Senin, 01 Desember 2014

gba

MANAJEMEN MUTU PENGEMBANGAN MODEL “GBA” ( GENRE BASED APPROACH ) DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS KELAS XI Disusun Oleh ADAM WAHID PRAMULYANA NIM : 82321213062 MANAJEMEN SISTEM PENDIDIKAN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS GALUH CIAMIS TAHUN 2013 ABSTRAK Dalam penelitian mengenai “MANAJEMEN MUTU PENGEMBANGAN MODEL “GBA” ( GENRE BASED APPROACH ) DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS KELAS XI ” dapat digambarkan adanya korelasi antara variabel, dimana variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Besar kemungkinan sangat berpengaruh sekali antara hubungan Proses Pengembangan Model “GBA” ( Genre Based Approach ) Dan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pencapaian Hasil Belajar Bahasa Inggris. Orientasi penelitian ini adalah rangka menuju pencapain hasil belajar siswa yang di kembangkan melalui model GBA dan di padukan dengan motivasi siswa dalam belajar. Serta menyiapkan sumber daya manusia yang handal memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan zaman dan datangnya pengaruh budaya yang datang dari luar. KATA PENGANTAR Bismillahirrahmaanirrahim, Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan HidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini. Sholawat serta Salam semoga tercurahkan kepada baginda alam Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat, keluarga dan kita semua sebagai umatnya. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan penulis. Sekalipun demikian, besar harapan agar proposal ini dapat menjadi suatu karya ilmiah yang bermanfaat bagi saya pribadi, pembaca, rekan mahasiswa di universitas galuh. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan do’a dan dorongan kepada saya sehingga dapat menyelesaikan penelitian sebuah proposal yang berguna dan berharga bagi penulis. Semoga Allah SWT memberikan berkahNya serta membalas segala amal kebaikan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis. Ciawi, 2013 Penulis BAB I PENDAHULUAN MANAJEMEN MUTU PENGEMBANGAN MODEL “GBA” ( GENRE BASED APPROACH ) DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PENCAPAIAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS KELAS XI 1.1 Latar Belakang Penelitian A. Sekolah sebagai pendidikan formal merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Kegiatan belajar merupakan salah satu kegiatan yang paling pokok dalam membantu keberhasilan tujuan proses pendidikan (Faturrahman, 2003 : 31). Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh bagaimana proses belajar mengajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. B. Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Wlodkowski:1985). Berdasarkan rumusan tersebut motif merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang melakukan perbuatan. Suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh sesuatu motif. Namun juga bisa disebabkan oleh beberapa motif. Dalam belajar, motivasi punya peranan yang penting. Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”. Setiap anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil sesuai yang diharapkan. C. Tahun 1970-1980an Pendekatan Proses dalam mengajar menulis dan Whole Language Konsep yang di terapkan dalam kegiatan belajar mengajar di antaranya : a. Menulis diajarkan sebagai proses, anak-anak menulis melalui proses menulis seperti yang dialami oleh professional writer. b. Anak belajar membaca dan menulis apa yang mereka tahu dan mereka mau. c. Learning to read and to write is the same as learning to speak. d. Guru berperan sebagai fasilitator. D. Untuk menunjang ketiga hal tersebut di atas, maka diperlukan antara lain adalah : 1. Pengaruh hubungan GBA terhadap motivasi belajar siswa, 2. Pengaruh pengetahuan guru tehadap GBA, 3. Pengaruh hubungan antara pengembangan BGA terhadap hasil prestasi belajar siswa, 1.2 Identifikasi dan Perumusan Masalah 1.2.1 Identifikasi Masalah A. Pengaruh hubungan antara pengembangan model GBA dalam peroses belajar siswa dan motivasi belajar siswa terhadap pencapaian hasil belajar siswa B. Salah satu model belajar yang sangat menunjang keberhasilan belajar siswa dalam KBM adalah model GBA, C. Salah satu yang menunjang pada keberhasilan belajar siswa adalah kompetensi guru dan kinerja guru dan guru juga memegang peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan motivasi di dalam diri siswa. 1.2.2 Perumusan Masalah A. Apakah terdapat hubungan antara model GBA dengan motivasi belajar siswa? B. Apakah terdapat hubungan antara model GBA dengan pencapaian belajar siswa ? C. Seberapa besar pengaruh hubungan model GBA dan pencapaian belajar siswa ? 1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud Penelitian A. Sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian sehingga tidak menyimpang dari variabel yang ditetapkan. B. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan. 1.3.2 Tujuan Penelitian A. Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterpretasikan apakah terdapat hubungan antara penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa. B. Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterpretasikan apakah terdapat hubungan antara proses penerapan model GBA dengan pencapaian hasil belajar siswa. C. Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterpretasikan seberapa besar pengaruh hubungan penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa dengan pencapaian hasil belajar siswa. 1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Secara Teoritis Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan ilmu pendidikan mengenai pengaruh penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa dengan pencapaian hasil belajar siswa. 1.4.2 Secara Praktis A. Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian dapat menambah wawasan pengetahuan mengenai upaya- upaya peningkatan proses penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa untuk pencapaian hasil belajar siswa. B. Bagi Guru, Penelitian dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang upaya- upaya peningkatan proses penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa dengan pencapaian hasil belajar siswa. C. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan untuk bahan perbandingan dalam melakukan penelitian yang sejenis, untuk mencari permasalahan yang ada diluar pembahasan masalah ini. 1.5 Kerangka Pemikiran Dalam rangka penelitian mengenai pengembangan model GBA dan motivasi belajar siswa dengan pencapaian hasil belajar siswa MAN Kiarakuda. Maka penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut : pengembangan model GBA dan motivasi belajar siswa (Variabel X) berpengaruh positif terhadap variabel terikat pencapaian hasil belajar siswa (Y) ini dapat digambarkan secara skematis diantaranya : Pengembangan model GBA Motivasi belajara siswa pencapaian belajar siswa b. Motivasi instrinsik a. Memahami tujuan belajar c. Motivasi ekstrinsik b.Meningkatnya hasil belajar dengan GBA d. Motivasi terdesak Responden 1.6. Hipotesis Hipotesis adalah suatu kesimpulan awal yang dilakukan sebelum penelitian. Hipotesis ini masih perlu dibuktikan kebenarannya setelah diadakan penelitian sehingga menghasilkan kesimpulan akhir yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, penulis menarik suatu hipotesis yaitu : Jika proses pengembangan model GBA dan motivasi belajara tinggi maka akan menunjang keberhasilan pencapaian belajar siswa. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Sedangkan sampel adalah sebagian subjek atau objek yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian (Amirul Hadi, 2005 : 194). Sampel yang baik adalah sampel yang memiliki populasi, artinya menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal. 1.7 Operasional Variabel Berdasarkan judul penelitian : Hubungan antara Proses Pembelajaran Pendidikan Agama dan Disiplin Siswa dengan Pembentukan Akhlakul Karimah di Sekolah Kejuruan, maka operasional variabelnya sebagai berikut : No Variabel Sub Variabel Indikator Keterangan 1 2 3 4 5 1 Variabel motivasi belajar siswa Motivasi instrinsik Motivasi ekstrinsik Motivasi terdesak motivasi yang datangnya dari dalam diri individu, motivasi yang datang dari luar individu motivasi yang muncul dalm kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak dan cepat sekali.(Syaputra, 2010). 2 Variabel pencapaian belajar siswa Memahami tujuan belajar Meningkatnya hasil belajar dengan GBA Mampu mengembangkan belajar sehingga tercapai tujuan belajar. Mendorong siswa agar lebih maju lagi dalam tujuan pencapaian hasil belajar siswa dengan baik BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka a. Pengaruh hubungan antara pengembangan model GBA. b. Pengaruh motivasi belajar siswa c. Pengaruh hubungan antara pengembagan model GBA dan motivasi belajar siswa dalam pencapain hasil belajar siswa. 2.2 Kerangka Pemikiran Dalam rangka usulan penelitian mengenai pengembangan model GBA dan motivasi belajar siswa dalam pencapain hasil belajar siswa, dapat digambarkan korelasi antara variabel yaitu variabel bebas berpengaruh positif terhadap variabel terikat dan dapat digambarkan sebagai berikut variabel bebas pengembangan model GBA (Xi) berpengaruh positif pencapaian belajar siswa (Y), variabel motivasi (X2) berpengaruh positif terhadap pencapaian belajar siswa, kemudian dalam penelitian ini variabel Xi dan X2 berpengaruh positif terhadap variabel Y secara bersama- sama. Untuk faktor- faktor lainnya yang mempengaruhi variabel bergantung. Kerangka pemikiran dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Motivasi siswa pengembangan model GBA pencapain hasil belajar siswa 2.3 Hipotesis Drs. Amirul Hadi (2005 : 117), hipotesis adalah dugaan yang mungkin benar dan juga mungkin salah. Sedangkan Sugiono (1997 : 107) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Prof. Sutrisno Hadi, M.A (2005 : 108), sampel adalah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian. Sampel yang baik adalah adalah sampel yang memiliki populasi atau yang refresentatif, artinya yang menggambarkan keadaan populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal. Sampel sebagai responden ditentukan dengan teknik Stratifield Ramdom Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana dari anggota populasi dijadikan sampel penelitian dengan memperhatikan strata yang ada dan pengambilan sampel dilakukan secara acak. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mencoba untuk memberikan gambaran data tentang fenomena yang terjadi mengenai pengembangan model GBA dan motivasi dalam pencapain belajar siswa di MAN Kiarakuda Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan penelitian ini dapat digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut : Desain Penelitian Fenomena yang ada Topik Identifikasi masalah Perumusan masalah Kisi-kisi dan alat Studi literatur Penelitian dan teknik dokumentasi 0bservasi, angket dan Analisis data hasil wawancara penelitian Menarik kesimpulan Desain penelitian ini merupakan rancangan tentang cara merumuskan masalah, mengumpulkan, menganalisa dan menarik kesimpulan. Dalam desain ini ditentukan : 1. Populasi sasaran penelitian yaitu pengembangan model GBA dan motivasi dalam pencapain belajar siswa 2. Metode sampling yang dipilih dalam penelitian ini yaitu populasi studi. 3. Prosedur pengumpulan data yaitu melalui observasi, dokumentasi, angket tertutup dan wawancara terhadap sampel yang telah ditetapkan. Variabel dalam penelitian ini adalah : 1) Pengembangan GBA 2) Bahasa inggris (Xi) sebagai variabel dependen 3) Motivasi (X2) sebagai variabel dependen 4) Prestasi belajar (X2) sebagai variabel dependen 3.2 Metode Penelitian a. Angket Alat pengumpulan data penelitian terdiri dari : 1) Angket yang disusun dalam bentuk angket tertutup 2) Pedoman wawancara yang disusun secara sistimatis dan relevan dengan tujuan penelitian dan masalah penelitian Penentuan baik tidaknya angket yang digunakan diuji dengan cara menguji validasi conten dan reliabilitasnya. Untuk menguji validitas digunakan uji korelasi . Angket yang telah diuji cobakan dan diuji validitas dan relibilitasnya kemudian digandakan. Angket yang akan digunakan penelitian diperbanyak sejumlah responden yang telah ditetapkan sebagai sampel. b. Observasi Sebelum tahap pelaksanaan penelitian, diadakan penelitian pendahuluan yaitu melaksanakan observasi. Tujuan observasi ini untuk mengetahui permasalahan yang akan diteliti sebagai bahan perumusan masalah. Observasi ini juga diadakan untuk menentukan waktu pelaksanaan wawancara dan angket. 3.3 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik observasi 2. Teknik dokumentasi 3. Teknik angket 4. Teknik wawancara 3.4 Operasionalisasi Variabel Berdasarkan pada masalah penelitian di atas, populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN Kiarakuda Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. 3.5 Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis Pada umumnya ada dua metode yang digunakan dalam menentukan subjek sebagai unit analisis penelitian yaitu population study dan sampling study. Populasi studi adalah penelitian yang meneliti seluruh populasi yang ada. Sedangkan sampel studi adalah penelitian yang hanya meneliti sebagian dari populasi dengan menggunakan teknik- teknik tertentu untuk mendapatkan sampel yang representatif. Dalam penelitian ini menggunakan sampling study yaitu peneliti menggunakan sebagian populasi untuk dijadikan subjek penelitian. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah populasi cukup banyak untuk diteliti secara keseluruhan sehingga tidak memungkinkan peneliti untuk meneliti secara keseluruhan. 3.6 Teknik Analisis Data Data yang sudah terkumpul diolah dengan perhitungan statistik. Data yang dikumpulkan berupa data interval sebagai hasil penyekoran pada setiap jawaban responden. Adapun langkah- langkahnya sebagai berikut : 1) Uji Normalitas Data 2) Uji Regresi. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Untuk dapat Mendeskripsikan, menganalisa dan menginterpretasikan apakah terdapat hubungan antara penerapan model GBA dan motivasi belajar siswa agar tercapai tujuan pendidikan perlu adanya hipotesis, selanjutnya melakukan teknik penelitian sehingga mendapatkan hasil. 4.2 Saran 1. Kompetensi guru harus ditingkatkan agar ada perubahan dan pembaharuan dalam sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta menyenangkan.dan di sesuaikan dengan perkembangan anak, zaman, situasi, kondisi dan kebutuhan peserta didik. 2. Penggunaan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan yang diharapkan serta PAIKEM. DAFTAR PUSTAKA Whole Language Tahun 1970-1980an Pendekatan Proses dalam mengajar menulis. Wlodkowski:1985 motivasi. Drs. Amirul Hadi (2005 : 117), hipotesis.metode penelitian. Sugiono (1997 : 107) penelitian Prof. Sutrisno Hadi, M.A (2005 : 108), sampel penelitian

0 komentar:

Posting Komentar

Gadget

Konten ini belum tersedia melalui sambungan terenkripsi.

Popular Posts