Senin, 01 Desember 2014

sistem pembelajaran

KONSEP DASAR SISTEM PEMBELAJARAN 1. Pengertian Sistem Sistem merupakan satu kesatuan komponen yang satu sama lain saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem mempunyai tiga ciri, yaitu: 1. Setiap sistem memiliki tujuan 2. Setiap sistem memiliki fungsi 3. Setiap sistem memiliki komponen Ada beberapa sifat komponen dalam suatu sistem, yaitu: 1. Dilihat dari fungsinya, ada sistem yang bersifat integral, yaitu sistem yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan sistem itu sendiri. Dan sistem yang bersifat tidak integral, yaitu sistem yang bersifat pelengkap. 2. Setiap komponen dalam suatu sistem saling berhubungan atau saling berinteraksi, saling mempengaruhi dan saling berkaitan. 3. Setiap komponen dalam sistem merupakan keseluruhan yang bermakna 4. Setiap komponen dalam sistem adalah bagian dari sistem yang lebih besar 2. Sistem Pembelajaran Sistem pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. 1. Manusiawi ; guru, siswa, serta orang-orang yang mendukung pembelajaran 2. Material; berbagai bahan pelajaran yang dapat disajikan sebagai sumber belajar 3. Fasilitas dan perlengkapan; segala sesuatu yang dapat mendukung terhadap jalannya proses pembelajaran 4. Prosedur; kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, tugas seorang desainer pembelajaran meliputi tiga hal sebagai berikut: 1. Sebagai perencana, yaitu mengorganisasikan semua unsur supaya berfungsi dnegan baik 2. Sebagai pengelola implementasi sesuai dengan prosedur dan jadwal yang telah ditentukan. 3. Mengevaluasi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. B. MANFAAT PENDEKATAN SISTEM DALAM PEMBELAJARAN Merencanakan pembelajaran dengan pendekatan sistem memiliki beberapa manfaat, diantaranya adalah: 1. Melalui pendekatan sistem, arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas. 2. Pendekatan sistem menuntun guru pada kegiatan yang sistematis 3. Pendekatan sistem dapat merancang pembelajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia. 4. Pendekatan sistem dapat memberikan umpan balik. C. KOMPONEN SISTEM PEMBELAJARAN Komponen sistem pembelajaran terdiri dari: 1. Siswa Proses pembelajaran pada hakekatnya diarahkan untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga siswa harus dijadikan sebagai pusat dari segala kegiatan. 2. Tujuan Tujuan adalah komponen terpenting dalam pembelajaran setelah komponen siswa sebagai subjek belajar. Dalam dunia pendidikan, persoalan tujuan merupakan persoalan tentang visi dan misi lembaga pendidikan itu sendiri. Tujuan yang lebih umum diturunkan kepada tujuan yang lebih spesifik. Tujuan khusus yang direncanakan guru meliputi: 1. Pengetahuan, informasi, serta pemahaman sebagai bidang kognitif. 2. Sikap dan apresiasi sebagai bidang afektif 3. Berbagai kemampuan sebagai bidang motorik 3. Kondisi Kondisi adalah berbagai pengalaman belajar yang dirancang agar siswa dapat mencapai tujuan khusus seperti yang telah dirumuskan. Pengalaman belajar harus mendorong siswa supaya aktif baik secara fisik maupun nonfisik. 4. Sumber-sumber belajar Sumber belajar berkaitan dengan segala sesuatu yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar, yang meliputi lingkungan fisik dan fersonal. Desainer harus mampu menentukan sumber belajar apa dan bagaimana cara memanfaatkannya. 5. Hasil belajar Hasil belajar berkaitan dengan pencapaian dalam memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan. Tugas utama dalam hal ini adalah merancang instrumen yang dapat mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran. D. KRITERIA DAN VARIABEL-VARIABEL YANG DAPAT MEMPENGARUHI SISTEM PEMBELAJARAN 1. Hasil belajar sebagai kriteria keberhasilan sistem pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu sistem yang kompleks yang keberhasilannya dapat dilihat dari dua aspek, yakni aspek proses dan aspek produk. Keberhasila pembelajaran dari sisi produk adalah keberhasilan siswa mengenai hasil yang diperoleh dengan mengabaikan proses pembelajaran. Keberhasilan seperti ini cenderung mengkerdilkan makna pembelajaran itu sendiri. 2. Variabel yang berpengaruh terhadap keberhasilan sistem pembelajaran Hal-hal yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sitem pembelajaran diantaranya adalah: a. Faktor guru Dalam sistem pembelajaran, guru berperan sebagai perencana (planer) atau desainer (desainer) pembelajaran, sebagai implementator atau mungkin sebagai keduanya. Dalam melaksanakan perannya sebagai implementator rencana dan desain pembelajaran bukan hanya berperan sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajarinya akan tetapi juga sebagai pengelola pembelajaran. Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas guru (Dunkin, 1974). 1. Teacher formative experience, meliputi jenis kelamin dan semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka. 2. Teacher training experience, meliputi pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas dan latar belakang pendidikan guru. 3. Teacher properties, adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki oleh guru. b. Faktor Siswa Faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dari aspek siswa terdiri dari: 1. Pupil formative experience, jenis kelamin dan latar belakang kehidupan sosial siswa. 2. Pupil properties, segala seuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki oleh siswa. c. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang secara langsung mendukung kelancaran proses pembelajaran. Sedangkan prsarana adalah segala sesuatu yang tidak langsung mendukung kelancaran proses pembelajaran. Terdapat beberapa keuntungan bagi lembaga pendidikan yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana, yaitu: 1. Dapat menumbuhkan motivasi dan gairah guru dalam mengajar 2. Dapat memberikan berbagai pilihan pada siswa untuk belajar. d. Faktor lingkungan Dilihat dari lingkungan, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran, yaitu: 1. Faktor organisasi kelas Faktor ini meliputi jumlah siswa dalam suatu kelas. organisasi kelas yang terlalu besar kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, sehingga kelas cenderung: 1. Sumber daya kelompok akan bertambah luas sesuai dengan jumlah siswa sehingga waktu yang tersedia semakin sempit. 2. Kelompok belajar akan kurang mampu memanfaatkan dan menggunakan semua sumber daya yang ada. 3. Kepuasan belajar siswa cenderung akan menurun 4. Perbedaan individu antar anggota akan semakin nampak, sehingga akan semakin sukar mencapai kesepakatan. 5. Anggota kelompok yang terlalu banyak cenderung akan memaksa sebagian besar siswa menunggu. 6. Anggota kelompok yang terlalu banyak cenderung siswa kurang aktif dan berpartisifasi dalam belajar. 2. Faktor iklim sosial-psikologis Faktor sosial-psikologis adalah keharmonisan hubungan antar orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Iklim ini terjadi secara internal (dalam sekolah ) dan eksternal (dengan dunia luar sekolah). Sumber : Sanjaya, Wina (2008), Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta; Kencana Prenada Miada Group

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts