Senin, 01 Desember 2014

conditional sentence

CONDITIONAL SENTENCE Conditional Sentence (=Kalimat pengandaian) adalah kalimat yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi seperti yang diharapkan. Kalimat pengandaian terdiri atas dua bagian, yaitu man clause (induk kalimat) dan if clause (anak kalimat). Dalam if clause terkandung syarat-syarat yang harus dipenuhi agar keadaan seperti terkandung dalam main clause dapat terwujud. Oleh karena itu, conditional sentences disebut juga kalimat bersyarat. Conditional Sentences atau kalimat pengandaian terdiri dari dua jenis yaitu real conditional (nyata) dan unreal/ contrary to fact (tidak nyata). Conditional sentences pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause). Karena clause ini diawali oleh if maka disebut if clause. b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause). Ada beberapa tipe Conditional Sentence, yaitu: 1. Type I: Future Conditional 2. Type II: Present Conditional 3. Type III: Past Conditional 1. Type I: Future Conditional Kalimat ini mengungkapkan kejadian yang diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang dan memiliki kemungkinan untuk terjadi. (probable condition) Pola kalimat: If + S + Verb (present), S + future tense atau subjek + future tense, if + subjek + future tense Contoh: 1. If she comes, I will give her the message. 2. If you study hard, you will pass the final exam. 3. If she wins the competition, they will give her a gold medal. 4. He will not go to the picnic, if it rains. 5. If we arrive late, she will be angry with us. 2. Type II: Present Conditional Kalimat ini menyatakan peristiwa yang diharapkan terjadi sekarang tetapi tidak terjadi. (Improbable condition) Pola kalimat: If + S + Verb 2 / were + S + would + Verb1 If + S + V2, Subject + Past Future Contoh: 1. If she visited me, I would give her money. 2. 2. If I had enough time, I would go fishing. 3. If you were a sugar, I would be a ant. 4. If Natasha Rizky were my girlfriend, I would be the happiest boy in the world. 5. If he smokes less, he wouldn’t cough so much. Catatan: Pada tipe ini, to be untuk semua subyek pada IF clause adalah WERE. 3. Type III : Past Conditional Kalimat ini menyatakan peristiwa yang diharapkan terjadi di waktu lampau, tetapi tidak terjadi. (impossible condition) Pola kalimat: If + S + Past Perfect +, S + Past perfect future + Verb 3 Subject + Past perfect future, if + Subjek + Past Perfect + V3 Contoh: 1. If he had studied hard, he would have passed the final exam. 2. If the team had played well, it would have won the competition. 3. If Alter Bridge had been here, I would have been very happy. 4. If you had come to my house, you would have met me. 5. If I had known her number, i would have called her. Pengertian dan Contoh Relative Pronoun Pengertian Relative Pronoun Relative Pronoun adalah kata ganti yang digunakan untuk memperkenalkan relative clause yang menerangkan noun pada main clause dari suatu complex sentence. Dengan demikian, relative pronoun merupakan bagian dari relative clause. Di dalam relative clause, relative pronoun dapat berfungsi sebagai subject, object, atau possessive dimana pada kata ganti ini tidak ada perbedaan pada number (singular atau plural) maupun gender (male atau female). Pronoun ini meliputi: who, whom, whose, which, dan that dan indefinite pronoun dengan suffix -ever, yaitu: whoever, whomever, & whichever. Rumus Relative Clause dan Complex Sentence Relative pronoun merupakan bagian dari relative clause yang tidak dapat berdiri sendiri, melainkan berada di dalam complex sentence (kalimat kompleks). Sedangkan complex sentence merupakan gabungan dari independent clause (kalimat utuh) dan subordinate clause (relative clause). Untuk gambaran lebih jelasnya, dapat dilihat pada rumus berikut. Relative Clause = Relative Pronoun +/- Subject + Verb dan Complex Sentence = Independent Clause + Relative Clause Contoh: • Relative pronoun = that • Relative Clause = that I bought last week • Complex Sentence = It is the bicycle that I bought last week. Contoh Relative Pronoun Adapun contoh relative pronoun (bold) pada relative clause (garis bawah) di dalam complex sentence dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Relative Pronoun Keterangan Contoh Relative Pronoun dalam complex sentence Keterangan who (siapa) whoever (siapapun) Relative pronoun ini berfungsi menghubungkan noun berupa orang (subject/object of sentence) dengan verb pada adjective clause. Di dalam adjective clause, relative pronoun ini berfungsi sebagai subjek atau objek. The boy who is playing football on the yard is my neighbour. (Anak yang sedang bermain sepakbola di lapangan adalah tetanggaku.) Who merupakan subjek dari verb= is playing dan memperkenalkan adjective clause yang menerangkan subjek= the boy. I looked for the man who borrowed me money. (Saya mencari pria yang meminjami saya uang.) Who merupakan subjek dari verb= borrowed dan memperkenalkan klausa yang menerangkan the man. which (yang mana) whichever (yang manapun) Berfungsi menghubungkan noun benda, binatang, atau kadang-kadang orang (subject/object of sentence) dengan adjective clause. Which lebih spesifik dari what. Di dalam adjective clause, relative pronoun ini merujuk kepada subjek atau objek. The table which was made of oak wood has broken. (Meja yang dibuat dari kayu oak sudah patah.) Which merupakan subjek dari verb=was made dan memperkenalkan adjective clause yang menerangkan subjek= the table. He always eats bread whichever he likes. (Dia selalu makan rotu yang manapun dia suka.) Whichever merupakan objek dari verb= likes dan memperkenalkan klausa yang menerangkan direct object= bread. whose (punya/milik siapa) Relative pronoun ini berfungsi untuk menyatakan kepemilikan terhadap benda maupun orang yang diterangkan pada bagian klausa-nya. The woman whose car I want to buy is my old friend. (Wanita yang mobilnya saya ingin beli adalah teman lama saya.) - whom (dengan/untuk/kepada siapa) whomever (dengan/untuk/kepada siapapun) Whom merupakan bentuk yang lebih formal dari who. Whom sering diawali oleh preposition (berfungsi sebagai object of preposition). Relative pronoun ini berfungsi sebagai objek pada adjective clause. She is the woman to whom I wanted to meet. (Dia wanita yang saya ingin temui.) Whom merupakan object of preposition ”to” serta menerangkan adjective clause yang menerangkan the woman. The team whom you were watching has won three gold medals. (Tim yang kamu tonton telah memenangkan tiga medali emas.) Whom merupakan object dari verb= were watching serta memperkenalkan klausa yang menerangkan subjek= the team. that Relative pronoun ini berfungsi untuk menghubungkan noun sebagai benda atau kadang-kadang orang (subject/object of sentence) dengan adjective clause.Di dalam adjective clause, relative pronoun ini merujuk kepada subjek atau objek. That digunakan pada defining clause (restrictive). That cenderung informal (dibanding who dan which) Cats that live in the wild may have a better immune system. (Kucing-kucing yang hidup di alam liar mungkin punya sistem imun yang lebih baik.) That merupakan subjek dari verb= live serta memperkenalkan adjective clause yang menerangkan subjek= cats. The laptop that I bought five years ago is still work properly. (Laptop yang saya beli lima tahun lalu masih bekerja dengan baik.) That merupakan objek dari verb= bought serta memperkenalkan klausa yang menerangkan subjek= laptop. Pengertian, Rumus dan Contoh Question Tag Pengertian Question Tag • Question tag adalah pertanyaan pendek yang ditambahkan di akhir kalimat untuk menanyakan informasi atau meminta persetujuan. • Seperti idiom, question tag merupakan bagian yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari seorang native speaker. Walaupun grammar, pronounciation, dan intonation-nya baik, seseorang dapat mudah dikenali bukan sebagai native speaker, jika tidak menggunakan question tag. Rumus Question tag linking verb “be”/auxiliary verb +/- not + pronoun Keterangan: Linking verb “be” yaitu: is, am, are, was, were, sedangkan auxiliary verb berupa primary auxiliary verb (be, do, have) dan modal auxiliary verb (will, would, may, may, might, can, could, shall, should) Contoh question tag: • You love math, don’t you? (Kamu suka matematika kan?) • You don’t love math, do you? (Kamu tidak suka matematika kan?) Pembentukan Question Tag Berdasarkan general rule (aturan umum) positive question tag dapat mengikuti negative sentence (kalimat negatif). Begitu pula sebaliknya, negative question tag dapat mengikuti positive sentence (kalimat positif). Question tag terdiri dari main verb (jika tanpa auxiliary) atau auxiliary verb yang pertama (jika terdiri dari main verb dan satu atau lebih auxiliary) dan subjek (pronoun) yang diambil dari kalimat utama. negative sentence, positive question tag negative sentence, positive question tag Ahmad didn’t come late, did he? (Ahmad tidak datang terlambat kan?) Ahmad came late, didn’t he? (Ahmad datang terlambat kan?) The man isn’t stingy, is he? (Pria tsb tidak pelit kan?) The man is stingy, isn’t he? (Pria tsb pelit kan?) You haven’t finished your homework, have you? (Kamu belum menyelesaikan PR-mu kan?) You have finished your homework, haven’t you? (Kamu telah menyelesaikan PR-mu kan?) They won’t attend the seminar, will they? (Mereka tidak akan menghadiri seminar kan?) They will attend the seminar, won’t they? (Mereka akan menghadiri seminar kan?) Intonasi pada Question Tag Kembali pada tujuan dari penggunaan question tag, yaitu: menanyakan informasi atau meminta persetujuan. Ketika menggunakannya untuk menanyakan informasi, posisi speaker adalah tidak tahu apakah informasi tersebut benar atau salah. Pada kondisi tersebut, question tag diberi penekanan dengan intonasi naik (rising intonation). Sebaliknya, ketika tag ini digunakan untuk meminta persetujuan, berarti speaker yakin bahwa informasi yang diketahui benar. Pada saat speaker hanya mengharapkan jawaban yang mendukung keyakinannya tersebut, question tag dilafalkan tanpa penekanan, dengan intonasi turun (falling intonation). Contoh: You didn’t drink alcohol, did you? (Kamu tidak minum alkohol kan?) • Jika speaker tidak tahu apakah lawan bicaranya minum alkohol dan dia ingin tahu jawabannya, question tag diberi penekanan dengan intonasi naik. • Jika speaker hanya ingin tahu bahwa lawan bicaranya tidak minum alkohol dan hanya mengharapkan penegasan, question tag tanpa penekanan dengan intonasi turun. Lebih Banyak Contoh Kalimat Question Tag Beberapa dari contoh kalimat question tag berikut mungkin tidak terlalu mengikuti general rule sehingga mungkin agak membingungkan. Contoh (1) Keterangan (1) Contoh (2) I’m right, aren’t I? spoken English Everything is nice, isn’t it? I’m right, am I not? formal English Let’s go now, shall we? Everybody like him, don’t they? digunakan they sebagai gender neuter pronoun. Don’t speak, will you? Nothing is impossible, is it? Nothing= no thing, sehingga kalimat menjadi negatif, maka question tag-nya positif. This/that is his bag, isn’t it? Nobody came late, did they? Nobody= no body, sehingga kalimat menjadi negatif, maka question tag-nya positif. Digunakan they sebagai gender neuter pronoun. These/those are your tools, aren’t they? You will never regret it, will you? Never= not ever, sehingga kalimat menjadi negatif, maka question tag-nya positif. There is an old house, isn’t there?

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts