Senin, 17 November 2014

Hubungan Antara Pengendalian Manajemen, Budaya Organisasi, Proses Kerja Tim dan Kinerja di MAN CIAWI TASIKMALAYA

Hubungan Antara Pengendalian Manajemen, Budaya Organisasi, Proses Kerja Tim dan Kinerja di MAN CIAWI TASIKMALAYA

Program sekolah digerakan untuk pencapaian tujuan dan target sekolah yang konsisten dengan visi dan misi. Sekolah sebagai institusi pengelola layanan pendidikan diharapkan dapat memfungsikan seluruh sumber daya yang ada secara efektif dalam pencapaian tujuan dan efisien dalam penggunaan sumber daya. Sebagai sistem sosial, sekolah harus dikelola dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan sekolah. Karena itu manajemen sekolah harus dapat ditingkatkan sedemikian rupa dengan meningkatkan kemampuan yang lebih tinggi bagi seluruh personal dalam mengoptimalkan fungsinya untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatannya.
Prinsip kehati-hatian guna meminimumkan risiko, harus diimbangi dengan suatu kebijakan yang merupakan acuan dan pedoman dalam melaksanakan kegiatannya. Untuk itu perlu adanya sistem pengendalian manajemen. Pengendalian manajemen merupakan pengendalian kegiatan secara menyeluruh untuk mendapatkan keyakinan bahwa strategi usaha telah dijalankan secara efektif dan efisien. Penerapan pengendalian manajemen tersebut, ditujukan untuk mengetahui apakah kegiatan telah dilakukan mengarah pada tujuan yang ditentukan.
Tren yang semakin bertumbuh dalam banyak organisasi dewasa ini adalah memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada tim untuk menjalankan roda organisasi. Ketangguhan sebuah tim kerja dicirikan oleh orang-orang terpilih yang menduduki posisi tertentu dan mampu menjalankan tugas sesuai dengan kompetensinya. Keberhasilan tim merupakan akumulasi dari proses dan kinerja setiap anggota. Katakanlah, semacam tugas dan hasil kolektif dalam suatu sistem kerja yang sinergis. Semakin tinggi kekuatan sinergitas diantara anggota dan ketua semakin tinggi kekuatan sebuah tim.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki budaya tertentu, yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Budaya organisasi (sekolah) umumnya didefinisikan sebagai orientasi bersama yang dianut oleh suatu unit dan memberinya identitas tertentu. Budaya organisasi yang kuat menjadikan anggota lebih puas, termotivasi dan memiliki komitmen yang besar terhadap organisasi, yang pada giliranya akan meningkatkan pula kinerja organisasi.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat pengendalian manajemen, budaya organisasi, proses kerja tim, dan kinerja sekolah di MAN CIAWI TASIKMALAYA, (2) mengetahui ada tidaknya hubungan antara pengendalian manajemen dengan proses kerja tim, (3) mengetahui ada tidaknya hubungan antara budaya organisasi dengan proses kerja tim, (4) mengetahui ada tidaknya hubungan antara proses kerja tim dengan kinerja sekolah, (5) mengetahui ada tidaknya hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung antara pengendalian manajemen dan kinerja sekolah melalui proses kerja tim, dan (6) ada tidaknya hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung antara budaya organisasi dengan kinerja sekolah melalui proses kerja tim. Rancangan penelitian ini adalah survai dengan causal explanation, akhir dari proses penelitian ini adalah mendeskripsikan empat variabel, serta menguji dan mengembangkan model hubungan. Penelitian dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas Negeri MAN Ciawi. Sampel penelitian sebanyak 10 orang kepala MAN, 226 orang guru, 103 orang staf TU, dan 367 orang siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik area proportional random sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen angket model tertutup yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk rating scale. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan program SPSS 15 for windows dan analisis Structural Equation Model (SEM) untuk uji hipotesis, dengan bantuan program Lisrel 8.50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kinerja sekolah dalam kategori tinggi, pengendalian majamenen dan budaya sekolah dalam kategori cukup baik, dan proses kerja tim MAN CIAWI TASIKMALAYA kurang baik, (2) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara pengendalian manajemen dan proses kerja tim, (3) ada hubungan secara signifikan antara antara budaya organisasi dan proses kerja tim, (4) ada hubungan secara langsung maupun tidak langsung antara pengendalian manajemen dan kinerja sekolah yang melalui proses kerja tim, (5) ada hubungan secara langsung maupun tidak langsung antara budaya organisasi dan kinerja sekolah yang melalui proses kerja tim.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, hendaknya memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dalam rangka meningkatkan kinerja sekolah khususnya MAN CIAWI TASIKMALAYAbaik negeri maupun swasta, (2) para Kepala MAN CIAWI TASIKMALAYA, hendaknya masih perlu memperhatikan serta meningkatkan lagi pengendalian manajemen, mempertahankan atau meningkatkan budaya yang berlaku disekolahnya, dan jika memungkinkan meningkatkan proses kerja tim dalam upaya meningkatkan tingkat kinerja sekolah, (3) para Stakeholder Sekolah diharapkan supaya membangun kesadaran kolektif untuk pro aktif dalam memajukan dan mengembangkan sekolah berbasis budaya lokal dengan mendarmabhaktikan dana, tenaga, dan pikiran kepada sekolah, khususnya demi masa depan anak bangsa, dan (4) peneliti lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian sejenis dengan menambahkan beberapa variabel, dikarenakan pendekatan Balanced Scorecard sebagai alat ukur kinerja sekolah atau lembaga pendidikan masih relatif baru dalam dunia pendidikan dan belum banyak yang mengkaji.


0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts