanya keberadaan Tuhan, yang ada, mungkin ada dan belum ada. Dan meyakini kebenaran akan adanya ilmu pengetahuan dalam mencari sebuah pengetahuan yang belum ada maupun yang sudah ada, pengetahuan itu bersumber dari suatu pengalaman manusia dari setiap yang dilihat, ditemukan, diteliti dan dari setiap kejadian yang dialami manusia itu sendiri yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan dapat diuji kebenarannya. Kebenaran merupakan suatu pernyataan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan atas kebenarannya dan kebenaran ini memiliki nilai dan makna tertinggi. Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab. Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan secara terminologi. Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat. Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya. Berikut ini disajikan beberapa pengertian Filsafat menurut beberapa para ahli: 1. Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. 2. Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu. 3. Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan ) 4. Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan. 5. Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya . 6. Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan. 1. Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika ) 2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika ) 3. Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama ) 4. Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi ) 7. Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat. 8. Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “. 9. Sidi Gazalba: Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal. 10. Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat. 11. Hasbullah Bakry: Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu. 12. Prof. Mr.Mumahamd Yamin: Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan. 13. Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati. 14. Bertrand Russel: Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu. Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut. Pengertian Administrasi adalah Tiap-tiap bentuk usaha, besar atau kecil, memerlukan cara-cara pengaturan dan penyelenggaraan yang efektif dan efisien agar tercapai hasil yang maksimal. Segala sumber daya yang digunakan harus diatur penggunaannya, sehingga tidak terjadi pemborosan yang berarti, dalam rangka mencapai tujuan atau keuntungan yang dinginkan untuk diperoleh. Inilah yang menjadi titik perhatian ilmu administrasi. Secara etimologis, administrasi berarti penyelenggaraan, pengaturan atau pengurusan. Dalam pengertian sempit, administrasi biasanya dimaksudkan orang dengan pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan surat menyurat yang lazim terdapat di kantor-kantor. Misalnya : menulis atau mengetik surat, tabel, daftar mengagendakan, mengirimkan atau mengekspedisikan, mengarsipkan atau mendokumentasikannya. Dewasa ini, sesuai dengan perkembangan ilmu administrasi, ruang lingkup administrasi jauh lebih luas daripada sekedar urusan surat menyurat seperti ditunjukkan di atas. Menurut Burrup, administrasi adalah totalitas proses penyediaan dan penggunaan secara efektif sumber daya manusia dan sumber daya material yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan suatu bentuk usaha. Administrasi dapat pula di definisikan sebagai suatu siklus tindakan-tindakan yang memungkinkan organisasi atau lembaga mencapai tujuannya dengan cara-cara yang efektif dan efisien. FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Perencanaan 2. Pengorganisasian. 3. Perangsangan 4. Pengkoordinasian 5. Penilaian BIDANG-BIDANG TUGAS ADMINISTRASI PENDIDIKAN 1. Adminitrasi kurikulum 2. Adminitrasi personal 3. Adminitrasi sarana 4. Administrasi keuangan 5. Administrasi siswa 6. Hubungan kemasyarakatan Wilayah Kajian Administrasi Pendidikan mencakup : 1. Wilayah kajian filsafat ilmu administrasi pendidikan 2. Wilayah kajian teori dan praktek pendidikan 3. Wilayah kajian sistem pendidikan 4. Wilayah kajian profesionalisme administrator pendidikan 5. Wilayah kajian pengembangan teori administrasi pendidikan 6. Kajian penelitian admistrasi pendidikan 7. Kajian ikatan atau organisasi profesi administrasi pendidikan 8. Kajian akuntabilitas pendidikan. 2. Orientasi Administrasi Pendidikan Administrasi Pendidikan berorientasi pada kajian untuk mempelajari cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengembangkan potensi individu menjadi kemampuan nyata sebagai out come yang diharapkan, baik secara Social dem and, Man power, dan Return of Invesment sehingga human dignity dapat terbentuk sebagai martabat suatu bangsa. 3. Mal Practise a. Program pemberian Bantuan Siswa Miskin (BSM) tidak banyak memberikan dampak positif terhadap potensi siswa. Ada pula penyimpangan penyelagunaan uang BSM di gunakan oleh orangtuanya untuk kebutuhan sehari-hari. Harapannya: Pemberian BSM harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan di sosialisasikan secara langsung oleh pihak sekolah dan dinas setempat b. Adanya Ujian Nasional ( UN) alat ukur kemampuan peserta didik akan tetapi persoalan muncul di awal kegiatan belajar megajar dikarenakan kakak kelas meraka pernah merasakan betapa mudahnya melewati UN karena adanya bantuan dari pihak sekolah dengan cara apa pun untuk kesuksesan UN agar mendapatkan nilai terbaik. Harapanya agar perangkat satuan pendidikan dan isntitusi yang menaungnya melakukan komitmen sebelum UN berlangsung agar kegiatan UN terlaksana tanpa adanya pembohongan publik.

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts