Rabu, 03 Desember 2014

contoh makalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat, di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan, serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan, dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigm pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kecerdasan, memiliki estetika, sehat jasmani dan rohani, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan, yang antara lain meliputi kriteria dan kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan. Dalam kaitan ini, criteria dan kriteria penyelenggaraan pendidikan dijadikan pedoman untuk mewujudkan: (1) pendidikan yang berisi muatan yang seimbang dan holistik; (2) proses pembelajaran yang demokratis, mendidik, memotivasi, mendorong kreativitas, dan dialogis; (3) hasil pendidikan yang bermutu dan terukur; (4) berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan; (5) tersedianya sarana dan prasarana belajar yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik secara optimal; (6) berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan; dan (7) terlaksananya evaluasi, akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Standar pendidikan nasional sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Tahun 2005 meliputi : standar isi; standar proses; standar kompetensi lulusan; standar pendidik dan tenaga kependidikan; standar sarana dan prasarana; standar pengelolaan; standar pembiayaan; dan standar penilaian pendidikan. Dalam standar pembiayaan, dituntut setiap lembaga pendidikan dapat menyelenggarakan kegiatan manajemen keuangan pendidikan yang efektif dan efesien dalam melaksanakan program pembelajaran yang mengarah terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional. Hal ini sesuai yang diamanatkan dalam penjelasan Peraturan Pemerintah No.48 tahun 2008 yaitu : Pengaturan mengenai pendanaan pendidikan dalam Pasal 46, Pasal 47, Pasal 48, dan Pasal 49, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disusun berdasarkan semangat desentralisasi dan otonomi satuan pendidikan dalam perimbangan pendanaan pendidikan antara pusat dan daerah. Dengan demikian pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah untuk menyediakan anggaran pendidikan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan keberlanjutan. Dalam rangka memenuhi tanggung jawab pendanaan tersebut, Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumberdaya yang ada sesuai dengan peraturan perundangundangan yang dikelola berdasarkan prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Realitas di lapangan pelaksanaan manajemen keuangan pendidikan khususnya di lembaga pendidikan tingkat dasar yang meliputi ; Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah sering mendapat permasalahan kontradiksi antara rencana kegiatan dengan alokasi anggaran yang tersedia. Terlepas dari kompetensi pengelola keuangan (bendahara) dan pengaruh kebijakan yayasan untuk sekolah dan madrasah swasta, banyak faktor lain yang mempengaruhi kendala terlaksananya relevansi antara kegiatan dan anggaran yang tersedia. Yang sangat dirasakan penulis dalam menyusun RKAS/RKAM adalah memprosentasi rencana kegiatan sekolah/madrasah dengan anggaran yang tersedia, apalagi di madrasah swasta anggaran untuk tenaga pendidik dan kependidikan lebih besar dari program pembelajaran. Karena sebagian besar tenaga pendidik dan kependidikanya berstatus honorer, yaitu sekitar 80% sedangkan sisinya PNS yaitu 20%. 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) belum sesuai harapan; 2) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) belum optimal dengan rencana; 3) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) belum berpihak pada program pembelajaran; 4) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) masih kontradiksi dengan pelaksanaan kegiatan Program Pembelajaran. 1.3. Rumusan Masalah 1) Bagaimana pengaruh menejemen keuangan pendidikan terhadap RKAS/RKAM; 2) Bagaimana peran menejemen keuangan pendidikan dalam menyususn RKAS/RKAM; 3) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) belum berpihak pada program pembelajaran 4) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) masih kontradiksi dengan pelaksanaan kegiatan Program Pembelajaran 1.4. Tujuan 1) Mengetahui pengaruh menejemen keuangan pendidikan terhadap RKAS/RKAM; 2) Menganalisis peran menejemen keuangan pendidikan dalam menyususn RKAS/RKAM; 3) Menindaklanjuti Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/RKAM) yang belum berpihak pada program pembelajaran 4) Mengetahui Penyebab Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/RKAM) masih kontradiksi dengan pelaksanaan kegiatan Program Pembelajaran 1.5. Kegunaan 1) Secara Teoritik Memperdalam kajian keilmuan Mata Kuliah Menejemen Keuangan Pendidikan Program Pasca Sarjana UNIGAL Angkatan 13 oleh Dr, Enas,SE,M.M 2) Secara Praktis a) Memberikan arahan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah ( RKAS/RKAM ) dimana penulis bekerja. b) Meminimalisir kesalahan atau ketidaksesuaian rencana kegiatan sekolah/madrasah dengan anggaran yang ada. BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PENDEKATAN MASALAH 2.1. Kajian Pustaka 2.1.1. Pengertian a. Manajemen Istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris), turunan dari kata “ to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana atau ketata laksanaan. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara manajer (orangnya) mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang digarap dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya a) Menurut Nickles, Mc Hingh dan Mc Hugh (1997), management is the process used be accompalish organizational goals through planning, organizing, directing, and controlling people and other organizational resources Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengandalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya b) Menurut James A.F Stoner, Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. c) Menurut Mary Parker Follet, Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus. d) Menurut Drs. Oey Liang Lee, Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. e) Menurut R. Terry, Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya f) Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain g) Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel, Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. Sebenarnya ada banyak versi mengenai definisi manajemen, namun demikian pengertian manajemen itu sendiri secara umum yang bisa Penulis jadikan pegangan adalah “Manajemen adalah suatu proses rangkaian kegiatan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian atau pengawasan, dalam pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan”. b. Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan menyangkut pengaturan kegiatan keuangan, dimana kegiatan utamanya adalah - Kegiatan menggunakan dana (allocation of fund) - Mencari dana (raising of fund) Penulis dapat mengungkapkan bahwa manajemen keuangan merupakan salah satu substansi manajamen sekolah/madrasah dalam kegiatan menggunakan dana dan mencari dana secara efektif dan efisien yang akan turut menentukan berjalannya kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah . Sebagaimana yang terjadi di substansi manajemen pendidikan pada umumnya, kegiatan manajemen keuangan dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian dan pelaporan . Bebrapa pengertian menurut para ahli : a) Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi : keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan (Weston dan Copeland, 1992: 2) b) Menejemen keuangan pendidikan adalah menejemen tehadap fungsi-fungsi keuangan. Sedangkan fungsi keuangan merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam bidang tertentu. Fungsi manajemen keuangan adalah menggunakan dana dan pendapatan dana, ( suad husain, 1992:4 ) c) Konsep manajemen dapat digambarkan sepeti dalam membuat kalimat keputusan, memberi perintah, menetapkan kebijakan, menyediakan pekerjaan dalam system reward, dan mengerjakan orang dalam melaksanakan kebijaksanaan. d) Manajemen memiliki tiga tahap penting yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi(penilaian). Ketiga tahapan tersebut ketika ditrapkan dalam manajemen keuangan adalah menjadi tahapan perencanaan keuangan ( budgeting) dan tahap pelaksanaan ( akuating ) dan tahap penilaian( auditing ) . ( Thomas. H. Jones, 1985:22). Dari beberapa pengertian para ahli, penulis dapat mengungkapkan bahwa manajemen keuangan adalah kegiatan perencana, pengkoordinasian, dan evaluasi dalam menggunakan dana dan mencari dana secara efektif dan efisien untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan nasional. c. RKAS/RKAM Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/RKAM) merupakan rencana pengembangan sekolah untuk jangka waktu empat tahunan adalah rencana yang relatif bersifat baku, tidak berubah, dan sesuai dengan filosofi, arah, dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO.20 TAHUN 2003, PP Nomor 19 Tahun 2005 dan peraturan perundangan lainnya yang relevan 2.2. Pendekatan Masalah 2.2.1. Faktor-fator yang mempengeruhi menejemen keuangan pendidikan terhadap RKAS/RKAM; 2.2.2. Peran menejemen keuangan pendidikan dalam menyususn RKAS/RKAM 2.2.3. Faktor yang menyebabkan kurang berpihakkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) pada Program Pembelajaran 2.2.4. Penyebab Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKASRKAM) masih kontradiksi dengan pelaksanaan kegiatan Program Pembelajaran BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Obyek Peenlitian Penentuan obyek penelitian dimaksud untuk lebih mempersempit ruang lingkup dalam pembahasan dan sekaligus untuk mempertajam permasalahan yang ingin dikaji sesuai dengan subtansi yaitu Manajemen Keuangan Pendidikan dalam penyususnan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/RKAM) yang akan diamati. Disamping itu obyek penelitian akan memperhatikan beberapa aspek seperti, daya jangkau penelitian dengan tempat tinggal, waktu yang tersedia, dukungan data atau kemudahan data di lokasi penelitian. Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis mengambil obyek penelitian di MIS. Persis Condong Desa Condong Kecamatan Jamanis Kab. Tasikmalaya. Dengan alasan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat penulis saat ini bekerja Dan sebagai pembanding penelitian untuk mendapatkan data yang valid, maka penelitian ini dilaksanakan di dua tempat di SDN 3 Darmacaang Desa Darmacaang Kec. Cikoneng Kab. Ciamis dengan alasan salah satu anggota peneliti sebagai kepala di sekolah tersebut. Hal ini akan mempermudah penulis dalam melaksanakan penelitian, dan hasil yang diperoleh nanti diharapkan dapat dijadikan masukan dalam usaha meningkatkan peran manajemen keuangan pendidikan di sekolah/madrasah itu. 1) Siswa Sebagai obyek yang merasakan secara langsung dari program pembelajaran yang disajikan sekolah/madrasah sesuai dengan manajemen keuangan 2) Guru Obyek penelitian ini adalah guru-guru yang aktif mengajar dan guru yang diberi tugas tambahan sebgai bendahara. Pertimbangan penulis adalah bahwa guru yang akan merasakan secara langsung manajemen keuangan pendidikan 3) Kepala Sekolah/Madrasah Pertimbangan penulis bahwa kepala sekolah/madrasah adalah pemegang kebijakan tertinggi di sekolah/ madrasah dalam manajemen keuangan pendidikan 4) LPJ dan RAPBS/RAPBM Sebagai dokemen data dari kegiatan manajemen keauanagan pendidikan adalah LPJ dan RAPBS/RAPBM, sehingga penulis memperoleh data yang riil tentang keuangan yang telah dilaksanakan. 3.2. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan alasan keterbatasan waktu yang tersedia, sehingga penulis tidak menampilkan data kuantitatif yang harus diolah secara terperinci sesuai dengan kaidah penelitian. 3.3. Teknik Pengambilan Data 3.3.1. Primer Selain instrumen utama, instrumen pendamping atau penunjang pun sangat diperlukan yakni catatan lapangan, pedoman wawancara, lembar panduan observasi, dokumen sekolah, foto/handycam dan tape recorder. Dalam pengumpulan data digunakan alat bantu sebagai media untuk mempermudah penelitian antara lain: a. Observasi, digunakan untuk membantu peneliti mengamati secara langsung manajemen keuangan pendidikan di sekolah/madrasah itu b. Wawancara, digunakan untuk mengungkapkan data secara kualitatif, Wawancara dilakukan terhadap guru dan kepala di sekolah/madrasah yang diteliti. c. foto dan atau handycam, digunakan untuk meliput aktifitas kepala, guru, dan siswa selama kegiatan pembelajaran. 3.3.2. Sekunder Dokumen Laporan Pertanggungjawaban Keuangan (LPJ) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/RKAM), digunakan untuk memperoleh data keuangan yang telah dilaksanakan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1 Bagaimana pengaruh menejemen keuangan pendidikan terhadap RKAS Sebagaimana kajian teoritik bahwa manajemen keuangan pendidikan sangat esensi dalam pembiayaan pendidikan, sehingga program pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri Dalam fungsi anggaran yang dituangkan dalam RKAS/RKAM yang disusun pada setiap awal tahun anggaran yang melibatkan Kepala, Dewan Guru, komite, dan Steakholder MIS. Persis Condong tidak dapat berfungsi secara baik. Hal ini disebabkan oleh fator-faktor yang mempengaruhinya, yaitu: 1) Ketidak transfaranan pemangku kebijakan ( dalam hal ini Kepala) terhadap dewan guru dan Steakholder madrasah’ 2) Sikap senioritas pada struktur kepengurusan Yayasan 3) Kurangnya rensponsifnya guru dan komite madrasah yang ada dilembaga itu terhadap penggunaan anggaran madrasah 4.1.2 Bagaimana peran menejemen keuangan pendidikan dalam menyususn RKAS Peran manajemen keuangan pendidikan dalam penyususnan RKAS/RKAM sangat menentukan , karena manajemen keuangan memberikan arahan terhadap rencana keuangan terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Ada beberapa prosedur yang harus ditempuh dalam penyusunan RKAS/RKAM sebagai berikut : a) Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen organisasi. b) Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran. c) Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi. d) Adanya dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah. Namun yang terjadi di MIS. Persis Condong penyusunan RKAS/RKAM jarang melibatkan dewan guru dan komite madrasah sehingga yang terjadi guru tidak tahu tentang angaran program pembelajaran yang akan dilaksankan. Hal ini diperparah dengan jabatan guru sebagai bendahara adalah anaknya sendiri ( kepala) 4.1.3 Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS ) belum berpihak pada program pembelajaran Permaslahan yang muncul di sekolah dan madrasah swasta termasuk di MIS. Persis Condong adalah status tenaga dan kependidikan honorer. Sehingga anggaran untuk tenaga pendidik dan kependidikan hampir 50% dari seluruh anggaran yang ada. Apa yang terjadi program pembelajaran yang direncanakan angarannya terbatas yang berakibat terhadap pelaksanaannya tidak terrealisasi sepenuhnya. Padahal fungsi anggaran itu sendiri adalah untuk : a) Anggaran sebagai Alat perencanaan b) Anggaran sebagai Alat Pengendalian Dengan adanya anggaran lembaga pendidikan dapat menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar (overspending) atau adanya penggunaan dana yang tidak semestinya (misspending). c) Anggaran sebagai Alat kebijakan Dengan adanya anggaran lembaga pendidikan dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu. d) Anggaran sebagai Alat politik Dengan adanya anggaran dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan. e) Anggaran sebagai Alat koordinasi dan komunikasi Dengan dokumen anggaran yang komprehensif sebuah bagian atau unit kerja dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing bagian atau unit kerja lainnya. f) Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja Anggaran adalah suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian/unit kerja telah memenuhi target baik berupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya efisiensi biaya. g) Anggaran sebagai Alat Motivasi Anggaran dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan menjadikan nilai-nilai nominal yang tercantum sebagai target pencapaian. 4.1.4 Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS ) masih kontradiksi dengan pelaksanaan kegiatan Program Pembelajaran RKAS/RKAM yang telah dibuat berdasarkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sering mendapat kontradiksi dengan riil pelaksanaannya. Hal ini sesebabkan oleh adanya : 1) Kegiatan yang mendadak secara srtuktural kedinasan seperti adanya sosialisai peningkatan mutu pendidikan, rapat kedinasan, undangan perlombaaan dari organisasi tertentu. 2) Pemberian bantuan rehabilitasi sarana prasarana baik dari pusat maupun dari daerah 4.1. Pembahasan 4.1.1. Bagaimana pengaruh menejemen keuangan pendidikan terhadap RKAS Dari permasalahan yang ada sebagai hasil penilitian , perlu adanya pembaharuan mengenai : 1) Ketidak transfaranan pemangku kebijakan ( dalam hal ini Kepala) terhadap dewan guru dan Steakholder madrasah’ 2) Sikap senioritas pada struktur kepengurusan Yayasan 3) Kurangnya rensponsifnya guru dan komite madrasah yang ada dilembaga itu terhadap penggunaan anggaran madrasah 4.1.2. Bagaimana peran menejemen keuangan pendidikan dalam menyususn RKAS Harus adanya tindak lanjut dari temuan dari hasil penelitian di lapangan mengenai : a) Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen organisasi. b) Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran. c) Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi. d) Adanya dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah. 4.1.3. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS ) belum berpihak pada program pembelajaran. Keberpihakan terhadap program pembelajaran dalam penyususnan RKAS/RKAM sangat diperlukan guna menjamin penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Kita menyadari akan fungsi angaran sebagai : a) Anggaran sebagai Alat perencanaan b) Anggaran sebagai Alat Pengendalian Dengan adanya anggaran lembaga pendidikan dapat menghindari adanya pengeluaran yang terlalu besar (overspending) atau adanya penggunaan dana yang tidak semestinya (misspending). c) Anggaran sebagai Alat kebijakan Dengan adanya anggaran lembaga pendidikan dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu. d) Anggaran sebagai Alat politik Dengan adanya anggaran dapat dilihat komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang telah dijanjikan. e) Anggaran sebagai Alat koordinasi dan komunikasi Dengan dokumen anggaran yang komprehensif sebuah bagian atau unit kerja dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilakukan oleh masing-masing bagian atau unit kerja lainnya. f) Anggaran sebagai Alat Penilaian Kinerja Anggaran adalah suatu ukuran yang bisa menjadi patokan apakah suatu bagian/unit kerja telah memenuhi target baik berupa terlaksananya aktivitas maupun terpenuhinya efisiensi biaya. g) Anggaran sebagai Alat Motivasi Anggaran dapat digunakan sebagai alat komunikasi dengan menjadikan nilai-nilai nominal yang tercantum sebagai target pencapaian. 4.1.4. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS ) masih kontradiksi dengan program pembelajaran Kegiatan yang mendadak secara srtuktural kedinasan seperti adanya sosialisai peningkatan mutu pendidikan, rapat kedinasan, undangan perlombaaan dari organisasi tertentu. Pemberian bantuan rehabilitasi sarana prasarana baik dari pusat maupun dari daerah Kegiatan-kegiatan seperti dipaparkan di atas perlu perhatian angaran khusus dengan mengambil 10% sebagai dana cadangan dalam RKAS/RKAM. BAB V KESIMPULAN 5.1. Kesimpulan Dalam pelaksanaannya manajemen keuangan pendidikan khususnya di MIS. Persis Condong belum optimal dengan kegiatan program pembelajaran yang direncanakan. Hal ini banyak faktor yang memnyebankannya diantaranaya : 1) Ketidak transfaranan pemangku kebijakan ( dalam hal ini Kepala) terhadap dewan guru dan Steakholder madrasah’ 2) Sikap senioritas pada struktur kepengurusan Yayasan 3) Kurangnya rensponsifnya guru dan komite madrasah yang ada dilembaga itu terhadap penggunaan anggaran madrasah Begitu juga dalam hal penyususnan RKAS/RKAM harus memperhatikan : a) Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas dalam sistem manajemen organisasi. b) Adanya sistem akuntansi yang memadai dalam melaksanakan anggaran. c) Adanya penelitian dan analisis untuk menilai kinerja organisasi. d) Adanya dukungan dari pelaksana dari tingkat atas hingga yang paling bawah. Dan harus menganggarkan untuk kegiatan yan diluar dugaan sebesar 10% dari keseluruhan anggaran yang ada, seperti kegiatan yang terjadi di bawah ini : 1) Kegiatan yang mendadak secara srtuktural kedinasan seperti adanya sosialisai peningkatan mutu pendidikan, rapat kedinasan, undangan perlombaaan dari organisasi tertentu. 2) Pemberian bantuan rehabilitasi sarana prasarana baik dari pusat maupun dari daerah 5.2. Saran Dalam penyusunan RKAS/RKAM harus melibatkan semua pihak, sehingga terhindar dari berbagai permasalahan yang muncul seperti yang sudah diutarakan di atas. Tentunya hal ini didukung oleh kompetensi semua pihak terutama pemegang keuangan yaitu bendahara yang professional. DAFTAR PUSTAKA UU no 23 th 2003 tentang sistem Pendidikn Nasional (Bab III-Pendanaan Pendidikan ) UU No 20 Tahun 2003 pasal 48 tentang pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transfaransi, dan akuntabilitas publik Kepmen RI no 056/U/2001 tentang Pedoman Pembiayaan Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah UU No 17 Tahun 2003 pasal 31 ayat 1 tentang Pengelolaan Keuangan Negara Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Altman, Edward I, Bancruptcy and Reorganization, Section 19 in Hand Book of Corporate Finance, New York : John Wiley & Sons, 1986 Prof Dr. Manahan P. Tampubolon , Manajemen Keuangan (Finance Mananjement) , Konseptual, problem , dan studi kasus, Gralia Indonesia, 2005 Bogor Soekidjo Notoadmodjo, 1998, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Edisi revisi, PT. Renika Cipta, Jakarta Rue LW, LL Byars, Manajement : 1986. Theory and Application, Inc Homewood IL Kunandar, Spd, M.Si, 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Rajawali Pers: Jakarta Kurniawan, Nursidik. 2007. PTK Kusumah, Wijaya. 2008. Model-Model Pembelajaran. PTK Rianto, Milan. 2002. Pendekatan dan Metode Pembelajaran. Depdiknas Wardani, Igk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung Prof.Dr. Sugiono, Metode penelitian Kuantitatif ,Kualitatif dan R&D, Alpabeta, cetakan 11 , 2010, Bandung Dr. Enas, SE,MM, Power Point Mata Kuliah Manajemen Keuangan Pendidikan , Unigal 2013 , Ciamis Prof,Dr. H. Dadang Sadeli,M.Si, Power point Mata Kuliah Pengantar Manajemen Keuangan Pendidikan , Unigal 2013 , Ciamis UU No 17 Tahun 2003 pasal 31 ayat 1 tentang Pengelolaan Keuangan Negara

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts